Pengalaman Berkompetisi di Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Menang?

Pernahkah kamu mengikuti LKTIN (Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional)? Bagi kamu yang belum pernah mengikuti LKTIN atau mungkin masih awam dengan kompetisi ini, kali ini aku akan berbagi informasi dan juga pengalamanku ketika berpartisipasi di LKTIN.

Apa Itu LKTIN?

LKTIN (Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional) adalah kompetisi ide atau gagasan mengenai tema tertentu yang berbasis ilmiah. Karya tersebut akan dituangkan dalam suatu tulisan yang diperkuat dengan studi literatur atau pun penelitian.

Nah, LKTIN sendiri berarti kompetisi tersebut digelar secara nasional. Kompetisi ini biasanya diselenggaraka oleh instansi, baik perguruan tinggi atau sekolah menengah. Untuk pesertanya juga disesuaikan, ada yang dibuka khusus mahasiswa, ada pula yang khusus pelajar.

Baca juga : Pengalaman Dapat Penghasilan dari Website, by Firdaus

Cara Menyusun Karya Tulis Ilmiah

Dalam LKTIN, tak hanya ide yang menjadi penilaian, tapi juga bagaimana kita menuangkan ide atau gagasan tersebut dalam suatu tulisan. Sebelum menulis karya, memikirkan ide yang sesuai dengan tema dan subtema adalah hal yang wajib dilakukan. Dalam menyusun karya tulis, ada beberapa bagian tulisan yang harus kamu buat. Apa saja itu?

1. Pendahuluan

Dalam karya tulis, ada bagian yang disebut pendahuluan. Pendahuluan berisi latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan, manfaat, hingga luaran. Latar belakang menjadi bagian penting, lantaran dari situ lah pembaca dapat mengetahui dasar dari ide atau gagasan yang kamu usulkan.

2. Isi

Setelah pendahuluan, selanjutnya adalah isi. Isi biasanya memuat tinjauan pustaka, metode, dan juga hasil penelitian, bagi kamu yang memang sudah meneliti atau melakukan gagasan yang diusulkan. Tinjauan pustaka berisi studi literatur yang berkaitan dengan gagasanmu. Dari tinjauan pustaka dan juga hipotesa penelitian ini lah kamu bisa menyusun latar belakang pada pendahuluan.

3. Penutup

Bagian terakhir adalah penutup. Penutup berisi kesimpulan dari penelitian atas gagasan yang kamu usulkan. Kesimpulan yang dihasilkan harus menjawab rumusan masalah yang telah kamu tulis di pendahuluan. Setelah kesimpulan, ada pula saran yang bisa kamu tulis bersdasarkan jalannya penelitian. Bisa juga berupa ide baru yang kamu temukan ketika melakukan penelitian mengenai gagasanmu.

4. Abstrak

Abstrak adalah ringkasan dari keseluruhan karya tulis. Nah, abstrak sendiri biasanya diletakkan di depan pendahuluan untuk memberitahu gambaran besar gagasan atau penelitan yang kamu lakukan. Tapi, aku pribadi bisa menulis abstrak setelah menyelesaikan penyusunan karya tulis, mulai dari pendahuluan, isi, hingga penutup.

Mengapa demikian? Alasannya, supaya apa yang aku tuliskan di abstrak benar-benar valid atau sesuai dengan penelitian maupun gagasan yang aku usulkan. Tak hanya sekadar hipotesa, abstrak yang baik adalah yang memuat hasil dari gagasan atau penelitian.

Tahapan dalam LKTIN

Dalam LKTIN, ada beberapa tahap seleksi sebelum kamu bisa benar-benar berkompetisi mempertahankan gagasanmu. Apa saja sih tahap kompetisi dalam LKTIN?

1. Seleksi Abstrak

Seperti yang aku jelaskan di atas, abstrak memuat garis besar penelitian, mulai dari latar belakang, metode penelitian, hingga hasil. Seleksi abstrak adalah tahap awal yang menentukan apakah idea tau gagasanmu sesuai dengan tema atau tidak.

Kesesuaian gagasan dengan tema dan subtema yang diangkat biasanya menjadi pertimbangan penting yang menentukan lanjut atau tidaknya kamu ke tahap selanjutnya. Pada seleksi abstrak, biasanya tidak dipungut biaya alias gratis.

2. Seleksi Full Paper

Setelah abstrakmu dinyatakan layak atau lolos ke babak selanjutnya, tahapan berikutnya adalah full paper. Pada tahap ini, kamu harus menulis karya tulis secara utuh, mulai dari pendahuluan, isi, sampai penutup. Bagi yang memiliki ide berbasis penelitian, akan lebih baik jika disertai dengan hasil penelitian yang valid dan benar-benar dikerjakan sendiri.

Tapi, karena karya tulis ilmiah biasanya tidak didanai, maka studi literatur juga diperbolehkan, asalkan memuat dasar-dasar yang kuat atas gagasan yang kamu usulkan. Di tahap full paper ini, mulai dipungut biaya. Biayanya pun beragam, biasanya berkisar 100-200 ribu rupiah.

3. Presentasi

Lolos pada tahap full paper, maka kamu akan diundang untuk hadir ke instansi terkait untuk melakukan presentasi. Babak presentasi ini bisa disebut babak grand final yang menentukan apakah gagasanmu layak untuk menang atau tidak. Pada babak ini, kamu akan mendapat undangan resmi yang bisa kamu jadikan dasar izin ke sekolah atau universitas jika acara presentasi dilaksanakan pada jam kerja.

Biasanya, undangan yang dikirimkan juga disertai daftar paket konsumsi dan akomodasi selama kamu mengikuti rangkaian kegiatan grand final. Terlepas dari paket biaya yang dibebankan, babak grand final atau presentasi ini merupakan tahapan paling seru.

Setiap peserta tak hanya diminta untuk mempresentasikan gagasannya, tapi juga menyajikan prototype yang telah dibuat. Peserta dengan penilaian terbaiklah yang nantinya akan menjadi pemenang LKTIN.

Partisipasi LKTIN Pertamaku di Universitas, Menang?

Rasanya aku sudah bicara banyak tentang LKTIN. Lalu, bagaimana dengan pengalamanku seputar LKTIN? Sebenarnya aku memang sudah tidak asing dengan dunia karya tulis ilmiah. Sejak SMP aku sudah membuat beberapa ide atau gagasan yang aku buat secara berkelompok dan di submit ke kompetisi. Tapi, semenjak kuliah, fokusku memang teralihkan ke kegiatan mahasiswa yang jauh dari penelitian atau pun mencari gagasan.

Di semester 5 ini akhirnya aku memberanikan diri untuk memanggil kembali jiwa-jiwa penelitiku yang telah lama hilang. Dengan memodifikasi ide yang pernah aku dan timku submit ke program kreativitas mahasiswa, kami apply abstrak ke LKTIN yang diselenggarakan oleh salah satu fakultas di Universitas Jember.

Gagasan yang kami angkat mengenai agen terapi kanker, dan bisa dibilang gagasan tersebut sudah sangat matang. Mengapa gagasan ini sangat matang? Karena, kami telah melakukan serangkaian penelitian yang menjurus pada hipotesa positif.

Singkat cerita, abstrak kami lolos, begitu juga dengan full paper yang kami kirim. Rupanya, tim kami adalah salah satu dari 15 tim yang berhasil melaju ke babak presentasi. Saat itu pun kami langsung mengurus perizinan ke fakultas, tiket keberangkatan, dan juga pembayaran paket ke pihak panitia LKTIN.

Sesampainya di Jember, kami cukup terkejut melihat antusiasme peserta lain yang masih semangat belajar hingga malam. Padahal, kami sudah merasa lelah karena perjalanan. Tak ingin terlena dengan rasa lelah, kami pun memutuskan untuk berkumpul setelah technical meeting yang aku hadiri sebagai ketua tim.

Technical meeting membicarakan mengenai ketentuan presentasi dan juga penilaian dewan juri. Setelah technical meeting, aku dan timku berdiskusi memikirkan apa saja yang perlu kami persiapkan untuk presentasi besok. Kami melakukan pengecekan ulang pada power point, prototype, dan juga hard file yang nantinya diserahkan pada dewan juri. Setelah cukup yakin bahwa semuanya sudah siap, kami baru istirahat.

Pada hari presentasi, kami berusaha untuk membangun percaya diri. Meski presentasi dari tim-tim sebelumnya bisa dibilang bagus, kami tidak mau terdistraksi. Ya, hari itu kami harus memperjuangkan gagasan yang telah kami teliti bersama.

Saat giliran presentasi kami tiba, puji syukur semua berjalan dengan lancar. Tapi, saat sesi tanya jawab, ada pertanyaan sepele dari juri yang membuat kami gelagapan. Kami tidak memprediksi bahwa pertanyaan mengenai singkatan yang selalu kami dengar ketika melakukan penelitian justru keluar di sesi tanya jawab. Untungnya, salah satu rekan setimku berhasil mengambil alih jawaban yang harusnya aku jawab.

Sampai lah kami pada sesi pengumuman. Puji syukur, kami berhasil mendapatkan juara 2 dalam LKTIN ini. Hadiah uang tunai sebesar Rp 2.500.000,00 memang hanya bisa menutup modal kita berangkat ke Jember. Tapi, di sini kami mendapat pengalaman berharga tentang arti perjuangan dan kerjasama.

Tips Juarai LKTIN

Berdasarkan pengalamanku mengikuti LKTIN, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan jika ingin memenangkan kompetisi bergengsi tersebut.

1. Gagasan yang Sesuai Tema

Tips pertama adalah buatlah ide atau gagasan yang sesuai dengan tema lomba. Setelah itu, kamu bisa memilih subtema yang sesuai dan mulai menyusun karya tulis ilmiah.

2. Susun Karya Tulis dengan Benar

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para peserta adalah tidak serius dalam menyusun karya tulis. Ide yang bagus akan sia-sia jika tidak disertai dengan penyajian yang baik dalam karya tulis. Hal-hal sepele seperti font atau margin yang tidak sesuai ketentuan kerap menjadi alasan abstrak atau full paper tidak lolos seleksi. Jadi, buatlah karya tulis sesuai dengan panduan yang telah disediakan oleh panitia.

Baca juga : Terkena Writer’s Block? Ini Pengalamanku Cara Mengatasinya!

3. Presentasi yang Menarik

Presentasi adalah salah satu aspek dengan nilai tertinggi dalam LKTIN. Presenter harus dapat menyajikan materi dengan menarik dan tidak membosankan. Sebisa mungkin, kendalikan rasa gugupmu ketika tengah mempresentasikan karya tulismu.

Jangan lupa juga untuk membuat power point yang menarik, mulai dari pemilihan warna, gambar, hingga materi yang disajikan. Tidak perlu bertele-tele, kamu bisa memasukkan inti dari apa yang ingin kamu sajikan dalam power point, kemudian kamu jelaskan secara lisan.

Tak hanya itu, kamu dan timmu harus siap menjawab setiap pertanyaan dari dewan juri. Jangan sampai salah satu anggota tim saja yang mendominasi. Jadi, kamu perlu berbagi peran dan juga memprediksi pertanyaan yang mungkin keluar saat sesi tanya jawab.

4. Kesiapan Prototype

Tidak membawa prototype adalah hal yang fatal ketika berada dalam babak presentasi. Kesiapan prototype memiliki nilai tersendiri dalam LKTIN. Bagi kamu yang belum melakukan penelitian atau hanya menggunakan studi kasus, kamu tetap bisa membuat prototype sederhana untuk menggambarkan gagasanmu pada dewan juri. Dengan begitu, apa yang hendak kamu usulkan bisa tersampaikan dengan jelas.

Baca juga : Mau Jadi Freelance Writer & Translator? Simak Pengalamanku Berikut Ini Yuk!

5. Kerjasama Tim

Kerjasama tim adalah faktor utama keberhasilan dalam LKTIN. Kompetisi ini biasanya memang diperuntukkan bagi tim yang terdiri dari 2-3 orang. Kamu memang bisa menyelesaikan karya tulismu sendirian, tapi dengan bekerjasama, semua akan terasa ringan dan berharga.

Sederhana saja, seperti pengalamanku ketika presentasi. Saat aku tidak bisa menjawab pertanyaan, dengan sigap teman satu timku membantu menjawab. Berbagi peran dan juga saling melengkapi adalah salah satu bentuk kerjasama tim terbaik yang aku alami selama berproses dalam bidang karya tulis ilmiah.

Nah, sekian pengalaman yang bisa aku bagi mengenai karya tulis. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk terus berprestasi.

Tinggalkan komentar