Terkena Writer’s Block? Ini Pengalamanku Cara Mengatasinya!

Istilah writer’s block pasti sudah tak asing bagi anda para penulis. Bisa dibilang, ini adalah mimpi buruk bagi siapa pun yang menggantungkan penghasilannya pada dunia tulis-menulis.

Writer’s block adalah suatu keadaan di mana seorang penulis stuck dan tak mampu mengembangkan ide ceritanya alias tak terpikir bagaimana cara melanjutkan karya tulisnya. Walaupun hal ini lebih sering dialami oleh penulis cerpen atau novel, tapi tak jarang penulis artikel pun mengalami hal serupa.

Keadaan ini pastilah sangat menjengkelkan, terutama saat kita sedang dikejar deadline. Duh, mau marah saja rasanya pada otak sendiri, karena sulit berpikir dan mendapatan ide-ide.

Eits, tapi tenang saja dan tak usah panik. Ternyata ada kok beberapa cara yang biasa saya gunakan selama ini, dan berhasil mengatasi writer’s block.

Nah, maka dari itu, sekarang saya ingin membagikan tips bagaimana cara mengatasi writer’s block yang mungkin sedang teman-teman hadapi dan menyebabkan sulit untuk bekerja menyelesaikan tulisan sebuah projek.

tempat bekerja

Sejujurnya, dulu saya biasa menulis di kamar tidur, lengkap dengan menggunakan piyama. Kadang malah berjam-jam tak keluar kamar karena fokus menyelesaikan pekerjaan. Memang tak ada salahnya sih, toh yang penting tulisan selesai.

Tetapi, lama kelamaan saya mulai kehilangan ide, dan sulit untuk melanjutkan menulis. Selama berminggu-minggu rasanya malas sekali membuka laptop karena tak ada ide baru yang muncul di kepala.

Saat itulah saya memutuskan untuk berganti suasana tempat bekerja. Saya mulai dengan taman di sekitar rumah, di perpustakaan, lalu menulis di cafe. Hasilnya? Ide-ide baru pun mulai berdatangan kembali.

Baca juga : Pengalaman Berkompetisi di Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Menang?

Nah, bila anda juga mengalami hal yang serupa, mungkin cara ini bisa dilakukan. Berganti suasana tempat bekerja biasanya memaksa kita mengunjungi tempat-tempat dan orang-orang baru, sehingga siapa tahu saja dapat memberi ide cerita selanjutnya.

Berlibur sebentar

Walaupun menulis adalah passion saya, namun tak dapat dipungkiri bahwa mengerjakan hal yang satu ini secara terus-menerus membuat saya mengalami sedikit rasa bosan juga, yang berakibat mandegnya ide untuk tulisan.

Saat ini terjadi, biasanya saya berlibur sebentar tanpa membawa laptop. Tak perlu jauh-jauh, dengan mengunjungi tempat wisata dalam kota pun saya cukup merasa terhibur dan bisa merasakan kesegaran suasana yang menjernihkan otak.

Atau kalau anda memiliki waktu yang cukup lowong, bisa juga berlibur beberapa hari ke luar kota. Sebaiknya pilih tempat yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, agar anda bisa mendapatkan pengalaman yang benar-benar baru.

Sepulangnya dari berlibur, biasanya persoalan writer’s block pun segera dapat teratasi, dan saya pun bisa kembali menulis dengan lancar.

Mengerjakan proyek tulisan lain

Baca juga : Mau Jadi Freelance Writer Translator? Simak Pengalamanku Berikut Ini Yuk!

Ada kalanya writer’s block datang karena kita terlalu hanyut dalam satu proyek penulisan saja. Nah untuk mengatasi hal ini, saya terkadang menghentikan sementara penulisan suatu buku, dan beralih menulis artikel-artikel pendek dengan tema yang berbeda dengan tulisan sebelumnya.

Saat terjadi writer’s block, biasanya yang dibutuhkan otak adalah rangsangan baru dalam mengeluarkan ide-ide. Nah makanya aktivitas lain seperti menulis ringan seperti ini sangat membantu perangsangan kerja otak kita.

Menulis jurnal

Menulis jurnal atau diary juga sangat membantu mengatasi writer’s block. Ini dikarenakan, kita tak usah repot-repot mencari inspirasi dari luar, karena yang perlu dilakukan hanyalah menuliskan pengalaman pribadi saja.

Meskipun begitu, kegiatan ini membantu kita meluapkan emosi-emosi yang selama ini terpendam akibat kegiatan menulis buku atau mengejar deadline.

Menonton film atau mendengarkan musik

Kalau saya sedang mengalami writer’s block tapi tak punya banyak waktu untuk berlibur, biasanya saya cukup menonton 1-2 film atau mendengarkan musik favorit.

Kegiatan santai semacam ini akan ikut merilekskan tubuh dan otak, sehingga bisa lebih mudah menerima ide-ide baru. Apalagi, siapa tahu saja di antara film yang kita tonton, ada adegan yang bisa memberi ide untuk melanjutkan cerita yang kita tulis.

Baca juga : Fasih Berbahasa Inggris Hanya Bermodalkan Buku dan Film, Ini Caraku!

Membaca buku

Sama halnya seperti menonton film, membaca juga selalu jadi salah satu pilihan saya saat mengalami writer’s block. Saya paling suka membaca buku-buku bertema cerita kriminal, karena bisa mengasah kejelian saya sebagai seorang penulis.

Selain buku, kita juga bisa memanfaatkan majalah atau sosial media sebagai alternatif. Misalkan, scrolling timeline di akun twitter atau instagram anda dan melihat berbagai kehidupan yang sedang dijalani orang lain. Itu juga bisa membantu mengatasi writer’s block lho, karena ada ratusan ide yang bisa kita ambil dari kehidupan orang-orang di sekeliling.

Walaupun terlihat santai, menulis sebenarnya pekerjaan yang sangat menguras otak, karena kita harus membuat plot dari berbagai karakter yang kita ciptakan. Oleh karenanya, kita harus pandai-pandai mengatur agar otak kita tak mudah lelah atau bosan, yang berakibat pada writer’s block.

Semoga tips di atas berguna ya, bagi anda yang saat ini sedang mengalami writer’s block, dan anda pun bisa kembali meneruskan tulisan yang sedang anda kerjakan. Selamat menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *