Pengalaman Tes Masuk PLN, yang Mau Masuk, Baca!

Sebutkan beberapa perusahaan milik negara yang paling berdampak di seluruh wilayah Indonesia. Tentu Perusahaan Listrik Negara, atau kerap disingkat PLN, akan masuk ke dalamnya.

Baca Juga : Pengalaman Test IELTS Band Score 6.5, Kalian Bisa Lebih!

 

Zaman sekarang, siapa yang tidak butuh listrik? Listrik seakan tak lagi sekadar menjadi kemewahan (meski mungkin di beberapa pelosok masih sulit ditemukan), namun sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Jutaan orang mengutuk PLN saat listrik di rumahnya tiba-tiba mati. Jutaan orang pula yang mencaci-maki saat tarif listrik naik lagi. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ada puluhan ribu orang yang berbondong-bondong mengikuti seleksi demi bekerja di PLN?

Selain mengandalkan kepintaran, keberuntungan, serta lampu hijau dari Yang Mahakuasa, tentu kita butuh satu hal lagi untuk lolos tes PLN: informasi.

Ya, informasi begitu penting. Jangan sampai hasrat sudah menggebu-gebu untuk bekerja di PLN, tahu-tahu kita tanggal pendaftarannya sudah lewat. Pupus sudah harapan. Maka dari itu, rajin-rajinlah mengunjungi website resmi PLN di rekrutmen.pln.co.id.

Baca Juga : Pengalaman Tes CPNS Kemenkumham, Begini tahap Seleksinya!

Jika ada lowongan buka yang sesuai dengan kita, langsung saja daftar. Masukkan data diri secara lengkap, pastikan tidak ada kesalahan. Setelah itu, persiapkan diri baik-baik menghadapi serangkaian tes sebelum kita bisa dinyatakan diterima.

Untuk bekerja di PLN ini, ada berbagai tahapan tes yang dilakukan. Masing-masing punya tantangan tersendiri, namun pada umumnya tes PLN kurang-lebih, kok, dengan tes-tes pencarian kerja lainnya.

Tahap pertama tes berupa tes GAT (General Aptitude Test). Jenis tesnya seperti psikotes, akan tetapi lebih mudah. Isinya berupa pengetahuan umum, tes sinonim kata, aritmatika, deret angka, kemampuan ruang dan gambar, hingga menghafal cepat. Tips mengerjakan soal seperti ini adalah butuh ketelitian, tetapi jangan lupa juga untuk mengerjakan dengan cepat karena waktu yang diberikan cukup sedikit.

Tes GAT ini dilakukan secara offline. Tesnya dikerjakan di lembaran kertas yang telah disediakan panitia. Cara mengerjakannya juga perlu diingat, karena berupa soal pilihan ganda. Pada jawaban yang ingin diisi, cukup digaris miring, bukan diarsir seperti saat mengerjakan soal di sekolah.

Esoknya, usai tes GAT, kita akan menghadapi tes Bahasa Inggris dan kemampuan akademik. Untuk tes kemampuan akademik, materi yang diuji merupakan materi yang kita dapat saat kuliah. Soalnya bertipe soal dasar, jadi cenderung tidak terlalu sulit asalkan kita mengerti.

Tahap selanjutnya adalah psikotes. Baik tes kerja dan beasiswa selalu menghadirkan jenis tes yang satu ini, tak lain tak bukan untuk mengetahui karakter si calon penerima kerja atau beasiswa. Tesnya terbagi menjadi beberapa jenis, seperti tes koran, menggambar pohon, menggambar orang, tes wartegg, dan papikostik.

Contoh tes koran

Untuk tes menggambar, jangan khawatir jika gambar kita jelek. Bukan jelek-bagusnya yang dinilai. Ingat, ini bukan pelajaran seni rupa. Menggambarlah apa adanya. Saya sendiri pernah mengikuti tes beasiswa dan lolos, padahal menggambar perempuan saja bisa melenceng jadi seperti Anabelle.

Ada juga tes mengisi kekurangan dan kelebihan dalam diri kita. Tulis yang benar-benar mencerminkan diri kita. Jika bingung, ingat kembali, seperti apa diri kita? Untuk menulis kekurangan, tulislah yang sebenar-benarnya. Pastikan kamu punya solusi mengatasi kekurangan yang kamu miliki.

Usai menjalani psikotes, kesehatan serta fisik kita pun akan dinilai. Di sini biasanya banyak yang harap-harap cemas. Bagaimana jika kita mengira diri kita sehat, tetapi ternyata tidak? Tenang saja, jangan gugup saat tes berlangsung. Cobalah hidup sehat sehingga paling tidak kondisi tubuh akan membaik.

Indikator yang dinilai dalam pelaksanaan tes fisik ini cukup berat. Pertama, tinggi dan berat badan harus ideal. Ideal ya, artinya tidak perlu selangsing artis. Indikator kedua yaitu ketajaman mata. Bagi yang matanya minus, wajib waspada, ya.

Baca Juga : Pengalaman Tes CPNS: Sulitnya Melengkapi Berkas Administrasi

Selain itu, periksa gigi sebelum melakukan tes fisik. Tambal gigi yang bolong, cabut gigi yang rusak. Bersihkan juga gigi supaya kinclong dan bebas dari karang gigi. Terlihat sepele, tetapi penting. Bayangkan saja dari ribuan peserta, nilainya sama-sama bagus dan kepribadian juga oke. Satunya punya gigi bersih, satunya amburadul. Pilih yang mana, coba?

Tes kesehatan beda dengan tes fisik. Pada tes kesehatan, ada beberapa yang diperiksa, seperti urine, darah, detak jantung, serta rontgen dada. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Dari tubuh tubuh yang sehat, tercermin pula gaya hidup sehat.

Jika seluruh tes sudah dilakukan, maka tibalah ke tahap terakhir, yaitu wawancara. Latihan berbicara di depan cermin akan sangat membantu kita supaya tidak gugup. Pada saat wawancara, jangan berbohong. Jawablah dengan positif dan ingat batasan, jangan sampai melenceng membicarakan hal yang tidak perlu.

Nge-blank adalah keinginan setiap manusia yang sedang diwawancara. Jika tak mengerti dengan apa yang ditanda, mintalah pewawancara untuk mengulangi. Gunakan kata-kata yang sopan, misalnya “Maaf Bu, bisa diperjelas?” alih-alih mengucapkan “Hah? Apa?”.

Masuk ke dalam ruangan dengan sopan, ucapkan salam, dan jangan lupa tersenyum. Jangan membuat gerak-gerik yang memalukan. Saya sendiri pernah diwawancara untuk beasiswa. Setelah selesai, saya beranjak dari kursi dan secara tidak sengaja hampir terjungkal ke belakang. Untunglah saya bisa mengendalikan diri, padahal dalam hati malu setengah mati!

Tahap wawancara tersebut merupakan gerbang bagi kita bekerja di PLN. Jika sudah melewati tahap itu, maka tunggulah kabar baik yang akan segera tiba. Semoga berhasil!

Tinggalkan komentar