Peluang Dan Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan, Peternak Wajib Tahu!

By | September 11, 2020

Usaha ayam potong menjadi salah satu bisnis yang banyak dilirik akhir akhir ini. Kebutuhan konsumen yang semakin meningkat menjadikan keuntungan bisnis ini juga berlipat. Bagi anda yang tertarik dengan bisnis satu ini, sistem kemitraan bisa dijadikan sebagai pilihan karena lebih mudah dan tidak butuh banyak modal. Namun, sebelum itu anda wajib mengetahui peluang dan juga analisa usaha ternak ayam potong kemitraan berikut.

Peluang Bisnis Ternak Ayam Potong Yang Perlu Anda Tahu

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan

Ayam potong merupakan salah satu bidang bisnis yang belakangan menarik perhatian. Sebenarnya bisnis satu ini sudah berkembang sejak lama, namun hingga kini tetap membuka peluang yang begitu besar. Keuntungan yang menggiurkan sampai cara bisnis yang tak hanya modal sendiri menjadi alasannya. Apalagi jika kita melihat fakta di lapangan, jika konsumen akan daging ayam ini masih sangat tinggi di kalangan masyarakat.

Mulai dari daging hingga telur dari ayam memang begitu dibutuhkan oleh masyarakat. Munculnya beberapa restoran juga membuka peluang yang begitu lebar untuk para pembisnis di bidang ternak ayam potong. Dengan melihat peluang yang masih begitu menjanjikan ini, anda yang ingin terjun dalam bisnis ini bisa memilih sistem kemitraan. Sistem kemitraan akan membuat anda tidak perlu menyediakan modal yang besar.

Dengan kemudahan dan peluang yang besar, tak heran jika bisnis ini kemudian begitu dilirik oleh beberapa orang. Terutama para peternak yang sebelumnya bekerja dengan mandiri, kemudian mulai tertarik dengan sistem kemitraan. Dan dengan begitu anda perlu tahu bagaimana analisa usaha ternak ayam potong kemitraan berjalan. Bagi peternak ayam, bisnis kemitraan memang bukanlah hal yang asing.

Karena selain peluang yang masih besar, keuntungan yang didapatkan dari bisnis kemitraan juga cukup menjanjikan. Untuk yang pertama, nantinya anda akan mendapatkan harga ayam yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini dikarenakan pihak kemitraan akan lebih mengetahui harga di pasaran dan jangkauan mereka juga lebih luas. Sehingga peternak atau plasma hanya butuh untuk lebih serius mengelola peternakan.

Tidak hanya itu, dalam sistem kemitraan, seluruh sapronak akan ditanggung oleh perusahaan. Sarana Produksi Peternakan ini umumnya akan terdiri dari obat batan, pakan dan juga bibit. Masing masing kemitraan memang akan memberikan kontrak yang berbeda. Tak jarang beberapa juga membekali dengan pengawas lapangan untuk mengawasi perternakan. Sebelum anda benar benar terjun, memilih kemitraan yang baik menjadi keharusan bagi anda.

Analisa Bisnis Ternak Ayam Potong dengan Sistem Kemitraan

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan

1. Modal

Modal menjadi analisa usaha ternak ayam potong kemitraan yang perlu diperhatikan. Modal ini nantinya akan dibagi menjadi dua,jika dalam sistem kemitraan. Anda sebagai peternak, akan membutuhkan modal untuk memiliki kandang, pegawai dan juga beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam sistem peternakan anda.Tentunya modal yang anda butuhkan akan berbeda dengan perusahaan inti yang menjalin kemitraan dengan anda.

Perusahaan tidak hanya menyediakan pakan, namun juga bibit ayam, obat, pencucian kandang, transportasi hingga pengawas lapangan. Sebagai gambaran, modal yang harus anda siapkan memang juga tidak bisa dikatakan besar. Misalnya jika anda akan berternak 5 ribu ekor ayam sesuai dengan kesepakatan.Maka anda memerlukan sejumlah biaya investasi yang berasal dan ditanggung oleh peternak.

Dengan kapasitas ayam potong sekitar 5 ribu ekor, maka akan membutuhkan sekitar Rp. 70 juta rupiah. Tak berhenti sampai di situ saja, anda pun juga membutuhkan peralatan kandang yang jika dinilai akan membutuhkan biaya yakni sekitar Rp. 20 juta. Perkiraan dana yang harus anda siapkan berarti sekitar Rp. 90 jutaan untuk 5 ribu ekor. Terbilang besar untuk modal yang harus disiapkan oleh peternak.

2. Biaya Produksi yang Diperlukan

Analisa usaha ternak ayam potong kemitraan selanjutnya adalah pada biaya produksi yang dibutuhkan. Ketika biaya investasi yang terdiri dari pembuatan kandang dan juga peralatan kandang ditanggung oleh peternak, maka biaya produksi biasanya akan ditanggung oleh kemitraan. Untuk biaya sapronaknya sendiri pun akan mengeluarkan budget yang lumayan. Sebut saja jika untuk bibit ayam yakni per ekornya seharga 4500 rupiah.

Sedangkan peternak dan kemitraan telah sepakat untuk memiliki asumsi sebesar 5 ribu ekor ayam. Maka 4500 rupiah tersebut dikalikan dengan 5 ribu ekor akan memunculkan hasil yakni 22.500.000 rupiah. Kemudian, biaya untuk pakan ayam yakni sekitar 104 juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk dengan obat untuk vaksin dan juga biaya operasional. Sehingga untuk total biaya yang dikeluarkan oleh kemitraan adalah sekitar 134 juta rupiah untuk sekali periode berjalan.

3. Berapa Hasil Panen yang Akan Didapatkan

Setelah mengetahui biaya investasi yang perlu dikeluarkan oleh peternak dan biaya produksi oleh kemitraan, maka analisa usaha ternak ayam potong kemitraan dari hasil panen juga perlu untuk anda tahu. Umumnya prosentase dari ayam potong broiler ini yang hidup yakni sekitar 95 persen. Sehingga jika dihitung memiliki kisaran yakni 149 juta rupiah. Sedangkan untuk karung pakan dan juga kotoran ayam sekitar 450 ribu rupiah. Maka totalnya sekitar Rp. 150 jutaan.

4. Perkiraan Keuntungan

Setelah mengetahui hasil panen, maka anda bisa menghitung keuntungannya. Gunakan saja rumus hasil panen dikurangi dengan biaya produksi. Dengan hasil panen yang disebutkan maka, potensi keuntungannya sekitar 15 juta rupiah dalam sekali periode. Jumlah tersebut tentunya begitu menggiurkan dilakukan untuk para pemula. Apalagi peternak tidak lagi memikirkan bagaimana memasarkan ayam ayam yang ada.

Contoh Perhitungan Analisa Usaha Ayam Potong Sistem Kemitraan

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan

Untuk lebih memahami penjelasan mengenai budgeting dalam analisa usaha, bisa dilakukan dengan memahami simulasi berikut ini. Angka yang digunakan merupakan angka perkiraan yang belum tentu masih relevan. Karena di lapangan, bisa saja mengalami kenaikan maupun penurunan terkait harganya. Namun anda tetap bisa menggunakan dasar penghitungannya atau rumusnya. Sehingga anda bisa menentukan kira kira berapa modal yang bisa anda sediakan.

1. Modalnya

Untuk modal peternak akan dialokasikan untuk kandang. Anda bisa menyewa kandang atau juga bisa membangun kandang sendiri.

Membangun Kandang Sendiri

  • Biaya Untuk Pembangunan    = Rp. 75.000.000
  • Biaya Peralatan  = Rp. 20.000.000

Maka setidaknya anda harus menyediakan total dana sekitar Rp. 95.000.000, yang akan digunakan untuk kandang dan lainnya.

Menyewa Kandang

  • Biaya Sewa Kandang/ 2 tahun  = Rp. 20.000.000
  • Biaya Peralatan  = Rp. 20.000.000
  • Biaya Renovasi    = Rp. 10.000.000

Jika anda memilih untuk menyewa kandang, maka setidaknya anda hanya membutuhkan budget sekitar Rp. 50.000.000 saja. Dana ini merupakan dana perkiraan yang bisa saja berbeda dengan yang ada di lapangan.

2. Biaya Produksi

Selain anda yang menyediakan modal, perusahaan inti juga akan menyediakan dana yang cukup besar.

  • Bibit Ayam 5000 ekor @4500  = Rp. 22.500.000
  • Pakan                                        = Rp. 104.000.000
  • Vaksin, Obat dll                         = Rp. 1.500.000 +
  • Total Biaya Produksi                =  Rp. 128.000.000

Biaya tersebut hanya dikhususkan untuk sapronak, belum termasuk biaya yang lainnya.

Biaya Operasional

  • Gaji Tenaga Kerja                    = Rp. 3.000.000
  • Bahan Supply                          = Rp. 2.500.000
  • Biaya Lainnya                          = Rp. 1.000.000 +
  • Total = Rp. 6.500.000

Untuk total biaya sapronak dan biaya operasional bisa mencapai Rp. 134.500.000 yang digunakan untuk satu periode. Biaya ini akan ditanggung oleh pihak perusahaan inti.

3. Hasil Panen

  • Jika presentasi ayam yang hidup 95% maka hasilnya =  Rp. 149.625.000
  • Karung pakan dan Kotoran ayam  =  Rp. 500.000
  • Total   = Rp. 150.125.000

4. Keuntungan

  • Hasil Panen – Biaya Produksi
  • Rp. 150.125.000 – Rp. 134.500.000 = Rp. 15.625.000

Sehingga bisa dikatakan jika analisa usaha ternak ayam potong kemitraan bisa menghasilkan keuntungan Rp. 15.625.000. Keuntungan tersebut tentunya akan menggiurkan ketika anda berjalan dengan sistem kemitraan. Apalagi keuntungan bisa didapatkan hanya dalam jangka satu periode saja. Kembali ditekankan jika perhitungan ini bisa di bawahnya atau juga bisa di atasnya. Yang jelas keuntungan yang bisa diraup memang terlihat menggiurkan.

Dengan mengintip analisa usaha dari kemitraan ayam potong ini, maka akan membantu anda untuk mengetahui gambaran sistem bisnis ini. Namun perlu diperhatikan, jika masing masing kemitraan akan memberikan aturan yang berbeda. Sebagai peternak, memahami setiap perjanjian yang tertuang di dalam kontrak menjadi keharusan. Anda juga harus menganalisis kelebihan serta kekurangan dari sistem bisnis kemitraan ayam potong ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *