Pengalaman Berwirausaha Totebag, Simak Ceritaku!

By | Maret 13, 2020

Berwirausaha totebag merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Totebag sering sekali dipakai untuk pergi sekolah, kampus, bahkan hang out. Berikut adalah pengalaman berwirausaha totebag versi saya.

1. Alasan Berwirausaha Totebag

totebag

Alasan berwirausaha totebag adalah karena saya sering memakai totebag untuk bepergian. Pemakaian yang sering membuat saya berpikir bahwa setiap orang pasti sering berbelanja tas jenis ini. Terutama cewek pasti perlu berbagai desain berbeda untuk koleksi.

Selain itu, alasan lainnya karena totebag juga sering digunakan sebagai souvenir di event-event tertentu. Jadi, saya melihat peluang disitu. Bayangkan, biasanya satu kali event akan memesan banyak sekali totebag. Jadi, lumayan kan jika melihat keuntungannya?

2. Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan

totebag

Yang perlu dipersiapkan yaitu modal berupa uang dan barang. Barang yang dibutuhkan berupa mesin sablon, kain, software untuk desain, dan plastik untuk packing. Tapi, bagi saya untuk mesin sablon itu tidak wajib karena bisa diganti pakai jasa print sablon.

Tidak kalah pentingnya, niat adalah satu hal besar yang perlu dipersiapkan. Saya juga dulu memang sudah ada niat yang besar untuk jualan totebag tapi rasa malas terus saya rasakan. Jadi keinginan jual totebag ini sempat tertunda karena malas.

Hal yang perlu dipersiapkan lainnya adalah kemampuan desain. Walaupun cuma bisa dasar-dasarnya, saya cukup bersyukur. Untuk kalian yang tidak bisa mendesain jangan khawatir karena sekarang banyak orang yang membuka jasa desain.

3. Pembuatan Desain

totebag

Hal yang menjadi daya Tarik suatu totebag menurut saya ada pada desainnya. Semakin banyak ragam desain maka ketertarikan calon pembeli semakin tinggi. Saya tahu bahwa biasanya pembeli itu tidak mau jika memakai barang yang desainnya sama dengan orang lain.

Jadi, dalam pembuatan desain, saya membuatnya banyak sekali. Biasanya saya memberlakukan jika satu desain hanya untuk 15 pcs totebag saja. Keragaman desain akan membuat nilai jual juga semakin tinggi.

Pembuatan desain saya memakai corel draw seperti biasanya. Saya biasa membuat desain sesuai dengan kategori target pembeli. Target pembeli saya biasanya adalah anak-anak, remaja menjelang dewasa, dan penggemar kpop.

Untuk target pembeli usia remaja menuju dewasa desainnya bisa cuma sekedar coretan-coretan abstrak. Tapi desain dengan memakai kata-kata juga menarik. Untuk desain menggunakan kata-kata biasanya saya mengutip dari kutipan film baik itu film dalam negeri atau luar negeri.

Jika targetnya anak-anak biasanya saya akan desain kartun. Untuk anak laki-laki biasanya saya akan memfokuskan pada tema bola dan robot. Nah, untuk anak perempuannya saya memfokuskan ke tokoh-tokoh Disney.

Lain halnya jika targetnya penggemar kpop. Saya akan mendesain menyesuaikan idol mereka bahkan beserta atribut – atributnya. Desain yang digunakan bisa berupa fanart dari si idol, lightsticknya, hingga lirik lagu dari idol – idol tersebut.

4. Sablon Desain Totebag

totebag

Sablon desain totebag saya tidak melakukannya secara pribadi karena tidak punya alatnya. Jadi setelah desain biasanya saya akan menyimpan file dengan bentuk png. Lalu mengunggahnya di google drive untuk cadangan dan tak lupa copy di flashdisk.

Setelah desain aman, saya akan pergi untuk membeli bahan totebag. Totebag yang saya jual biasanya berbahan blacu dan kanvas. Setelah dapat totebag polosnya, saya pergi ke tempat sablonan.

Untuk sablon biasanya saya datang ke tempat sablonannya. Kemudian menyerahkan totebag polosannya dan memberikan desainnya juga. Setelah itu saya tinggal dan biasanya akan saya ambil tiga hari kemudian.

5. Pemasaran Totebag

totebag

Pemasaran totebag biasanya saya lakukan ketika penyablonan selesai. Saya hanya menjual totebag yang ready stock saja. Inilah trik saya untuk memasarkan totebag di media sosial.

Cara pertama yaitu memfoto si totebagnya. Untuk backgroundnya bisa gunakan foto alam atau dinding. Tapi saya lebih suka jika backgroundnya menggunakan kertas koran agar warna si totebagnya terlihat.

Setelah totebagnya difoto, saya harus edit dulu fotonya untuk ditambahkan keterangan. Keterangan yang akan saya tambahkan berupa kode barang, warna totebag, harga, dan no cp untuk pemesanan. Setelah selesai edit tinggal simpan.

Langkah terakhir yaitu mengunggahnya di Instagram. Saya biasanya unggah foto secara berkala karena untuk menghindari spam dan followers saya tidak terganggu. Di captionnya jangan lupa untuk menambahkan hashtag yang relevan agar semakin banyak diakses oleh masyarakat Indonesia.

6. Packing dan Pengiriman Totebag

totebag

Bagian terakhir saya akan mengupas tentang cara packing ala saya dan pengirimannya. Untuk packing tak seribet produk-produk jualan saya lainnya karena totebag ini tidak perlu pakai bubble wrap atau dus. Lah terus pakai apa? Jadi, saya hanya menggunakan kresek berlogo toko saya. Saya haya memakai kresek karena totebag tidak mudah rusak jika dibanting mirip dengan baju.

Pengirimannya seperti biasa, ada yang COD dan via Shopee. Untuk yang memilih COD biasanya teman-teman saya karena jaraknya dekat. Jika via Shopee bisa free ongkir tapi pilihannya hanya bisa via jnt karena memang saya mengaturnya seperti itu.

Sejujurnya saya lebih suka pengiriman COD dibandingkan via Shopee. Kenapa? Karena melalui Shopee biasanya uang yang akan keterima lama cairnya apalagi jika pembeli lupa menekan tombol ‘pesanan diterima’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *