Adakah Driver Grabcar Wanita? Ini Jawabannya

By | Agustus 12, 2019

Adakah Driver Grabcar Wanita? – Di luar dari maraknya slogan emansipasi wanita yang sudah mulai diterapkan di segala bidang, ternyata peran wanita dalam bisnis transportasi online, Grabcar, juga sudah banyak ditemui. Para wanita ini memiliki pengalaman yang layak untuk diceritakan kembali mengenai suka duka yang mereka alami selama bergabung menjadi driver grabcar wanita. Cerita apa saja yang bisa kita dapat dari mereka? Yuk, kita dengarkan bersama-sama.

Emansipasi Wanita

Selama ini, emansipasi wanita di Indonesia memiliki arti yang sama yaitu memberikan kesempatan kepada para wanita. Kesempatan yang sama di sini berarti memberikan kesempatan di bidang yang tidak kalah setara dengan para pria. Dengan semua kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh para wanita, mereka diberi kesempatan untuk masuk dan berkecimpung di bidang yang selama ini diidentikkan dengan dunia laki-laki. Wanita diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan berdasarkan dengan kemampuan yang selama ini mereka miliki.

Driver Grabcar Wanita

Driver grab wanita

Di Indonesia, lapangan pekerjaan yang ditawarkan memberikan kesempatan yang cukup bagus dimana pekerjaan ini merata untuk semua jenis kelamin atau gender. Saat ini, banyak wanita yang terjun pada bidang pekerjaan informal misalnya sebagai pengemudi busway, supir taksi, driver grabcar perempuan bahkan sampai dengan pemegang posisi tertinggi di sebuah perusahaan sebagai salah satu pengambil keputusan di perusahaan tersebut.

Grabcar Wanita

Untuk kedua kalinya selama saya memesan transportasi melalui aplikasi transportasi online, Grabcar, saya mendapatkan driver grabcar cewek. Memang sudah menjadi rahasia public kalau saat ini driver transportasi online tidak hanya dilakoni oleh para pria saja, tapi para wanita juga sudah mampu dan mahir menjadi driver grabcar. Misalnya Adinda (21) yang mencoba peruntungannya sebagai driver grabcar.

Driver Grabcar Wanita

Cantiknyaa

Adinda mengaku bahwa dia menjadi driver grabcar hanya sebagai sambilan saja. Ia juga bilang kalau hobinya adalah jalan-jalan, dari situlah akhirnya ia memutuskan untuk bergabung menjadi salah satu mitra gran dan mencoba menjadi salah satu driver grabcar wanita, karena selain menyalurkan hobinya yang suka jalan-jalan, di saat yang sama, ia juga bisa mendapatkan pemasukan tambahan.

Baca:

Ia mengaku bahwa ia telah lama menjadi driver, awalnya saat ia mulai bekerja di luar kantor. Karena jenis pekerjaan yang sedang ditekuni, Adinda memiliki banyak waktu di luar kantor yang bisa ia manfaatkan untuk mengambil orderan grabcar. “Saya senang jalan-jalan makanya saya juga suka kerja yang model begini karena saya bisa dapat uang sambil keliling Jakarta,” ujar Adinda.

Suka Duka Grabcar Wanita

Lain lagi pengalaman driver grabcar perempuan, Ita Tarigan. Ia mengaku bahwa sejak bergabung sebagai driver grabcar, kondisi keuangannya menjadi semakin baik dan sumringah. Wanita berhijab ini menceritakan pengalamannya sebagai driver grabcar bahwa selama empat bulan pertama bergabung dengan grab, ia sudah mampu memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 3 juta dalam satu minggu.

Driver Grabcar Wanita

Kasihan juga yah..

Dalam satu bulan, Ita mengaku bisa mendapatkan sekitar Rp. 12 juta. Tentu saja jumlah nominal yang sangat besar ini lebih menggiurkan daripada harus bekerja di balik meja sambil mengenakan pakaian yang rapi. Menurutnya, bisnis angkutan umum melalui aplikasi online memang memiliki prospek yang cerah karena para pengguna yang memanfaatkan jasa aplikasi transportasi online ini akan semakin bertambah dari hari ke hari. Selain menawarkan kemudahan, para konsumen juga tidak harus bersusah-susah untuk bepergian ke mana saja.

Awalnya, dia mengetahui tentang aplikasi transportasi online, grabcar, dari televisi. Pada saat itu, berita tentang banyaknya kendaraan Uber yang disita oleh pemerintah daerah karena mereka menyalahi aturan. Tapi setelah itu, semuanya kembali normal dan lancar.

Baca:

Karena mendengarkan cerita tentang banyaknya pendapatan yang dihasilkan, Ita kahirnya mencoba untuk mendownload aplikasi transportasi online, Uber, melalui ponselnya. Ia juga mencoba untuk menggunakan layanan transportasi online ini. Karena pelayanan yang diberikan cukup memuaskan dengan kondisi mobil yang wangi, nyaman, dan terkesan baru, mampu membuat Ita tertarik untuk bergabung dengan Uber dan Grabcar.

Kisah Sedih Driver Grabcar

Meskipun ada kisah suka yang dialami oleh diver grabcar perempuan, ada juga kisah sedih yang sering terjadi. Banyak kisah sedih yang juga dialami oleh kaum perempuan yang bergabung dengan bisnis transportasi online ini. Salah satunya adalah kisah dari Ratna Susanto. Perempuan berusia 41 tahun ini harus menjadi orang tua tunggal bagi anak-anaknya dan ia harus menafkahi kleluarganya dengan menjadi driver transportasi online.

Driver Grabcar Wanita

Wah, ada juga yah kisah sedihnya mereka..

Kesetaraan gender tampaknya tidak berlaku bagi Ratna. Ada beban lain yang harus ditanggung oleh para driver wanita selain beban kemacetan dan panasnya kota Jakarta. Jika bergabung menjadi salah satu driver grabcar mampu menjadi salah satu solusi untuk menaikkan jumlah pendapatan bulanan, solusi ini ternyata tidak berlaku bagi Ratna karena menyandang statusnya sebagai driver grabcar wanita membuatnya sering ditolak oleh pelanggannya.

Ratna mengaku takut kalau yang melakukan orderan adalah para pria terutama bapak-bapak karena pastinya ia akan ditolak. Selama ini, Ratna telah bergabung dengan Grabcar selama 6 bulan dan dalam sehari, ia mampu memperoleh penumpang sebanyak enam orang setelah bekerja selama 8 jam. Jumlah ini pastinya jauh di bawah batas orderan minimal yang harus diselesaikan Ratna jika ingin memperoleh bonus dari perusahaan.

Begitu pula Atria….

Pengalaman yang tidak menyenangkan juga dialami oleh Atria. Ia mengaku sudah tiga bulan bergabung sebagai salah satu driver grabcar cewek dengan mengendarai mobil Honda brio yang berwarna merah. Pengalamannya menjadi salah satu driver taksi daring ini sangatlah tidak menyenangkan. Awalnya, ia mendapatkan dua pelanggan pria dari daerah sekitar Seturan, Yogyakarta dan diminta untuk mengantar mereka ke daerah Sariharjo.

Atria mengaku bahwa ia membeli mobil Honda brio merah itu karena ingin menjadi salah satu driver grabcar wanita karena dari apa yang ia dengar pendapatan perbulannya cukup besar. Atria tinggal di sekitar Kadisoka, Sleman. Sebelum memutuskan untuk menjadi driver online, ia sempat ditanya oleh sesame rekan driver, “Yakin mau bergabung jadi driver online?” dan ia menjawab kalau ia yakin.

Dari pengalamannya, ia menceritakan bahwa di sekitar persawahan Ngatiran, Sariharjo, ia dibekap dari belakang oleh salah satu pelaku dan kemudian didorong keluar sampai terjatuh di persawahan. Kemudian, para pelaku membawa kabur mobil Brio merah miliknya. Dari kejadian ini, Atria mengalami kerugian material sebesar Rp.159 juta.

Pada saat kejadian, Atria sempat melakukan perlawanan untuk mempertahankan mobilnya dari cengkeraman dua pria perampok tersebut sebelum akhirnya ia berhasil disekap dan dibuang di daerah persawahan oleh dua kawanan perampok tersebut. Salah satu rekan Atria menyebutkan kalau ada luka cakaran di tangan Atria. Luka itu ia dapatkan saat berjuang mempertahankan kunci mobil dari kedua pria perampok.

Itulah beberapa kisah suka dan duka yang dialami oleh para driver grabcar cewek. Ada baiknya jika kita sebagai salah satu pengguna layanan transportasi online ini lebih berempati terhadap para pejuang wanita ini karena mereka hanya ingin mencari nafkah untuk keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *