Bekerja Sebagai Urban Planner, Sang Penata Masa Depan Kota

By | Maret 6, 2020

Pernahkah anda tau bagaimana seorang urban planner bersama pemerintah kota atau kabupaten merencanakan pembangunan seperti fasilitas pendidikan, perdagangan jasa, sektor pertanian, taman kota, dll?

Semua pembangunan tersebut memiliki dasar agar terjadi keselarasan antara kelestarian lingkungan, interaksi sosial dan peningkatan ekonomi. Peran seorang perencana kota atau urban planner ada dibalik dasar dari pembangunan tersebut. Tak banyak orang yang tau mengenai profesi urban planner ini. Banyak orang yang mengaitkannya seorang urban planner dengan arsitektur. Keduanya terlihat memiliki kemiripan karena Arsitektur merupakan ibu dari multi displin ilmu perencanaan kota.

Siapa Itu Urban Planner?

Sebelum menjadi seorang Perencana kota atau Urban Planner, kamu harus menempuh pendidikan salah satu cabang teknik yakni Perencanaan Wilayah dan Kota atau Teknik Planologi terlebih dahulu. Teknik ini mempelajari dasar-dasar perencanaan, manajemen, morfologi kota, perpetaan, struktur tanah, transportasi, serta desain. Sederhananya, pekerjaan urban planner adalah menentukan bagaimana ruang (darat, laut, udara) kota dapat mengakomodasi kebutuhan kota berdasarkan pertumbuhan penduduk, sehingga harus memiliki pola pikir yang visioner.

urban planner

Contoh Sertifikasi Keahlian

Lalu apa perbedaan dengan arsitek? Hal yang paling mendasar adalah pada tugas utama yakni seorang arsitek mendesain struktur bangunan yang akan dibangun dimana dasar-dasar pembangunan tersebut telah direncanakan oleh seorang urban planner. Mari berkenalan dengan salah satu tokoh pemimpin yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perencanaan kota, Ibu Tri Rismaharini. Beliau mendapat gelar magister Manajemen Pembangunan Kota setelah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Walikota Surabaya ini merupakan sosok yang tegas, kreatif, visioner dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

Karir Urban Planner di Bidang Konsultan

Perusahaan jasa konstruksi yang bergerak dibidang konsultasi perencanaan merupakan salah satu prospek kerja yang baik untuk seorang Urban Planner karena sangat linier dengan bidang ilmu yang dimiliki. Sama seperti perusahaan lainnya, seleksi rekrutmen karyawan dilakukan mulai dari proses pendaftaran (CV dan Surat Lamaran), seleksi (berkas dan wawancara) dan pengumuman. Lalu apa yang dikerjakan setelah diterima menjadi karyawan sebuah perusahaan jasa konstruksi perencanaan? Untuk seorang freshgraduate, posisi yang sering dibuka adalah Asisten Tenaga Ahli dan Drafter Pemetaan (GIS).

Pengguna jasa dari perusahaan ini merupakan instansi pemerintah maupun swasta yang memiliki proyek perencanaan tata ruang seperti Rencana Tata Ruang Wilayah, Perencanaan Transportasi, dll. Tipe perusahaan ini diwadahi oleh lembaga pengembangan jasa konstruksi yang memiliki beberapa peran dalam operasional perusahaan yakni pembuatan pedoman lelang pekerjaan, monitoring, sertifikasi tenaga kerja, dll. Dalam dunia profesional, sertifikasi urban planner merupakan sebuah kewajiban karena menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan penawaran lelang pekerjaan. Sertifikat keahlian tersebut memiliki tingkatan dan tarif pembuatan yang berbeda, berikut penjelasannya:

  1. SKA Muda   : Rp 2.200.000,- s/d Rp 4.000.000,- (masa berlaku +- 2 tahun)
  2. SKA Madya : Rp 3.300.000,- s/d Rp 5.000.000,- (masa berlaku +- 2 tahun)
  3. SKA Utama : Rp 8.000.000,- s/d Rp 10.000.000,- (masa berlaku +- 2 tahun)

Kemampuan Riset dan Ketajaman Analisis Untuk Problem Solving

urban planner

Tugas dari seorang perencana kota sangat erat kaitannya dengan pemecahan suatu masalah karena fokus dari suatu perencanaan adalah kejadiaan yang pernah terjadi di masalalu dan kondisi yang ada saat ini. Sehingga urban planner harus memiliki banyak pengetahuan mengenai isu-isu permasalahan, peraturan yang berlaku dan teori yang relevan untuk dapat merencanakan pembangunan 5-20 tahun mendatang.

Sebuah perencanaan biasanya dimulai dengan kondisi maupun fakta yang ada di suatu kota atau daerah. Kondisi apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya? Adapun data yang dibutuhkan untuk perencanaan berkaitan dengan kondisi fisik lahan, perekonomian daerah, kondisi sosial, ketersediaan fasilitas, dll. Cara yang dapat dilakukan untuk menghimpun data adalah dengan melakukan survei primer dan survei sekunder.

Hal tersebut mengharuskan seorang urban planner terjun langsung mengetahui kondisi lapangan. Tidak hanya mengenai morfologi atau bentuk kota tersebut tetapi juga harus mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat yang menjadi subjek dari suatu pembangunan. Keterlibatan peran masyarakat dalam pembangunan daerah menjadi trend saat ini dengan istilah bottom-up planning.

Banyaknya informasi yang diperlukan untuk merumuskan suatu konsep perencanaan yang visioner, membuat seorang urban planner harus teliti dan cakap dalam melakukan analisis. Kesalahan dalam melakukan analisis dapat mengakibatkan dampak pada berbagai sektor di kota tersebut sehingga menghambat pembangunan daerah. Oleh sebab itu, kemampuan untuk pemecahan masalah disertai dengan membuat kebijakan (decision making) adalah kemampuan yang penting untuk seorang urban planner.

Komunikasi Merupakan Kunci Perencanaan yang Baik

urban planner

Suatu rencana pembangunan pasti melibatkan banyak pihak karena terdapat banyak kepentingan yang harus dipertimbangkan. Posisi seorang perencana haruslah mampu bekerja sama dengan banyak kelompok dari berbagai latar belakang keilmuan. Oleh sebab itu, kemampuan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan agar dapat memberikan masukan terkait konsep perencanaan yang sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan serta kondisi lapangan. Dalam dunia kerja, seorang urban planner dituntut untuk mampu melakukan presentasi mengenai kemajuan sampai hasil perencanaan yang dilakukan. Maka tidak heran, jika planner harus memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Kecakapan komunikasi seorang planner tidak hanya dengan kaum akademisi dan pejabat instansi saja namun juga harus mampu berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan di daerahnya. Gaya berbicara dan bahasa yang digunakan haruslah disesuaikan dengan kondisi masyarakat di daerah tersebut.

Dalam melakukan pendalaman informasi di masyarakat, biasanya perencana memakai banyak metode mulai dari menyelenggarakan acara formal seperti FGD (focus group discussion) sampai melakukan sampling dengan mengajak masyarakat berdiskusi santai di suatu pertemuan. Dibutuhkan kemampuan bermasyarakat yang baik untuk dapat menggali informasi sembari menyampaikan pemahaman tentang tujuan pembangunan di daerah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *