Pengalaman Magang Bakti BCA hingga Tanda Tangan Kontrak

Penasaran dengan alur pendaftaran hingga akhir proses rekrutmen menjadi peserta magang bakti BCA? Cerita pengalaman magang bakti BCA 2022 ini bisa menjadi panduan jika Anda tertarik mengikuti seleksi periode selanjutnya.

Tahap I: Administrasi Online

Waktu memutuskan mengikuti magang bakti BCA, saya masih memiliki pekerjaan. Namun tentu, saya ingin mendapatkan pengalaman lebih dan pendapatan yang lebih baik. Saya pun mengisi banyak lowongan pekerjaan, termasuk mengisi formulir pendaftaran magang bakti BCA .

Formulir pendaftaran saya dapatkan dari tautan yang ada di sosial media Instagram. Formulir tersebut berisi data diri singkat, riwayat pendidikan, alamat tinggal, ijazah atau surat keterangan lulus, hingga memasukkan nilai rata-rata. Calon peserta seleksi juga diminta memilih domisili dan penempatan tugas. 

Di pikiran saya, yang penting coba dulu. Lagi pula gaji magang bakti BCA yang ditawarkan juga lebih baik. Jujur saja, setelah mengisi formulir tersebut saya sempat lupa pernah mendaftar program magang BCA. Karena jarak mengisi formulir hingga pengumuman selanjutnya memakan waktu nyaris satu bulan. 

Tahap II: Tes Online (Psikotes I)

Flash forward, pada 21 Oktober 2021 saya mendapatkan email berupa undangan untuk mengikuti asesmen online sebagai tahap seleksi. Email tersebut berisi panduan, serta tautan untuk mengerjakan soal-soal secara online

Pun dijelaskan secara detail bahwa saya harus mengerjakan soal-soal menggunakan browser tertentu (Chrome, Opera, Firefox, dan Safari). Serta hanya diberi akses soal hingga 24 Oktober 2021. Jika tidak mengerjakan dalam waktu dua hari, maka peserta seleksi tidak lagi bisa mengerjakan soal. 

Tahu apa yang saya pikirkan saat mendapat email tersebut? “Wah, jangan-jangan ini email bodong?!” Karena saya pernah mendapatkan pesan palsu penerimaan kerja. Berusaha meyakinkan diri, saya pun tanya ke kakak kelas yang sudah lebih dahulu kerja di BCA.

Bukannya kepastian yang saya dapatkan, beliau juga kurang tahu mengenai kebenaran email tersebut. Karena beliau tidak memiliki pengalaman magang bakti BCA. Namun, beliau menjelaskan untuk mencoba saja, selama proses rekrutmen tidak menagih biaya apapun. Siapa tahu rezeki, begitu katanya. 

Akhirnya pada waktu itu, saya memutuskan untuk mengikuti tahapan yang diberikan. Yakni mengerjakan soal-soal asesmen melalui link yang diberikan. Soal-soal yang diajukan berupa SMART GMA seperti bocoran soal tes magang bakti BCA ini.

Saran saya, kerjakan saat sedang senggang dengan menggunakan jaringan internet yang cepat. Meski tidak harus on cam atau office look, mengerjakan soal asesmen online diberi waktu yang cukup ketat oleh sistem.

Baca juga:  Ingin Jadi MC Wedding yang Hebat? Baca Dulu Tipsnya Di sini

Tahap III: Verifikasi Online (Psikotes II)

Empat hari berlalu setelah saya mengerjakan tes online pertama. Pada 25 Oktober 2022, saya mendapatkan email yang memberitahukan bahwa saya berkesempatan melanjutkan seleksi dan mengikuti pengalaman magang bakti BCA berikutnya. Email tersebut mengharuskan peserta mengonfirmasi apakah bersedia atau tidak. 

Saya yang excited sekali merasakan pengalaman magang bakti BCA, tentu saja memberi tahu bahwa saya bersedia. Pun dalam email tersebut mencantumkan jadwal verifikasi online dilaksanakan pada 28 Oktober 2021. Selain itu, pihak BCA juga menginformasikan bahwa peserta diharuskan menggunakan pakaian formal saat pelaksanaan tes. 

Oh, iya! Tes yang diujikan merupakan jenis SMART GMA yang sama dengan psikotes pertama. Bedanya, saya dan peserta lain bergabung di ruangan Webex atau aplikasi meeting online dan harus on camera. Karena pada tahap ini, pelaksaaan tes diawasi oleh PIC dari pihak BCA. Makanya harus berpenamilan formal.

Memberikan persiapan terbaik, saya sudah on cam setengah jam sebelum pelaksanaan tes. Tentu saja saya deg-degan! Bagaimana tidak, saat mengerjakan soal dengan timer tanpa diawasi saja sudah mendebarkan, apalagi ini dilihat langsung oleh perwakilan perusahaan. 

Sebelum tes dimulai, PIC akan memberitahukan mengenai tahapan tes yang meliputi numeral, verbal, ability to learn, dan personality. Saya memastikan betul jaringan internet dalam kondisi terbaik. Karena saya tidak mau ketinggalan informasi pengalaman magang bakti BCA apabila jaringan terputus. 

Selesai mengerjakan soal, PIC pun kembali memberitahukan informasi tahapan selanjutnya. Beliau mengatakan bahwa hasil tes akan diberitahukan via email. Paling lambat dua minggu dari pelaksanaan verifikasi online

Tahap IV: Interview Online

pengalaman magang bakti BCA

Rasanya saya ingin berseru saat mendapatkan email undangan interview online. Bagaimana tidak? Saya bisa lolos ke tahap pengalaman magang bakti BCA selanjutnya, sekaligus kaget karena pelaksanaan interview-nya besok!

Ya, hampir setiap tahapan seleksi magang bakti BCA memberikan jeda singkat. Seperti saat interview ini, tanggal 2 November 2021 mendapat undangan, pelaksanaannya tanggal 3 November 2021. Pun harus konfirmasi kesediaan mengikuti wawancara maksimal pukul tiga sore setelah mendapat email

Setelah saya mengonfirmasi kehadiran, pihak BCA kembali mengirim email mengenai detail wawancara. Pelaksanaan interview melalui WhatsApp pukul 9 esok hari. Saya pun diberi kontak pewawancara yang akan meng-interview saya besok. 

Antisipasi kemungkinan kebutuhan wawancara, saya pun mengirim pesan ke interviewer. Menanyakan apa saja yang harus saya siapkan saat wawancara. Beliau pun menjawab agar berpenampilan formal dan pastikan sudah mengisi formulir yang diminta pihak BCA. 

Adapun isi formulir yakni identitas diri, riwayat pendidikan, dan alamat tinggal. Saya diminta menyatukan seluruh formulir dengan dokumen pelengkap berupa fotokopi ijazah, kartu keluarga, transkrip nilai, serta BPJS ketenagakerjaan dan NPWP jika sudah memiliki.

Baca juga:  Pengalaman Kerja Sekretaris Manajer, Bonus THR Tidak Turun

Berhubung saya belum punya NPWP, akhirnya saya membuatnya terlebih dahulu secara daring. Pun mencantumkan informasi kapan vaksin dan jenis vaksin apa yang digunakan. 

Esok harinya, saya benar-benar berdebar saat hendak memulai wawancara. Berbeda dengan ekspektasi saya, pelaksanaan interview sungguh sangat santai. Pewawancara mulai menanyai identitas saya, riwayat pendidikan, asal dan tinggal. Saya juga ditanya terkait pengalaman kerja, peran apa yang saya lakukan dan bagaimana pekerjaan saya sebelumnya. 

Beliau menanyakan bidang apa yang saya inginkan saat mencoba pengalaman magang bakti BCA dan apa alasannya. Saya menjawab saya ingin menjadi customer service officer dengan alasan kalau teller ada kemungkinan mengganti uang yang selisih. Kalau dipikir-pikir, jujur sekali saya saat itu. 

Bukannya mendapat komentar, saya justru diberi tahu oleh pihak interviewer

“Selama kamu kerjanya teliti, tentu tidak ada kemungkinan selisih. Maka dari itu penting untuk selalu fokus saat bekerja.”  

Setelahnya, beliau bertanya lagi bagaimana jika saya ditempatkan di teller, kan tidak sesuai dengan keinginan? Saya pun menjawab bahwa saya bersedia dan akan belajar semaksimal mungkin. Saya tidak mungkin melewatkan kesempatan mendapat pengalaman magang bakti BCA, bukan? 

Dalam sesi wawancara ini juga pewawancara meminta saya untuk melakukan role play. Jadi saya diminta untuk menunjukkan bagaimana cara saya memanggil antrean pelanggan. Kabar baiknya, pewawancara terlebih dahulu mencontohkan bagaimana standar BCA melayani pelanggannya. Jadi saya tinggal meniru dan mengimprovisasi sesuai kemampuan saya sendiri. 

Setelah itu, pihak pewawancara menyampaikan bahwa interview telah selesai. Terkait lolos tidaknya akan diberitahukan melalui email sebagaimana tahapan sebelumnya. Jika satu bulan tidak mendapatkan informasi, maka peserta seleksi berhak menanyakannya pada pihak BCA. 

Tahap IV: Medical Check Up 

Jika sebelumnya terabaikan, semenjak ikut seleksi dan berharap pengalaman magang bakti BCA, aplikasi email mendadak menjadi aplikasi favorit saya. Saya terus membukanya, takut kalau tiba-tiba kembali ada pengumuman mendadak. 

Benar saja, belum ada seminggu yakni di tanggal 6 November 2021 saya sudah mendapatkan email balasan dari BCA. Antara kaget dan senang sekali! Tidak menyangka saya bisa lolos sampai ke tahap medical check up yang mana merupakan tahap terakhir seleksi magang bakti BCA. 

Saya diminta konfirmasi tentang kondisi tubuh. Jika tidak sedang masa haid maka dijadwalkan medical check up keesokan harinya. Namun karena saya sedang datang bulan, maka saya memberitahukannya via WhatsApp. Akhirnya pelaksanaan medical check up saya tertunda satu minggu. 

Apa persiapan saya menjelang medical check up pengalaman magang bakti BCA ? Cukup istirahat, minum banyak air putih, dan menunjang dengan vitamin. Saya yang sebelumnya jarang minum air, mendadak habis bergelas-gelas dalam sehari. Tidak apa-apa mondar-mandir toilet, asal MCU saya baik, begitu pikir saya. Pun menghindari obat dan junk food

Baca juga:  Pengalaman Kerja Sebagai Management Trainee Perusahaan Ban

Pada tanggal 10 November 2021, saya melakukan empat tahap medical check up. Pertama saya diambil sampel urin, tes darah, ronsen, dan terakhir asesmen umum. Asesmen umum meliputi cek gigi, kulit, mata, juga berat dan tinggi badan. 

Hasil tes kesehatan tidak langsung keluar di hari yang sama. Pun peserta pengalaman magang bakti BCA tidak bisa mengetahui bagaimana hasilnya. Karena langsung dikirim ke pihak BCA oleh klinik terkait. 

Pengalaman magang bakti BCA sampai di tahap ini membuat saya memutuskan mengurangi berat badan hingga standar ideal. Bukannya apa-apa, saya sempat berpikir bahwa tubuh harus proporsional. Namun ternyata ini tidak berpengaruh saat pelaksanaan tes kesehatan.

Tahap VI: Swab Antigen dan Tanda Tangan Kontrak

pengalaman magang bakti BCA

Dua hari setelah tes kesehatan, 12 November 2021, saya kembali mendapatkan email. Akhirnya, setelah seleksi panjang, saya diterima sebagai pemagang dengan posisi teller di BCA! Sungguh informasi yang membahagiakan!

Tahap terakhir pengalaman magang bakti BCA setelah pengumuman yakni peserta diminta datang ke cabang BCA tertentu untuk tanda tangan kontrak. Berhubung sedang kondisi pandemi, maka peserta terlebih dahulu melakukan swab antigen. 

Di hari yang sama dengan pengumuman, saya langsung meluncur menuju klinik yang ditunjuk BCA untuk melakukan screening. Pun setelahnya kembali mendapat email berupa alamat cabang BCA dan bisa hadir mulai pukul setengah 12 siang. 

Sedihnya, saya belum juga mendapat email hingga sore hari! Padahal teman-teman yang lain sudah. Demi kepastian, saya kembali mengirim pesan WhatsApp dan menanyakan kejelasan nasib saya. Apakah saya positif Covid? 

Pihak BCA pun memberitahukan bahwa saat itu hasil tes swab saya belum dikirim oleh klinik tempat saya menjalani screening. Sambil menunggu, saya memutuskan nongkrong di sekitaran cabang BCA. Jadi kalau tiba-tiba saya harus teken kontrak, saya sudah siap di lokasi. 

Akhirnya saya mendapatkan email konfirmasi negatif dan bisa datang untuk tanda tangan kontrak. Di saat pegawai lain bergegas pulang, saya justru masuk kantor. Setelah menyetujui poin kontrak, saya pun bisa membubuhkan tanda tangan di tiap lembar perjanjian.

Sungguh pengalaman magang bakti BCA yang panjang. Cukup melelahkan dan mendebarkan, tidak menyangka pula bisa lolos hingga tahap terakhir. Semoga cerita ini bisa membantu Anda yang tertarik mengikuti seleksi di periode berikutnya. Semangat!

Bagikan:

6 pemikiran pada “Pengalaman Magang Bakti BCA hingga Tanda Tangan Kontrak”

  1. kak izin bertanya kalau boleh tau kakak ketika mendaftar magang bakti BCA memiliki pengalaman kerja apa? dan misal pendaftar tidak memiliki pengalaman kerja bagaimana? terimakasih semoga komentar saya dibalas oleh kak laili 🙂

    Balas
    • Memang untuk peserta magang Bakti BCA tidak diperlukan pengalaman. Program ini memang ditunjukan untuk fresh graduate

      Balas
  2. Hallo kak, saya izin bertanya.
    Saya adalah freshgraduate yang sedang mendaftar magang bakti bca, saya sudah yudisium dan dibagikan SKL namun saya belum wisuda dan belum diberitahukan kapan tanggal dan bulan pastinya.
    Apakah jika diterima di program ini dan sudah mulai melakukan magang ini, kita diperkenankan untuk izin?
    Terimakasih ya kak sebelumnya

    Balas
  3. Halo kak, saya mau tanya. Klo medical check up itu kakak bayar sendiri atau udh ditanggung sm bca nya ya kak? Jadi kita pas mcu udh engga ngeluarin biaya apapun gitu. Makasih kak

    Balas

Tinggalkan komentar