Pengalaman Kerja Public Relation, Bukan Profesi Sederhana!

Senang berinteraksi dengan orang baru, mengantarkan saya pada posisi kerja sebagai PR alias public relation.  Posisi PR menjadi representatif citra perusahaan di mata khalayak umum. Setiap informasi dan pemikiran yang saya sampaikan selaku public relation, pada rapat dewan perusahaan akan menjadi acuan inovasi dan keputusan baru. Pengalaman bekerja dibidang ini cukup menarik, kerap menambah pengetahuan dan relasi secara individu.

Awal Melamar Bekerja Ke Ibu Kota

public relation

 

Setelah lulus kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Bandung, lantas memutuskan pindah ke Jakarta. Harapan pindah ke Ibu Kota pada kala itu, agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Profesi sebelumnya saya bekerja sebagai finansial administrasi selama hampir empat tahun.

Teman saya yang juga seorang HRD di salah satu anak cabang perusahaan tersebut, memberikan informasi loker sebagai Public Relation. Tanpa menunggu lama CV dan resume pun dikirim melalui e-mail. Ternyata tiga hari kemudia staff HRD kantor pusat perusahaan tersebut menghubungi perihal jadwal wawancara melalui pesan whatsaap.

Sesi interview sendiri di lakukan dalam 3 tahap yang meliputi test tertulis, psikotest, dan test tatap muka. Orang-orang yang saya temui masih tergolong profesional muda, dan hampir semuanya menebarkan energi positif di dalam ruangan. Saat itu rasanya saya benar-benar ingin bergabung menjadi bagian dari karyawan perusahaan minuman bersoda tersebut.

PR Bukan Profesi Yang Sederhana

public relation
Public Relation Kreatif dan Ber Wawasan

Walaupun pekerjaan sebagai PR terdengar mudah dan sederhana, namun melakukan koordinasi dengan orang banyak tidak sesimpel yang terlihat. Di butuhkan kepala dan hati yang dingin agar tidak mengutamakan ego pribadi, melainkan mengubah sudut pandang menjadi lebih obyektif.

Komunikatif dan percaya diri merupakan hal terpenting yang saya persiapkan, ketika melamar sebagai PR pada sebuah perusahaan berskala internasional di Jakarta. Profesi ini memiliki job deskripsi yang menutut setiap individunya mampu mengambil keputusan yang kritis dan tepat.

Karena bagaimana pun juga, tanggung jawab membangun citra perusahaan berada di pundak tim hubungan masyarakat. Sehingga akan melambatkan kinerja jika profesional tersebut tidak mampu berpikir taktis dan kesulitan membuat eksekusi perencanaan yang strategis.

Penguasaan Diri Terhadap Profesi Pekerjaan

Usaha memberikan yang terbaik saat interview tidaklah sia-sia. Terbukti posisi sebagai PR sekarang menjadi miliki saya. Pada awal mendatangani kontrak sedikitnya gambaran mengenai tanggung jawab profesi ini adalah mampu melakukan analisa perkembangan tren di dalam masyrakat. Khususnya target pasar tertentu yang di segmentasikan untuk pengembangan produk perusahaan.

Saya di wajibkan untuk terus up-to-date terhadap kondisi pasar dan memiliki relasi yang baik dengan market maupun petinggi kantor. Semakin luas relasi yang dapat terjalin ternyata akan memudahkan proses penyelesaian pekerjaan. Pekerjaan public relation di tuntut untuk mempunyai kemampuan menulis yang bagus.

Ketika ada sebuah produk yang akan di launching, maka tugas PR adalah membantu membangun branding produk. Melalui bantuan orang-orang berpengaruh di sektor tersebut, biasanya citra positif dapat diperkenalkan. Saya kerap bersinergi dengan bagian marketing berpromosi lewat event-event besar, media massa, bantuan selebgram, membuka stand di tempat-tempat strategis. Bekerjasama dengan media sosial ataupun pers, vloger atau bloger. Semua itu terbukti mampu mengangkat nilai jual suatu produk dan level produk di mata masyarakat.

Berlatih Menambah Kemampuan Berbicara

public relation
Pengertian Public Relation

Di awal periode bekerja saya selalu gugup dan tidak percaya diri untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu. Hal ini menjadi faktor yang membuat calon partner kerjasama meragu dan membatalkan bergabung.Seorang PR tidak mampu berkomunikasi dan hanya paham secara teori, tentu ada perasaan gagal.

Orang akan menilai profesional atau tidaknya seseorang, dari seberapa jauh ia mampu menguasai pekerjaannya.Tetapi tidak ada waktu untuk meratapi. Latihan berbicara di depan kaca, banyak bergaul dan tidak menjadi pribadi yang pendiam. Alhasil skill berbicara lambat laun meningkat sehingga rasa percaya diri juga terus bertambah.

Menjadi Individu Berwawasan Luas dan Kreatif

Kreatifitas seorang public relation di tuntut untuk tidak pernah berhenti dan harus mampu menelurka ide-ide segar baru yang original. Itulah mengapa seorang PR umumnya akan bekerja di dalam satu tim. Karena pemikiran banyak orang dapat memunculkan peluang-peluang baru yang tidak terduga.

Bekerja sama dengan tim yang besar memang menyenangkan tetapi tidak selamanya pendapat yang sama keluar dari kepala yang berbeda. Tantangan disini adalah menyatukan pemikiran dan ide yang beragam, mau mengalah atau memperjuangkan pendapat. Semua harus disesuaikan, karena terus memaksakan pendapat membuat seseorang egois. Sementara terus mengalah akan menghilangkan intensitas individu dalam perusahaan.

Di Tuntut Untuk Serba Bisa

Selama bekerja sebagai PR nilai kejujuran terus saya terapkan. Berhubung diri ini tidak suka sesuatu yang merepotkan. Menyalahgunakan wewenangan maka mengharuskan seseorang berpikir cerdik dan terus mencari cara agar tidak ketahuan. Beban pekerjaan yang sudah banyak untuk apa di tambah lagi dengan masalah lainnya.

Ruang lingkup pekerjaan public relation tidak hanya berkutat pada komunikasi dan representatif. Menguasai setidaknya dasar dari cabang pekerjaan lain juga menjadi keharusan. Karena siapa orang yang PR akan temui tidak ada yang pernah tahu. Agar tidak membuat malu perusahaan yang di wakilkan, maka sudah keharusan untuk terus belajar hal-hal yang baru.

Menyesuaikan Pembahasan Agar Pesan Tersampaikan

Berhubung perusahaan tempat saya bekerja memiliki banyak rekanan baik dari dalam maupun luar negeri. Maka tim di tuntut untuk  mampu menyesuaikan peraturan yang berlaku pada negara-negara tertentu. Selain itu berhati-hati untuk tidak bersinggungan dengan isu negatif yang sedang berkembang di masyarakat.

Setiap harinya saya haus sarapan dengan menonton berita agar mengetahui pekembangan isu serta arah tren yang tercipta. Jika tidak ada trend yang terbentuk, maka kami tim PR akan membuatnya untuk para target pasar. Disinilah ide-ide membuat konten agar pesan tertentu tersampaikan dimulai.

Selain berkonsentrasi terhadap hubungan dengan masyarakat, saya dan tim bertanggung jawab menjaga relasi dengan investor dan rekanan kerja perusahaan lainnya. Ada kalanya harus berdialog dengan lembaga-lembaga sosial tertentu, karena menginginkan kepastian kontribusi produk pada kehidupan khalayak umum, khususnya konsumen.

Disinilah kemampuan membangun komunikasi baik dalam bentuk verbal dan non verbal di uji kualitasnya. Saya harus mampu melihat siapa lawan bicaranya. Kemudian berasal dari background yang seperti apa. Semuanya merupakan upaya agar menyesuaikan bahasa dan topik pembahasan. Sehingga pesan yang disampaikan dimengerti.

Tinggalkan komentar