Karir Civil Engineer Pada Bidang Supply Chain, Apakah Linear?

Civil Engineer atau Teknik Sipil merupakan salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang implementasi pembangunan fisik suatu gedung, jembatan, jalan, drainase, bendungan, dll. Oleh sebab itu, jurusan ini memiliki banyak sekali peluang kerja di Indonesia yang merupakan negara berkembang dengan banyaknya kebutuhan pembangunan fasilitas.

Tidak heran jika setiap tahun banyak lulusan teknik sipil dan saya merupakan salah satunya. Saya merupakan lulusan teknik sipil yang saat ini bekerja di salah satu BUMN bergerak di bidang minyak dan gas, Pertamina. Untuk mengetahui proses rekrutmen pegawai Pertamina, silahkan klik disini!

Ekspektasi kebanyakan orang terhadap seorang Civil Engineer yang bekerja disana pasti akan ditempatkan pada bidang konstruksi. Namun ekspektasi kebanyakan orang, termasuk saya sewaktu menjadi mahasiswa terbantahkan.

Civil Engineer

Mulailah Karir Kerjamu dengan Magang

Saya bekerja pada bidang Supply Chain atau Rantai Pasok, dimana secara keilmuan saya tidak mempelajarinya secara langsung. Adaptasi menjadi cara paling ampuh untuk dapat bertahan dengan bidang yang saya kerjakan. Bekal ilmu yang pernah dipelajari semasa kuliah, mengantarkan saya pada karir saya dibidang tersebut.

Internship (Magang) Menjadi Ajang Pembuktian Diri

Sebelum menjadi pegawai di Pertamina, saya merupakan alumni dari program internship yang pernah diselenggarakan semasa menjadi mahasiswa. Saat itu saya melewati tahap seleksi pemberkasan melalui kampus, lalu tes potensi akademik dan bahasa inggris, wawancara sampai medical check up. Setelah melalui semua tahap, saya dinyatakan lulus dan mendapatkan kesempatan untuk belajar di Pertamina.

Saat itu saya ditempatkan pada Departement Transit and Custom yang bergerak di bidang eksport-import dimana sangat jauh dengan bidang ilmu teknik sipil. Banyak undang-undang tentang kepabeanan, bea cukai, barang operasi perminyakan,dll yang saya harus pelajari dari awal. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk terus belajar. Kesempatan magang ini membuka peluang untuk menjalin relasi dengan banyak orang khususnya pegawai sehingga saya dapat menunjukkan kemampuan dalam bekerja.

Baca juga: Rasanya Kerja di Startup IT Tanpa Background IT, Ini Ceritanya!

Setelah lulus dari kampus dengan gelar Sarjana Teknik jurusan Teknik Sipil, saya langsung dihubungi oleh salah satu pegawai kantor tempat saya magang. Saya diberikan penawaran untuk dapat mengisi posisi kosong pada saat itu di Departement Transit and Custom. Sebagai seorang fresh graduate, saya sangat tertarik dengan tawaran tersebut dan memutuskan untuk mengajukan lamaran. Setelah saya melalui proses seleksi, saya diterima untuk dapat bekerja di Pertamina.

Beberapa bulan setelah saya beradaptasi untuk dapat memaksimalkan pekerjaan pada bidang eksport-import, akhirnya saya dipindahkan ke Department Material, Quality and Acceptance untuk mengisi posisi Contract Officer. Kualifikasi posisi ini sesuai dengan saya yang merupakan seorang civil engineer. Oleh sebab itu, hal ini dapat menjadi informasi penting untuk lulusan teknik sipil bahwa tidak hanya perusahaan konstruksi atau developer perumahan saja yang membutuhkan tenaga civil engineer.

Ilmu Civil Engineer dalam Bidang Supply Chain

Supply Chain atau Rantai Pasok merupakan salah satu kegiatan penting dalam perusahaan yang meliputi aktivitas manajemen sumber daya, pengadaan, konversi, dan semua kegiatan manajemen logistik. Jika dikaitkan dengan seorang Civil Engineer yang sangat erat dengan pembangunan, pasti banyak yang tidak menyangka bahwa terdapat beberapa hal dasar yang saya pelajari selama masa perkuliahan. Jadi untuk lulusan teknik sipil, bidang manajemen rantai pasok atau supply chain ini dapat menjadi salah satu pilihan prospek kerja.

Kegiatan dari supply chain sendiri pada suatu perusahaan memiliki siklus dengan banyak tahapan, dari mulai tahap awal perencanaan sampai pengawasan (controling). Dari tahapan tersebut akan dibagi menjadi beberapa departemen dimana saya ditempatkan pada tahapan terakhir siklus rantai pasok. Sebagai seorang Civil Engineer, saya mendapatkan posisi sebagai Contract Officer dengan beberapa tugas.

1. Project Management

Kemampuan ini merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dalam teknik sipil. Sebelum melakukan pembangunan suatu gedung, seorang civil engineer harus melakukan perencanaan terhadap proyek yang akan berjalan. Mulai dari estimasi waktu proyek, biaya yang dibutuhkan, perhitungan bangunan, dll agar proyek berjalan secara efektif dan efisien. Sama halnya dengan tugas satu ini, dimana saya harus mampu mengestimasikan biaya, mutu dan waktu dari suatu pengadaan barang untuk meningkatkan kualitas maupun kualitas dari operasional perusahaan.

Baca juga: Pertama Kerja di Perusahaan Konsultan Manajemen: Memahami Atasan dan Rekan Kerja

2. Procurement (Pengadaan Kontrak)

Kegiatan pengadaan barang atau jasa merupakan salah satu aktivitas untuk menunjang operasional perusahaan, sehingga diperlukan pihak ketiga yang disebut dengan supplier untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan melakukan proses lelang barang maupun jasa. Hal tersebut pasti memerlukan kemampuan dalam pengelolaan dokumen kontrak. Seorang civil engineering sudah pasti mendapat bekal ilmu tersebut karena sangat berkaitan dengan proses pembangunan suatu gedung.

3. Cost Control (Budgeting)

Ketelitian dalam melakukan analisis estimasi harga barang merupakan kemampuan yang harus dimiliki dan sangat relevan dengan ilmu civil engineer. Hal ini berkaitan dengan efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan material operasional. Jika dikaitkan dengan bidang ilmu teknik sipil, hal ini sangatlah sesuai karena dalam merencanakan pembangunan sebuah gedung, harus memiliki perhitungan berapa biaya yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan spesifikasi material sesuai dengan kebutuhan.

4. Quality Assurance, Quality Control

Sebagai seorang Contract Officer, saya memiliki tugas untuk memastikan semua pekerjaan umum dari departemen dapat selesai sesuai dengan tenggat waktu karena hal ini berkaitan dengan efektifitas operasional perusahaan. Hal ini disebut dengan Quality Assurance. Adapun Quality Control berkaitan dengan spesifikasi barang yang akan di supply untuk kegiatan operasional perusahaan contohnya pengeboran minyak yang membutuhkan pipa besi. Ilmu teknik sipil mengenai spesifikasi material bangunan seperti besi, baja, dll menjadi bekal saya dalam melakukan tugas satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *