Pengalaman Kerja Part Time Guru Les di Perancis, Ini Caritaku!

By | Maret 1, 2020

Sistem bekerja di Perancis memiliki perbedaan dengan sistem kerja di tanah air.Pekerjaan penuh waktu hanya bisa di peroleh saat musim liburan panjang, seperti liburan musim panas atau ketika mengikuti program magang dari universitas. Dahulu ketika di Indonesia, saya bisa bekerja penuh waktu sembari kuliah. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan disini.

Sistem Regulasi Ketenagakerjaan Bagi Pelajar di Perancis

part time

Kerja di luar negri

Melanjutkan kuliah di benua biru Eropa bagi sebagian orang terasa seperti mimpi. Hal tersebut juga yang saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Paris, tepatnya pada akhir bulan Agustus. Karena sudah memasuki musim gugur, angin yang berhembus dinginnya hingga menusuk tulang. Saya hanyalah satu dari sekian banyak pelajar yang merantau di gemerlapnya la Ville des Lumières.

Setelah puas merasa kagum dengan indahnya kehidupan di Paris. Tahun ajaran baru di mulai pada awal bulan September. Sudah waktunya bagi saya menyadari bahwa liburan dengan kehidupan nyata sangat berbanding terbalik. Sebagai seorang pelajar yang di tuntut untuk fokus terhadap program studi, sangat sulit mengatur keuangan tanpa bekerja.

Pemerintahan Perancis menerapkan aturan jam kerja bagi pelajar kurang lebih 40 jam/bulannya. Berdasarkan dari regulasi tersebut, maka saya memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Pekerjaan paruh waktu atau part-time sangat normal di lakukan tidak hanya oleh pelajar. Biasanya dalam seminggu orang dapat bekerja sekitar 9-10 jam, dengan upah minimum 15€/jam atau sekitar 232.500/jam.

Persaingan Kerja yang Ketat

Sebenarnya mencari pekerjaan part-time tidaklah sulit. Persoalannya satu lowongan pekerjaan peminatnya bisa mencapai puluhan pelamar. Bisa anda bayangkan besarnya persaingan kerja disana, di tambah lagi jika seseorang ingin bekerja di luar kota Paris. Biasanya masyarakat di kota-kota lain sangat enggan berkomunikasi dengan bahasa lain tidak terkecuali bahasa Inggris. Jelas menjad kendala bagi mereka yang belum fasih berkomunikasi dalam bahasa Perancis.

Karena itu sangat penting membangun relasi dengan banyak orang. Sekedar informasi, sering terjadi perusahaan di Perancis merekrut karyawan baru yang di bawa oleh staff mereka sendiri. Peristiwa ini lebih akrab di sebut paper to paper. Singkatnya, suatu hari saya bertemu dengan sesama pelajar dari Indonesia, karena secara kebetulan kami berada dalam satu kelas mata kuliah yang sama.

Jika berada di luar negeri rasa persaudaraan akan lebih meningkat. Bertemu sesama orang Indonesia rasanya gembira sekali. Di tambah saat itu merupakan masa dimana saya sangat rindu rumah. Dari dia-lah informasi tentang pekerjaan di peroleh. Saya di berikan satu nama agen yang bergerak di bidang layanan pendidikan privat. Asyiknya pekerjaan ini boleh menggunakan bahasa Inggris, dengan upah yang sedikit lebih tinggi dari nilai minimum.

Menghubungi Agensi Penyedia Pekerjaan

part time

Menghubungi Agensi Kerja Part Time

Agensi yang teman saya rekomendasikan kantornya berada di kota Paris juga.  Tetapi saya lebih memilih menghubungi mereka  secara online. Setelah mencari cukup banyak informasi, akhirnya saya memberanikan diri melamar melalui website mereka. Form yang harus saya isi banyak mengajukan pertanyaan seputar tipe visa dan kemampuan berbahasa. Maklum jika di terima bekerja di agen tersebut, maka pelamar akan bekerja sebagai guru les privat untuk anak-anak bule Perancis.

Ternyata teman-teman saya yang lainnya pun, banyak yang melamar bekerja sebagai guru bahasa Inggris dari berbagai agen pekerjaan. Agen pekerjaan seperti itu bertebaran di Perancis. Jika tidak ada kolega yang membantu  memasukkan cv, maka bergabung dengan agen adalah solusinya. Singkatnya saya selesai mengajukan aplikasi lamaran kerja. Pada kolom pilihan, saya memilih mengajar dalam kategori bahasa Inggris.

Sekitar dua jam kemudian pihak agen tersebut menghubungi via telepon. Mereka melakukan interview pertama hanya melalui telepon. Awalnya sempat bingung dan waspada. Maklum, saya sedikit kaget dengan respon mereka yang sangat cepat. Akhirnya di putuskan bahwa pada hari Selasa, minggu berikutnya ada pertemuan langsung.

Wawancara Tatap Muka

Akhirnya, di minggu berikutnya saya datang ke kantor agensi dengan menggunakan metro line 7 dari area kampus. Sesampainya di sana masih harus menunggu staff yang akan melakukan sesi interview. Proses wawancara memakan waktu hingga dua jam lebih. Petugas yang saya temui bertanya tentang pengalaman mengajar anak-anak. Karena kebetulan dulu pernah ikut kerja sosial pada saat di Indonesia, maka pengalaman tersebut yang saya sampaikan.

Agensi juga mengajukan pertanyaan anak usia berapa yang mau saya tangani kedepannya. Karena kalau terlalu kecil akan sulit berkomunikasi, maka usia 7-17 tahun rentang usia yang tepat. Selain itu jadwal kesanggupan saya mengajar olehnya juga di catat. Semua perkataan saya di catat dengan sangat teliti. Interviewer nya sangat ramah dan komunikatif.

Tanda Tangan Kontrak Kerja

Pada akhir sesi pihak agensi memberikan sebuah dokumen yang ternyata berisi kontrak kerja beserta peraturan. Termasuk juga pembagian penghasilan, jadi dari upah yang saya peroleh melalui pihak murid akan di potong sepersekian persen untuk agensi. Pada kontrak saya memperoleh informasi bahwa ongkos transport ke tempat tinggal murid akan di ganti 70 sampai 100% oleh pihak siswa. Setelah saya baca dua kali putaran, kemudian melakukan perhitungan kasar secara pribadi. Ditandatanganilah kontrak tersebut.

Sebenarnya kontrak bisa di bawa pulang dan di pelajari terlebih dahulu di rumah. Kemudian dapat di kembalikan melalui jasa pengiriman pos. Tetapi karena saat itu saya ingin cepat bekerja dan terdesak kebutuhan rumah. Jadilah kontrak tersebut di serahkan pada hari yang sama. Ini bisa sangat berbahaya jika calon pekerja terlalu gegabah dan tidak memahami secara penuh isi kontrak. Sebuah tindakan yang tidak pantas untuk di contoh.

Karakter Siswa Sangat Beragam

part time

Guru Les Part Time

Murid pertama saya adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang sangat aktif. Ternyata anak tersebut sama sekali belum mengerti dasar dari bahasa Inggris. Jadilah sembari menarik nafas panjang kami belajar sambil bermain.

Sesi pelajaran pertama yang saya lakukan bersama anak tersebut adalah pengenalan akan nama benda dalam bahasa Inggris. Dengan teknik membandingkan, seperti saat dia memakan kacang goreng. Saya mengatakan bahwa itu adalah peanuts. Kemudian dia balas menjawab dengan gaya khas anak-anak cacahuètes

Dalam seminggu saya mengajar 6 orang anak, seti sesi belajar adalah 1,5 hingga 2 jam. Karakter siswa sangat beragam, ada yang malas belajar bahakan meangis. Namun ada juga siswa saya yang angat cantik dan antusias kala belajar. Hasil dari bekerja sebagai guru les cukup lumayan menambah penghasilan saya. Total saya bekerja 36 jam/ bulan di kalikan 16€ termasuk ongkos transport. Perolehan bersih adalah 540€, nominal ini cukup untuk beli kebutuhan pokok dan jajan pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *