Begini Cara Membuat Proposal Usaha yang Menarik

Pengajuan proposal usaha disinyalir mampu mendorong kesuksesan suatu bisnis.  Terutama ketika ingin memenangkan tender wajib dimulai dari pengajuan proposal yang menarik. Oleh karenannya patut dipahami bagaimana cara membuat proposal usaha yang baik dan benar, beserta contohnya.

Rupanya peran proposal usaha tersebut sangat penting, jangan sampai membuat proposal yang salah karena berdampak bagi usaha sendiri. Berikut ini cara-cara untuk membuat proposal khusus usaha hingga tahap mengeditnya.

Langkah-langkah Membuat Proposal Usaha

Intip Cara Membuat Proposal Usaha Paling Menarik
(foto : liputan6.com)

Ingin usaha semakin maju dan mendapatkan investor atau tendor. Ikuti langkah-langkah berikut ini agar usaha semakin sukses.

1. Kumpulkan Informasi Lengkap

Sebelum membuat proposal usaha hendaknya mengumpulkan informasi lengkap. Misalnya, informasi terkait proyaek yang ditawarkan harus mendetail. Ingat informasi detail bukan hanya lingkup bisnis saja, tetapi seputar perusahaan yang dituju.

Detail informasi bukan hanya tentang bisnis Anda, tetapi juga perusahaan yang dituju. Jadi,  sebelum mulai menulis harus mengetahui beberapa hal berikut ini:

  • Siapa pembeli atau perusahaan yang dituju.
  • Apa saja celah memasukkan perusahaan.
  • Berapa anggaran proposal usaha.
  • Apakah ada deadline pengajuan proposal usaha.
  • Apa saja solusi terbaik yang ditawarkan untuk perusahaan dan individu yang menerima proposal.
  • Berapa dana yang diperoleh apabila proposal usaha diterima.

2. Membuat Garis Besar Lingkup Usaha

Pembuatan proposal hendaknya memahami ringkasan mengenai lingkup proyek. Beberapa aspek yang wajib dipertimbangkan adalah fitur, fungsi, tugas, biaya dan jadwal. Memperoleh gambaran aspek-aspek dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Who, siapa penanggung jawab untuk menjalankan dan mengelola usaha.
  • What, apa saja perlu diminta dan disampaikan. Hal-hal yang hendaknya dilakukan dan apa yang diperoleh pelanggan.
  • Where, di mana pekerjaan atau usaha mulai dilakukan.
  • When, kapan memulai pengerjaan usaha dan deadline wajib selesai.
  • How, meliputi bagaimana cara menyelesaikan, mengembangkan, hingga mengelola proyek. Ada juga pertanyaan bagaimana cara memenuhi kepuasan pelanggan dan bagaimana menyesuaikan dengan quality control.
  • Why, meliputi mengapa memilih pendekatan dan alternatif tertentu dalam menjalankan usaha. Selain itu, ditujukan untuk mempertanyakan mengapa pelanggan atau pembeli harus memilih Anda.

3. Perkiraan Tenaga Kerja dan Biaya Usaha

Sejak awal pembangunan usaha perkirakan juga berapa biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jangan lupa waktu atau deadline pengerjaan merupakan hal wajib ditentukan. Supaya pekerjaan atau usaha cepat selesai dan antisipasi jika ada hambatan dapat melebihkan waktu.

Contohnya, satu pengerjaan kue penikahan memerlukan waktu 12 jam. Namun, untuk antisipasi jika lampu mati atau hambatan, maka waktu pengerjaan yang tertera dalam proposal paling lama 1-2 hari. Kelebihannya jika pengerjaan berjalan lanca maka kelebihan waktu dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan lain.

4. Cara Membuat Proposal Usaha

Proposal usaha yang baik mudah dipahami oleh pembaca terutama calon investor, partner, hingga pihak bank. Ada 7 hal yang dibutuhkan guna pembuatan proposal usaha yang baik dan benar.

1. Halaman Judul

Terdapat pada bagian depan sekali dan tecantum nama proposal usaha dengan huruf kapital dan mudah dibaca. Umumnya penulisan menggunakan font Arial, Times New Roman, dan Tahoma. Cantumkan juga nama lengkap individu atau kelompok yang mengajukan proposal.

2. Table of Contents atau Daftar Isi

Dari halaman judul hingga bagian akhir proposal memiliki nomor halaman. Nomor halaman tersebut kemudian dimasukkan dalam daftar isi agar lebih tertata dan tidak membuat pembaca kebingungan.

3. Ringkasan Usaha

Gambaran secara keseluruhan usaha yang digeluti dengan padat, singkat, dan jelas. Ringkasan ini dapat mendeskripsikan usaha secara keseluruhan dan penyusunannya sistematis. Ketika penerima yakni perusahaan maupun individu membacanya sudah mengetahui tujuan proposal usaha.

4. Analisis Situasi

Bagian paling penting saat membuat rencana usaha karena memuat kiat menjalankannya agar lancar. Analisis usaha juga memuat keuntungan yang diharapkan. Umumnya metode analisis ini menggunakan SWOT yakni kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman. Hendaknya menggambakan produk atau jasa yang ditawarkan, harga, promosi, dan distribusi. Disamping itu, jelaskan pula siapa yang mengerjakannya dan target pasar.

5. Tujuan Usaha

Nama lainnya adalah target yang hendak dicapai dari organisasi usaha harus terukur dan jelas. Terutama jangka waktu mencapainya, target harus obyektif dan sasarannya jelas. Susun tujuan usaha dengan spesifik, contohnya ‘Memperoleh 10% pangsa pasar dalam waktu 9 bulan usai peluncuran produk baru.’

6. Strategi Usaha

Strategi merupakan sesuatu yang diperlukan agar mencapai sasaran yang sudah ditetapkan. Strategi usaha menggambarkan langkah secara garis besar untuk mencapai sasaran. Apabila tujuan merupakan suatu tempat, maka strategi sebagai rute yang dapat diambil untuk mencapai tempat tersebut. Sementara, jika tujuan usaha meluncurkan produk baru strategi awal yang diambil yaitu menciptakan keberadaan produk baru agar dikenal masyarakat.

7. Taktik Pelaksanaan

Taktik berbeda dari strategi, dalam taktik memuat langkah-langkah khusus agar tujuan atau sasaran usaha tercapai. Contoh, agar produk dijual ke toko-toko maka membuat progam trade promo untuk pedagang grosiran maupun warung kecil. Namun, jika ingin produk dibeli oleh pelanggan tertentu, maka harus membuat program promo bagi pelanggan operasi usaha dan anggaran investasi.

5. Mengedit Proposal Usaha

Bagian paling penting setelah proposal usaha dibuat adalah mengecek kembali dan melakukan pengeditan jika dibutuhkan. Pengecekan dapat dilakukan sendiri maupun meminta rekan untuk mengetahui apakah masih ada kesalahan. Idealnya pembuatan proposal usaha tidak terlalu panjang.

Pantau juga apakah bahasa yang digunakan sederhana, ringkas, dan jelas untuk dipahami oleh perusahaan maupun klien. Ingat, apabila ada kompetitor lain yang bersaing dalam proyek yang sama tidak perluh melebihkan pelayanan dan keuntungan yang ditawarkan. Maksudnya tidak perlu menggunakan kata-kata hiperbola dalam penawaran proposal bisnis.

Baca juga : Cara Melamar Kerja Lewat Email Biar Diterima? Tips AMPUH!

Contoh Proposal Usaha Sederhana

Berikut ini contoh proposal usaha sederhana untuk bisnis berskala menengah.

Judul proposal usaha   : Forever Love Bakery

Rencana produk            : Usaha Forever Love Bakery adalah jenis usaha penjualan roti, kue kering, kue basah, dan kue untuk oleh-oleh maupun souvenir dengan cita rasa lezat. Sangat cocok dijadikan camilan atau jamuan ketika acara pesta.

Analisis situasi menggunakan metode SWOT :

  • Strength atau Kekuatan

Usaha roti dan kue ini memiliki cita rasa khas dan tampilan berbeda dari bakery lainnya. Bahan-bahan digunakan premium dan proses pembuatannya sangat higienis.

  • Weakness atau Kelemahan

Produk roti dan kue tidak dapat bertahan lama dan mudah ditiru orang lain.

  • Opportunity atau Kesempatan

Budaya konsumtif masyarakat menjadi peluang utama untuk meraih keuntungan dengan menjual roti yang memiliki beragam rasa.

  • Threat
    Banyak kompetitor atau produsen bakery yang terkenal di Yogyakarta. Harga bahan baku pembuatan roti dan kue tidak stabil sehingga kemungkinan mengurangi profit.

Tujuan usaha   : Dapat meraih konsumen 5% dari pangsa pasar di Yogyakarta dalam 3 bulan pertama. Pada bulan keenam sudah meningkat menjadi 10% konsumen dari pangsa pasar Yogyakarta.

Keunggulan produk :

  • Roti dan kue dibuat dari bahan berkualitas dan segar.
  • Roti dan kue yang dijual bebas dari bahan pengawet, bergizi, dan lezat.
  • Harga yang ditawakan relatif murah sehingga dijangkau seluruh golongan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa.
  • Roti dan kue tersedia dalam berbagai cita rasa.

Bahan dan alat yang diperlukan :

  • Tepung terigu sebanyak 34 kg
  • Gula 17 kg
  • Garam 200 gr
  • Mentega 17 kg
  • Isi roti, yakni selai cokelat, nanas, stawberry, vanila, dan lainnya sebanyak 6 kg
  • Ragi 1 kg
  • Telur 70 butir

Proses pembuatan produk roti :

  1. Mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat roti seperti tepung terigu, gula dan garam, ragi, selai, mentega, dan telur.
  2. Takar sesuai berdasarkan hitungan timbangan.
  3. Campurkan tepung terigu, telur, garam, gula, mentega, dan ragi sampai adonan merata.
  4. Aduk adonan menggunakan mixer dan masukan air secukupnya dan diamkan 15 menit.
  5. Bagi adonan sesuai selera, dibentuk, dan diisi selai sesuai selera.
  6. Masukkan ke dalam loyang besar, panggang dalam oven selama 15 menit (suhu 170ºC).
  7. Setelah matang, dingingkan roti sekitar 1 jam.
  8. Setelah dingin roti siap untuk dikemas.

Biaya produksi bahan baku harian :

BahanJumlahHarga
Tepung terigu34 kgRp. 255.000
Selai6 kgRp. 40.000
Gula pasir17 kgRp. 180.000
Ragi1 kgRp. 50.000
Mentega17 kgRp. 160.000
Garam200 gramRp. 45.000
Telur70 butirRp. 110.000
Plastik90 buahRp. 100.000
TotalRp. 940.000

Perkiraan total biaya alat : Rp. 500.000

Proyeksi Penjualan per hari : Rp. 2.000.000

Laba bersih : Rp. 2.000.000 – (Rp. 940.000 + Rp. 500.000) : Rp. 560.000
Jadi, keuntungan bersih per hari yang diterima sebesar Rp 560.000

Cara membuat proposal usaha sebenarnya tidak begitu sulit asalkan mendetail sehingga tidak menjadi pertanyaan pembaca. Semoga ulasan diatas dapat dipahami dan bermanfaat.

 

Tinggalkan komentar