Menghilangkan Demam Panggung Saat Menjadi MC? Ini Dia Caraku!

Salah satu profesi yang paling banyak dicari dan selalu dibutuhkan di manapun adalah MC. Semua acara pasti membutuhkan MC. Awalnya saya tak begitu tertarik menjadi seorang pembawa acara, karena saya termasuk orang yang mudah gugup saat berada di muka umum.

Namun, karena saat itu saya membutuhkan penghasilan tambahan, jadilah saya menerima tawaran menjadi MC di sebuah acara Car Free Day. Jangan ditanya deh seberapa gugupnya saya saat itu. Apalagi, acara Car Free Day dikunjungi banyak orang yang ingin berolahraga.

Karena ini adalah acara pertama saya sebagai MC, maka saya pun berusaha untuk melakukan berbagai persiapan, seperti berikut ini:

sebelum menjadi MC

Menjadi seorang MC yang baik tentu membutuhkan proses. Tapi, bukan berarti kita yang masih pemula tak bisa melakukannya. Saya yakin, asal kita mempersiapkan diri dengan baik, performa kita tak akan kalah dari MC yang sudah senior.

Berlatih vokal

Suara yang dikeluarkan saat menjadi MC (apalagi untuk acara outdoor) tentu berbeda dengan suara saat kita mengobrol biasa. Walaupun kita menggunakan microphone, tapi tetap saja butuh energi tambahan agar suara kita lebih bertenaga.

Saya membiasakan untuk latihan berbicara sambil berjalan kaki atau lompat-lompat di tempat. Hal ini saya lakukan untuk melatih stamina agar saya tak kehabisan napas saat bertugas jadi MC.

Baca juga : Pengalaman Menjadi Interpreter di Forum Internasional, Ini Tips Jitunya!

Sering belajar dari MC senior

Jam terbang sangat berpengaruh untuk menurunkan ketegangan sebelum menjadi MC. Oleh karena itu, saya selalu menonton video-video MC saat sedang beraksi, dan banyak bertanya tentang banyak hal kepada MC yang jauh lebih senior.

Nasihat dan pengalaman mereka terbukti sangat berguna membantu saya mengatasi kegugupan saat menjadi MC.

Mempelajari rundown acara

Biasanya pihak EO akan memberikan rundown acara 2-3 hari sebelum pelaksanaan. Pastikan kita sudah mempelajari rundown tersebut dan mengerti semua detail, sampai ke menit dan detiknya.

Walaupun biasanya di hari-H akan ada beberapa peenyesuaian, tetapi setidaknya kita sudah mengerti garis besar acara tersebut.

Membuat script

Walaupun dalam kebanyakan acara santai lebih banyak diperlukan improvisasi daripada script baku, tapi saya tetap membuat naskah kalimat-kalimat apa saja yang nantinya akan saya ucapkan.

Hal ini sangat membantu saya untuk mengatasi keadaan saat otak saya tiba-tiba “blank” dan tak bisa menemukan bahan pembicaraan di atas panggung.

Mempelajari pengisi acara/narasumber & sponsor

Dalam Car Free Day atau acara lainnya, biasanya ada banyak perusahaan yang menjadi sponsor acara tersebut. Pastikan kita sudah memiliki datar nama dan profil perusahaan-perusahaan itu.

Hal ini sangat penting, sebab saat acara nanti kita akan harus bisa menyebutkan nama-nama sponsor berikut produk unggulannya.

Berlatih visualisasi dan praktek

Latihan selalu berhasil membuat kegugupan saya jauh berkurang, dan saya pun merasa lebih percaya diri. Saya melakukan latihan sendiri setiap harinya, sekitar 1-2 jam, sampai sebelum hari-H.  Itu semua saya lakukan sampai saya betul-betul lancar mengucapkan kata-kata dalam script.

Membuat Cue Card

Cue card biasanya memang sudah disiapkan oleh event organizer, tapi saya membuatnya sendiri untuk berjaga-jaga, bila tak ada cue card yang bisa saya gunakan.

Biasanya cue card berisi rundown acara, nama sponsor, nama pengisi acara, nama tamu undangan VIP, pertanyaan kuis atau games, dll.

Menyiapkan Kartu Nama

Saat kita mendapat job MC, maka saat itulah waktu yang tepat untuk berpromosi. Biasanya akan ada banyak orang yang menanyakan nama dan kontak kita. Nah, di sinilah gunanya menyiapkan kartu nama, agar kita tidak repot memberitahu nomor telepon atau email saat acara, yang bisa mengganggu konsentrasi.

Baca juga : Pengalaman Test IELTS Band Score 6.5, Kalian Bisa Lebih!

Tips selama membawakan acara

Agar tugas kita sebagai MC berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang harus dilakukan saat hari pelaksanaan acara, yaitu:

Datang sebelum acara dimulai

Datanglah 1-2 jam sebelumnya, dan manfaatkan waktu dengan berkeliling. Misalnya kalau di acara Car Free Day, kita bisa melakukan pengecekan, barang jualan apa saja yang tersedia di sana. Pokoknya catat semua hal-hal yang ditemui saat berkeliling.

Hal itu berguna sebagai bahan tambahan saat bertugas menjadi MC, agar perkataan kita bisa lebih bervariasi dan tidak berulang.

Siap mengatasi hal-hal di luar skenario

Dalam sebuah acara, selalu ada saja hal-hal yang terjadi di luar rencana. Misalkan, artis yang seharusnya tampil di awa acara malah datang terlambat karena macet. Sebagai MC, sudah sewajarnya bila kita jadi kebagian tugas mengisi waktu yang kosong sambil menunggu artis tersebut datang.

Nah, ada baiknya jika kita sudah menyiapkan daftar games atau kegiatan lain yang bisa dilakukan jika terjadi hal-hal seperti tadi.

Baca juga : Pengalamanku Menjadi Moderator Seminar, Ini Tipsnya!

Sigap membaca situasi

Dalam acara yang dihadiri banyak orang, selalu ada peluang situasi menjadi tidak terkendali. Misalnya banyak orang berebutan merchandise gratis yang dibagikan sponsor. Nah, bila itu terjadi sebaiknya kita alihkan perhatian penonton dengan melemparkan lelucon-lelucon atau kegiatan lainnya.

Jika situasi benar-benar sulit dikendalikan, kita bisa minta bantuan pihak keamanan untuk membantu. Yang jelas, apapun keadaannya, pastikan agar kita menanganinya dengan sikap tenang dan jangan terlihat panik.

Semoga beberapa tips di atas bisa membantu memudahkan teman-teman saat menerima tawaran pekerjaan menjadi MC.  Hasil tak sempurna tak mengapa, apalagi bila kita masih pemula. Yang terpenting adalah kita sudah mempersiapkan dengan sebaik mungkin. Tetap semangat ya!

Tinggalkan komentar