Pengalaman Kerja Sebagai Kasir Alfamart, Berapa Gajinya? Simak!

Mataku terbuka perlahan, sayu-sayu memandang kearah ventilasi, terlihat sinar matahari sudah merambat masuk ke dalam kamarku. Sudah berganti hari nampaknya. Aku duduk terdiam, masih berada diatas ranjang kesayanganku. Menatap sebuah cermin yang ada di depanku, kedua mataku ternyata membengkak, ini jelas karena tangisanku semalaman. Aku merasakan sedih dan sepi setelah kemarin kedua orang tuaku meninggalkanku seorang diri di rumah kecil ini. Meski begitu, rasanya tak ada pilihan selain menerima keadaan ekonomi keluargaku yang tak kunjung membaik setelah usaha orang tuaku terus memburuk dan akhirnya bangkrut. Mereka meninggalkanku demi diriku di tanah Jawa, pergi merantau jauh ke ujung Timur Indonesia, Jayapura.

Suara perut membuyarkan kesedihanku, bangun kemudian berjalan kearah meja makan. Melakukan kebiasaanku dipagi hari yakni membuka tudung saji dengan rasa bahagia. Tetapi kali ini berbeda, tak ada satupun makanan diatas meja makan, aku benar-benar merindukan momen-momen saat bersama keluarga, sekali lagi hatiku tergores. Beruntung aku tak sempat larut, kesedihanku dihancurkan oleh datangnya tanteku yang mengunjungiku sambil membawakan sarapan untukku, aku sangat bersyukur kala itu. Setelah beberapa saat, aku sudah memakan jatah sarapan, tanteku pun sudah pulang kerumahnya. Paling tidak, makanan itu sangat berharga karena dapat meredam rasa laparku.

pengalaman kerja sebagai kasir alfamart
pengalaman kerja sebagai kasir alfamart

Sebagai lelaki tanggung yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), aku merasa sangat membutuhkan uang, terlebih jika melihat kondisiku saat itu. Oleh karena itu, aku berusaha mencari-cari lowongan pekerjaan di berbagai media sosial, mulai instagram, facebook, hingga twitter. Selain itu, aku juga bertanya kepada teman-teman mengenai lowongan pekerjaan. Sepertinya memang rejeki, salah satu temanku yang bekerja di salah satu Alfamart yang ada di kotaku memberikan informasi bahwa ada lowongan pekerjaan sebagai pramuniaga atau kasir di Alfamart. Kesempatan seperti itu bisa saja tidak datang dua kali, aku langsung berminat dengan semangat, sesegera mungkin aku melengkapi berkas yang dibutuhkan yakni fotokopi ijazah SMA, pasfoto, Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae), SKCK, serta yang pasti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Mengikuti Rangkaian Tes Hingga Training Kerja

Tepat di hari yang ditentukan, aku datang menuju salah satu kantor Alfamart untuk mengajukan lamaran pekerjaan sesuai dengan posisi yang mereka butuhkan. Hari itu pula aku menjalani berbagai tes masuk yang meliputi tes psikologi dan tes fisik. Tes psikologi dilakukan dengan menjawab sekitar dua puluh soal yang bagiku cukup simpel, sedangkan tes fisik bertujuan untuk memastikan bahwa calon karyawan tidak bertindik dan tidak memiliki tato pada tubuhnya. Setelah melewati serangkaian tes tersebut, aku menunggu beberapa saat sampai pengumuman tiba. Perlu diketahui, bahwa pengumuman penerimaan akan dilakukan pada saat itu juga, itu berarti yang lolos akan segera menjalani proses selanjutnya sedangkan yang tidak lolos bisa langsung meninggalkan lokasi.

Tawa bahagia terpancar pada wajahku, sebab aku dinyatakan diterima sebagai pramuniaga di salah satu toko retail terkemuka di Indonesia yakni Alfamart. Singkat cerita, setelah melakukan kontrak kerja, aku memulai masa trainingku selama dua minggu. Selama masa pelatihan tersebut, aku diajari banyak hal yang harus aku lakukan sebagai kasir di Alfamart seperti teknis menjadi kasir yang baik dan benar, termasuk juga tentang komputer yang biasa digunakan untuk transaksi di kasir Alfamart. Selain itu, aku juga mempelajari salah satu kegiatan yang menjadi kunci dalam bekerja sebagai kasir, aku dan teman-temanku biasa menyebutnya nge-rack. Nge-rack merupakan kebiasaan kami yakni menata display produk yang ada di tiap-tiap rack, juga memastikan semua produk tersebut dalam keadaan bersih dan tidak kadaluarsa.

Hari Pertama Bekerja

gaji

Dua minggu terasa cukup lama karena mungkin ini pengalamanku bekerja untuk pertama kalinya. Banyak hal yang aku dapatkan selama masa pelatihan sebelumnya, dan saatnya mulai bekerja. Setelah penentuan lokasi, aku ditempatkan di salah satu gerai Alfamart yang berada tak jauh dari rumahku, hanya berjarak 4 kilometer saja. Di hari pertamaku bekerja, aku kebagian shift pagi yang dimulai pada pukul setengah enam pagi. Sepagi itu aku bangun, benar-benar mengubah kebiasaanku, aku menunggangi kuda besi menuju tempat kerjaku. Sejuknya embun pagi serta cuitan burung-burung memberiku semangat, saat itu aku sangat bergairah. Sesampainya di lokasi, aku melakukan presensi di komputer, tentu aku mulai terbiasa dengan itu karena saat training pun aku sudah mulai melakukannya. Aku menyapa teman satu shiftku yang sedang berjalan keluar sambil membawa sapu. Setelah meletakkan barang-barangku, aku menyapu toko bagian dalam kemudian mengepelnya hingga bersih. Selanjutnya, kami semua merapikan penampilan masing-masing, tentunya agar tetap enak dipandang, hal tersebut merupakan sebuah kewajiban.

Halaman bersih dari sampah dedaunan, toko sudah bersih dan wangi, penampilan pun telah rapi dan menarik. Aku, dan beberapa rekan kerjaku dan tentunya CS (Chief of Store) atau kepala toko melakukan briefing dan do’a bersama demi kelancaran selama bekerja. Setelah semua beres, aku login di komputer kasir atas namaku yang dilanjutkan dengan load harga semua produk hari itu. Jika masih sepi pembeli atau jika memungkinkan, aku nge-rack di rack yang menjadi tanggung jawabku. Memilah satu-persatu produk, membersihkannya, serta memastikan produk tersebut layak dijual atau tidak mendekati tanggal kadaluarsa.

Penghasilan Seorang Kasir Alfamart

Aku bekerja sebagai pramuniaga Alfamart pada tahun 2018. Saat itu Upah Minimum Kabupaten (UMK) tempat bekerjaku masih sekitar Rp. 1.600.000. Dalam satu bulan, gaji yang aku terima selalu berbeda-beda, entah perhitungannya berdasarkan apa aku tidak tahu pasti, yang jelas aku menerima gaji sebesar Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.100.000 setiap bulannya. Tetapi yang perlu diingat adalah, bahwa besaran gaji tersebut tentu berbeda-beda pada setiap daerah, karena juga ditentukan berdasarkan UMK yang berlaku di daerah masing-masing.

Suka Duka Bekerja Sebagai Kasir Alfamart

Bekerja sebagai pramuniaga di Alfamart memang asik, karena pekerjaannya bisa dibilang santai, karena tak perlu bekerja dibawah terik matahari, sebab pada umumnya hanya dilakukan di dalam toko ber-AC. Hal tersebut paling tidak membuatku merasa nyaman, meskipun terkadang lelah, tetapi pekerjaan ini hampir tanpa keringat. Mungkin bisa dikatakan sebagai kelebihan juga, gerai Alfamart tempatku bekerja juga menyediakan mess untuk para karyawannya, sehingga jika sewaktu-waktu kami sedang kelelahan atau malas pulang ke rumah, maka juga bisa tinggal di mess yang telah disediakan tersebut. Intinya, mess tersebut bebas ditempati oleh karyawan selama masih berstatus karyawan Alfamart.

gaji

Hal yang termasuk dalam poin suka selanjutnya adalah bertambahnya teman baru serta mampu melatih kita sebagai sosok yang mandiri. Nah, yang terakhir, bekerja sebagai kasir Alfamart tentu akan berhadapan dengan banyak orang, sehingga hal tersebut akan melatih diri untuk berinteraksi secara langsung dengan banyak orang dan dengan segala karakternya. Pengalaman tersebut sungguh membuatku terlatih dalam berkomunikasi.

Oh iya, masing-masing pramuniaga yang sedang bekerja akan diberikan tanggung jawab jumlah uang di mesin kasir serta tanggung jawab meng-handle sejumlah rack. Selama bekerja beberapa bulan di Alfamart, aku sudah mengalami berbagai hal-hal buruk yang akhirnya menjadi salah satu alasanku untuk resign.  Yang utama adalah perihal gaji yang dipotong oleh ini itu yang harus kita tanggung. Contohnya, gaji tiap bulan akan dipotong oleh kurangnya jumlah uang yang ada di mesin kasir setiap harinya. Terbukti hingga sekitar enam bulan aku bekerja, setiap hari pasti ada jumlah yang kurang di mesin kasirku yang mengakibatkan terpotongnya besaran gaji yang aku terima. Nominal pengurangannya pun lumayan besar setelah dikalkulasikan selama satu bulan, yakni sekitar Rp. 100.000 hingga Rp. 250.000. Belum lagi potongan gaji yang diterapkan apabila ada produk di rack-ku yang sudah menyentuh tempo kadaluarsa, maka gajiku akan dipotong dengan harga total barang yang kadaluarsa tersebut.

Hal tersebut pun sering menjadi akal-akalan, contohnya seperti yang pernah aku alami sendiri. Saat itu aku sudah memeriksa semua produk yang ada di rack-ku sudah aman, dalam artian sudah bersih dan tidak ada yang expired. Setelah hari berganti, ketika evaluasi, kepala toko ditemukan ada beberapa produk yang expired di rack-ku. Benar-benar tanda tanya. Tambahan, salah satu hal yang membuatku kesal ketika bekerja di Alfamart adalah jam kerjanya melewati jam kerja yang ditentukan. Semisal normalnya jam kerja adalah 8 jam, setelah melewati jam yang ditentukan, aku seringkali mendapatkan tugas tambahan seperti menyebarkan brosur promosi di jalanan.

Tips Untuk Calon Pramuniaga Alfamart

Untuk para pembaca yang berencana bekerja sebagai pramuniaga atau kasir di Alfamart, aku sangat menyarankan untuk menyiapkan mental matang-matang, mengingat jika berkaca dengan pengalamanku diatas, pramuniaga Alfamart harus tahan banting dan loyal kepada perusahaan. Selain itu, selalu jaga ketelitian dalam bekerja karena dapat merugikan diri sendiri. Kuatkan jiwa sosial dalam diri karena harus bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan kerja. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar