Pengalaman Seleksi Masuk STIS, Berhasil Lolos?

Setelah lulus SMA, kuliah adalah salah satu pilihan yang kerap dipilih oleh para pelajar. Ada banyak pilihan kampus yang bisa dijadikan tempat untuk menuntut ilmu. Selain PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta), sekolah tinggi ikatan dinas juga menarik dan sering menjadi rebutan para calon mahasiswanya.

Mengapa Sekolah Tinggi Ikatan Dinas Banyak Diminati?

Bukan rahasia lagi bahwa minat calon mahasiswa untuk masuk ke sekolah kedinasan cukup tinggi. Hal ini karena ada berbagai keuntungan yang bisa dinikmati ketika menjadi mahasiswa ikatan dinas.

Keuntungan yang pertama tentu ikatan dinas yang ditawarkan setelah mahasiswa lulus nantinya alias status CPNS. Langsung mendapat pekerjaan dengan gaji yang tak sedikit adalah tawaran yang menggiurkan hingga membuat banyak pelajar rela belajar mati-matian untuk menembus seleksi masuk sekolah kedinasan.

Biaya kuliah yang gratis juga menjadi alasan mengapa banyak yang berminat kuliah di sekolah kedinasan. Tak hanya gratis, mahasiswa juga memperoleh uang tunjangan untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan. Menarik, bukan? Tapi, berdasarkan informasi terbaru, uang tunjangan mahasiswa ini sudah tak diberikan.

Baca juga : Pengalaman Tes Telkom, Begini Tahapan Tesnya!

STAN dan STIS, Dua Sekolah Kedinasan Favorit

Bicara tentang sekolah kedinasan, ada dua kampus yang menjadi favorit para calon mahasiswa. Ya, bukan rahasia lagi jika STAN menjadi primadona di antara banyak sekolah kedinasan di Indonesia. Selain berbagai keuntungan di atas, jumlah mahasiswa yang dibutuhkan juga tinggi. Sehingga, peluang masuk STAN bisa dibilang cukup besar dibandingkan sekolah kedinasan lainnya.

Nah, selain STAN, STIS juga tak kalah diminati. Berbeda dengan STAN yang menyediakan slot hingga ribuan mahasiswa, STIS hanya mengambil sekitar 500-an mahasiswa setiap tahunnya. Untuk peluang masuk STIS bisa dibilang tipis, karena dari sekian slot yang diambil, ada sekitar 25.000-an pendaftar yang siap memperebutkannya. Jadi, hanya 2% mahasiswa yang berhasil masuk ke kampus dengan ciri khas seragam berwarna biru ini.

Tahap-Tahap Seleksi Masuk STIS

Untuk dapat menuntut ilmu di STIS, tentunya ada beberapa seleksi yang harus diikuti. Berikut adalah tahapan-tahapan seleksinya.

1. Tes Akademik

Tes yang pertama adalah tes akademik. Dua mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika dan Bahasa Inggris. Tapi, berdasarkan informasi terbaru, sejak tahun 2018, tes Bahasa Inggris telah dihapuskan.

Tes tahap satu ini disebut-sebut sebagai tahapan yang paling menantang. Bagaimana tidak, pada tahap ini sekitar 90% pendaftar akan gugur. Jadi, hanya tersisa 2000-an calon mahasiswa saja.

2. Tes Kemampuan Dasar

Dari 10% pendaftar yang lolos, akan lanjut ke tahap dua, yaitu tes kemampuan dasar. Tes ini juga sering disebut sebagai tes CPNS. Dari tes ini, ada beberapa subtest-nya. Apa saja, sih?

Tes Wawasan Kebangsaan
Materi yang diujikan pada tes ini adalah seputar wawasan kebangsaan. Ya, bisa dibilang materi yang diujikan pada tes ini seperti mata pelajaran Sejarah, Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Tes Intelejensia Umum
Untuk tes intelejensia umum, materi yang diujikan adalah seputar kemampuan penalaran, numerik, dan verbal.

Tes Karakteristik Pribadi
Berbeda dengan tes yang lain, tes karakteristik pribadi lebih terfokus pada penggalian karakter masing-masing pendaftar.

3. Psikotes

Lolos dari tahap kedua, maka bersiaplah untuk menghadapi psikotes. Kalau pada tes karakteristik pribadi adalah untuk mengetahui karakter masing-masing pendaftar, maka pada psikotes dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam mengenai kepribadian pendaftar.

Untuk mengetahui kepribadian masing-masing individu, ada beberapa rangkaian tes tahap tiga yang perlu diikuti, misalnya saja pendaftar diminta untuk menjawab pertanyaan tentang kepribadian, kemudian diminta menggambar, uji ketelitian, mengerjakan studi kasus, dan juga menjumlahkan angka yang berdekatan secara cepat.

4. Tes Kesehatan

Tahap terakhir dari rangkaian seleksi masuk STIS adalah tes kesehatan. Bisa dibilang tes satu ini adalah yang paling menentukan apakah kamu bisa jadi mahasiswa STIS atau tidak. Tes kesehatan meliputi apa saja, sih?

Pada tes ini, ada beberapa tes kesehatan yang akan dilakukan, antara lain indeks tubuh, detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, uji darah lengkap, buta mata, visus mata, tes urin, pernapasan, EKG, dan rontgen.

Nah, itu tadi adalah beberapa informasi tentang seleksi masuk STIS. Lalu, apakah aku berhasil lolos seluruh rangkaian tes ke sekolah kedinasan favorit ini?

Berhasilkah Lolos Seleksi STIS?

Di tahun 2017 aku memberanikan diri untuk mencoba mengikuti seleksi masuk STIS. Karena aku tinggal di Jawa Timur, saat itu aku ikut seleksi di Surabaya, tepatnya di salah satu perguruan tinggi di sana.

Kesan pertama aku ikut seleksi masuk STIS adalah ramai. Banyak sekali anak seumuranku yang hendak mengikuti tes. Tentu tingginya minat ini berbanding lurus dengan berbagai keuntungan yang didapatkan nantinya.

Saat memasuki ruangan, aku sempat nyasar, bahkan nyaris gepeng karena tergencet pintu lift demi mencari ruangan. Namun, akhirnya aku berhasil masuk ke ruang ujian sebelum seleksi dimulai.

Ini adalah tes tahap pertama, yaitu tes akademik yang meliputi Matematika dan Bahasa Inggris. Dalam satu kelas ada 20 peserta tes dan 2 pengawas. Aku cukup percaya diri dengan kemampuan Bahasa Inggris-ku. Tapi, saat soal dibagikan, banyak jawaban tidak yakin yang aku isikan. Apalagi ketika mengerjakan soal matematika, rupanya matematika yang dimaksud mencakup matematika IPA.

Jika ditanya berapa persen keyakinanku untuk lolos di tahap satu, aku bahkan sudah bisa memprediksi hasilnya. Aku tidak akan lolos seleksi tahap satu. Karena hanya 2000-an orang yang diambil dari tahap ini, dan aku tidak yakin dengan mayoritas jawaban atas soal-soal tadi.

Dan benar juga, saat pengumuman, namaku tidak ada di daftar peserta lolos. Kecewa memang, tapi aku sadar akan berbagai kekurangan dan kesalahanku sehingga aku tidak lolos seleksi masuk, bahkan di seleksi tahap satu.

Persiapan Seleksi Masuk STIS

Bagi teman-teman yang tak ingin bernasib sama denganku, ada beberapa persiapan yang harus kamu lakukan sebelum mengikuti tes masuk STIS. Apa saja itu?

1. Belajar

Belajar adalah hal wajib bagi kamu yang ingin masuk STIS. Berdasarkan pengalamanku, saat itu aku tidak belajar dengan sungguh-sungguh karena masih mempersiapkan diri pula untuk SBMPTN. Benar, saat itu aku tidak fokus belajar untuk seleksi masuk STIS.

2. Banyak Latihan Soal

Tidak hanya belajar, kamu juga perlu memperkaya dirimu dengan berbagai model soal. Cara ini bisa kamu lakukan dengan mencari contoh-contoh soal seleksi masuk STIS di tahun-tahun sebelumnya. Dengan begini, kamu bisa memprediksi, kira-kira model soal seperti apakah yang keluar nantinya.

Ini juga menjadi salah satu hal yang tak aku lakukan. Kalau diingat-ingat, aku 2-3 kali membaca soal-soal seleksi masuk STIS tanpa mencoba memecahkannya. Bahkan, aku tidak menyadari bahwa soal matematika yang diujikan termasuk matematika IPA.

3. Mental

Perlu kamu ketahui, bahwa seleksi masuk bukan hanya tentang seberapa besar pengetahuan, tapi seberapa tenang kamu menghadapi ujian. Di saat ujian, akan ada banyak hal yang mampu mempengaruhimu.

Misalnya saja saat kamu melihat peserta lain sangat tenang dan yakin mengerjakan ujian, membuat kamu mulai gusar karena kamu kesulitan dalam mengerjakan soal. Saat peserta lain tidak sengaja menjatuhkan kotak pensilnya, kamu tidak bisa fokus mengerjakan karena merasa terganggu.

Hal-hal seperti ini tidak akan mempengaruhimu, jika kamu menerapkan prinsip tenang dalam pikiranmu. Pahami saja, bahwa apa pun hasilnya kamu telah melakukan yang terbaik, sehingga kamu akan merasa lebih tenang dalam menjalani ujian.

4. Sarapan

Baca juga : Pengalaman Gap Year Demi Masuk Universitas Terbaik di Indonesia

Jangan lupa sarapan! Lagi-lagi, ini adalah kesalahan fatal yang aku lakukan ketika mengikuti seleksi masuk STIS. Aku tidak sempat sarapan karena hampir telat masuk ke ruang ujian.

Ketika mengerjakan soal ujian, energimu akan terkuras karena kamu dituntut untuk berpikir keras. Saat itu aku nyaris pingsan seusai ujian, karena melewatkan waktu sarapan. Bahkan, ketika di dalam kelas aku jadi tidak fokus berpikir.

Ingat juga bahwa kesehatan itu penting. Percuma saja kamu lolos seleksi tahap 1-3, kalau nantinya kamu gugur di tes tahap 4 karena sakit. Jadi, persiapkan pula kondisi kesehatanmu dari awal.

5. Cek Ruang & Kelengkapan

Bagi kamu yang berasal dari luar kota, aku sarankan untuk datang setidaknya H-1 ujian untuk cek lokasi ujian. Bahkan, kalau misalnya diperbolehkan, kamu bisa mencari ruang ujianmu agar tidak tersesat di keesokan harinya.
Selain itu, usahakan untuk datang lebih awal di hari ujian. Hal ini akan membuatmu lebih tenang. Bahkan, kamu juga memiliki waktu untuk sarapan di lokasi ujian.

Persiapkan pula perlengkapan ujian yang kamu butuhkan, seperti kartu ujian, pensil, penghapus, atau papan ujian jika diperlukan.

Baca juga : Pengalaman Mesin ATM Mati saat Tarik Tunai, Saldo Terpotong?

6. Berdoa

Kunci utama kesuksesan adalah kehendak Tuhan. Maka dari itu, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum melaksanakan ujian. Sejalan dengan doa, kamu juga harus berusaha dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Sekian pengalaman yang bisa aku bagi seputar seleksi masuk STIS. Walau pun aku tidak lolos saat itu, semoga kamu bisa memetik hikmah dari pengalamanku yang pernah gagal ini. Tetap semangat dan yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya yang bersungguh-sungguh.

Tinggalkan komentar