Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan (penjualan) jasa (keahlian). Seperti, jasa penulis artikel online, jasa bank, jasa salon, jasa rental mobil, dan lain-lain. Nah, dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan tersebut jasa wajib membuat laporan keuangan perusahaan jasa, laiknya perusahaan dagang yang wajib membuat laporan keuangan perusahaan dagang.

Seperti apa langkah membuat laporan keuangan perusahaan jasa? Simak ulasan lengkap artikel di bawah ini, ya!

Fungsi Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

  • Sebagai alat berkomunikasi, antara aktivitas atau data keuangan perusahaan selama periode tertentu dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
  • Sebagai tolok ukur bagi investor, promotor, atau kreditor dalam menilai kelayakan perusahaan mendapatkan bantuan dana (suntikan modal).
  • Sebagai sumber informasi perusahaan dalam mengambil keputusan penting secara akurat.
  • Sebagai bahan ajar pemegang saham untuk mengetahui aspek-aspek yang terjadi di dalam perusahaan tersebut.

Tujuan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Berdasarkan International Accounting Standard Board (IASB), tujuan dibuatnya laporan keuangan adalah guna memberikan informasi tentang posisi, performa, sekaligus perubahan posisi keuangan perusahaan dalam mempengaruhi manajemen perusahaan secara efektif.

Selain itu, laporan keuangan perusahaan jasa juga bertujuan untuk menyajikan informasi yang menyangkut neraca perusahaan, memenuhi kebutuhan informasi bersama, dan menyatakan apa yang berhasil dilakukan manajemen.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Jika dalam laporan keuangan perusahaan dagang ada 6 jenis, maka laporan keuangan perusahaan jasa berbeda. Laporan keuangan perusahaan jasa ada 5 jenis. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi dalam laporan keuangan perusahaan jasa berisi informasi perolehan laba rugi dan total pajak yang dibayarkan perusahaan. Fungsinya, untuk melakukan evaluasi perusahaan guna meningkatkan efektifitas perusahaan.

A. Komponen Laba Rugi

Pendapatan/ Penjualan, diperoleh dari keuntungan atas penjualan jasa perusahaan. Sumbernya bisa dari pendapatan operasional, non operasional, dan pendapatan luar biasa. Semakin besar pendapatan yang diterima, semakin besar peluang perusahaan untuk melakukan ekspansi, membayar utang, sekaligus menutup biaya-biaya perusahaan.

Harga Pokok Penjualan (HPP), adalah beban pokok penjualan ketika perusahaan menawarkan jasa kepada konsumen. Tujuannya untuk mengetahui besaran pengeluaran saat menawarkan jasa.

Beban Usaha, terdiri dari beban penjualan sekaligus beban umum dan administrasi. Beban penjualan misalnya, beban promosi dan iklan. Beban umum dan administrasi misalnya, beban gaji dan tunjangan, beban penyusutan, beban sewa gedung, beban akomodasi karyawan selama perjalanan dinas, dan beban paket.

 Laba Rugi, secara keseluruhan diperoleh dari jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban. Pertama, cari laba rugi kotor dengan rumus tersebut. Kedua, hasil laba rugi kotor digunakan untuk mencari laba usaha dengan menambah atau mengurangi penghasilan/beban lain-lain. Ketiga, laba rugi usaha digunakan untuk mencari laba rugi pajak dengan mengurangi beban pajak. Keempat, laba rugi pajak digunakan untuk mencari laba bersih.

 B. Bentuk Laporan Laba Rugi

Bentuk Single Step, isinya untuk mencari besar laba/ rugi perusahaan. Caranya dengan mencari selisih antara jumlah seluruh pendapatan dengan jumlah seluruh beban.

Bentuk Multiple Step, isinya pengelompokan untuk masing-masing jenis pendapatan dan jenis beban. Misal, ketika melaporkan pendapatan, berarti akan dikelompokkan semua akun pendapatan, mulai akun pendapatan usaha dan pendapatan luar bisnis.

C. Cara Membuat Laporan Laba Rugi

  • Buat jurnal transaksinya.
  • Agar lebih mudah menghitung nilai setiap pos, posting masing-masing akun transaksi ke buku besar.
  • Buat laba rugi setelah menyusun neraca saldo dan jurnal penyesuaian, atau setelah neraca lajur.
  • Buat laporannya dengan format sesuai keinginan. Tapi, harus menulis identitas perusahaan, nama pelaporan, dan periode penyusunan.
  • Pastikan memasukkan 3 komponen, yaitu pendapatan, total beban, sekaligus nominal laba rugi.
  • Untuk pendapatan dan beban, lihat di kolom laba rugi neraca lajur. Hasil laba, apabila pendapatan lebih besar daripada beban.

2. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal dalam laporan keuangan perusahaan jasa berisi informasi perubahan-perubahan yang terjadi pada modal perusahaan dalam periode akuntansi.

A. Komponen Laporan Perubahan Modal

Modal Awal, sejumlah dana dari investasi pemilik di awal atau dana dari penambahan investasi. Modal digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu capital expense (aksesoris kantor, komputer) dan operational expense (hanya bertahan kurang dari 1 tahun).

 Laba-Rugi Bersih, berasal dari pendapatan bersih dikurangi beban-beban perusahaan. Jika laba akan menambah modal, dan sebaliknya.

Penarikan/Setoran, penarikan pribadi disebut prive. Sedangkan, penarikan untuk perusahaan disebut dividen. Jika prive > laba, maka akan mengurangi modal, dan sebaliknya.

Modal Akhir, keseluruhan dana dari jumlah modal awal + laba/rugi – pengambilan pribadi.

 B. Bentuk Laporan Perubahan Modal

Perusahaan Perseorangan, modal diperoleh dari laba bersih yang diperoleh dan tambahan modal pemilik.

Perusahaan persekutuan, mirip dengan perusahaan perseorangan. Hanya, persekutuan harus diisi minimal oleh dua atau lebih pemilik perusahaan.

Perusahaan Perseroan, kepemilikannya ditandai dengan kepemilikan saham. Laba yang didapat perusahaan dialokasikan ke dalam dividen dan laba ditahan.

C. Cara Membuat Laporan Perubahan Modal

Terlebih dahulu, selesaikan laporan laba rugi perusahaan. Dikarenakan komponen yang dibutuhkan di laporan perubahan modal, ada di laporan laba rugi. Misalya, modal awal periode, pengambilan dana pribadi, dan jumlah laba/ rugi bersih selama periode akuntansi.

  • Lihat modal awal di neraca saldo.
  • Jika ada tambahan investasi, lihat di jurnal penyesuaian.
  • Lihat laba bersih di laporan laba rugi sebelah debet atau di neraca lajur kolom laba rugi.
  • Kebijakan akuntansi yang berubah.
  • Pengaruh koreksi kesalahan periode sebelumnya.
  • Dividen.
  • Perubahan revaluasi.
  • Ambil prive di neraca lajur sebelah debet.
  • Saldo akhir.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas dalam laporan keuangan perusahaan jasa berisi informasi kegiatan operaional investasi dan pendanaan perusahaan jasa. Tujuannya agar informasi keuangan semakin rinci, sehingga para pengguna arus kas dapat menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap siklus akuntansi terhadap jumlah kas dan setara kas.

A. Komponen Laporan Arus Kas

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

  • Penerimaan kas dari hasil penjualan, royalty, fee, komisi, atau penerimaan lain.
  • Pembayaran kas kepada karyawan.
  • Penerimaan dan pembayaran asuransi, klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lain.
  • Pembayaran pajak penghasilan.
  • Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak usaha.

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi

  • Penerimaan uang muka dari orang lain.
  • Penerimaan kas atas aktiva tetap, tidak berwujud, dan jangka panjang.
  • Pengeluaran kas untuk pengembangan aktiva.
  • Perolehan saham.
  • Pembayaran kas untuk kontrak masa depan, swap contracts, dan lain-lain.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

  • Pembayaran kas untuk membayar sewa guna.
  • Penerimaan kas dari emisi obligasi, wesel, hipotik, pinjaman, dan lainnya.
  • Penerimaan kas dari saham dan instrumen modal lain.
  • Pengeluaran kas untuk menebus saham kepada pemegangnya.
  • Pelunasan pinjaman.
  • Pembiayaan sewa.

 B. Bentuk Laporan Arus Kas

Arus kas dari aktivitas operasi disajikan paling awal, diikuti aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

Metode Langsung, masukkan semua data yang berasal dari buku kas dan dari bank perusahaan. Mulai dari golongan penerimaan, hingga golongan pengeluaran kas dari aktivitas operasi lain. Selanjutnya, masukkan dari aktivitas investasi dan pembiayaan lainnya.

Metode Tidak Langsung, dibuat dengan menyesuaikan (merekonsiliasi) terlebih dahulu antara laporan laba rugi dengan neraca. Tujuannya agar keuntungan atau kerugian bisa seleras, bukan dengan cara koreksi pengaruh dari kas, tetapi dari koreksi transaksi.

 C. Cara Membuat Laporan Arus Kas

  • Hitung naik turunnya kas.
  • Hitung dan laporkan kas bersih yang dipakai pada kegiatan operasional dengan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung.
  • Hitung dan laporkan kas bersih yang dipakai pada kegiatan investasi.
  • Hitung dan laporkan keseluruhan kas bersih dari penjumlahan kas bersih yang dipakai pada kegiatan operasional, pendanaan, dan investasi dengan saldo awal periode.

 4. Laporan Neraca (Balance Sheet)

Dalam siklus akuntansi laporan keuangan perusahaan jasa, laporan neraca/ posisi keuangan/ balance sheet akan melaporkan keuangan perusahaan setiap terjadinya perubahan posisi keuangan yang berupa aktiva, ekuitas, dan kewajiban perusahaan jasa dalam satu periode akuntansi. Pembuatannya, dilakukan di akhir periode.

A. Komponen Neraca

Kas & Setara Kas, berisi tentang investasi perusahaan yang sifatnya likuid, jangka pendek, dan dapat diubah menjadi kas tanpa berpotensi resiko perubahan nilai signifikan.  Misalnya, kas, kas di bank, dan deposito.

Piutang Usaha, berisi catatan piutang yang terjadi karena penjualan atas kegiatan bisnis perusahaan. Misalnya, penjualan tiket, dokumen, dan lain-lain.

Uang Muka. Uang muka disebut juga dengan pendapatan dimuka. Yang harus dicatat adalah uang yang diterima dari pelanggan atas penjualan jasa yang belum dijalankan.

Aset Tetap, berisi laporan kekayan yang dimiliki perusahaan. Misalnya, bangunan, kendaraan, dan tanah. Pencatatannya, biaya perolehan – (akumulasi penyusutan + rugi karena nilai jual).

Utang Bisnis dan Utang Lainnya, berasal dari utang dokumen, tiket, dan refund atas pengembalian penjualan yang tidak digunakan pelanggan.

Utang Pajak, berasal dari uang PPh pasal 21, 23, 25, 29, dan PPN.

Modal Saham, adalah tanpa kepemilikan seseorang/ badan terhadap perusahaan (PT). Misalnya, modal saham disetor penuh dan ditempatkan.

 B. Bentuk Laporan Neraca

Laporan Skontro, yaitu bentuk laporan dengan mengelompokkan aktiva di kolom sebelah kiri dan kolom passiva (kewajiban & modal) di sebelah kanan. Singkatnya, bentuk skontro ini horizontal.

Laporan Staffel, yaitu bentuk laporan dengan mengelompokkan aktiva di bagian atas dan mengelompokkan kewajiban dan modal di bagian bawah. Singkatnya, bentuk staffel ini vertikal.

C. Langkah Membuat Neraca

Untuk membuatnya, Anda harus membutuhkan alat bantu berupa neraca lajur (kertas kerja).

Proses membuatnya, Anda membutuhkan alat bantu berupa neraca lajur (kertas kerja). Karena, neraca baru bisa dibuat setelah mengetahui modal akhir perusahaan, maka Anda harus menyelesaikan urutannya di bawah ini terlebih dahulu.

  • Selesaikan laporan laba-rugi.
  • Selesaikan laporan perubahan modal untuk mengetahui modal akhir.

5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) di laporan keuangan perusahaan jasa berfungsi sebagai penunjang dari laporan yang telah disajikan dengan CALK. Misal, CALK terbit bersamaan dengan arus kas. Sehingga, isinya adalah CALK dan penjelasan terkait arus kas tersebut. Harapannya, dengan menyajikan CALK pada laporan keuangan perusahaan jasa, maka akan menghasilkan informasi yang lebih detail dan pihak penerima bisa lebih memahaminya.

Itulah ulasan lengkap cara membuat laporan keuangan perusahaan jasa. Anda harus tahu urutan dalam mengerjakannya. Karena, antara satu laporan dengan laporan lain, itu saling berkaitan.

Tinggalkan komentar