Pengalaman Beasiswa Chevening, Lulus? Ini Ceritaku!

By | Maret 21, 2020

Pengalaman beasiswa Chevening akan saya bahas pada artikel kali ini. Beasiswa Chevening meruapakan beasiswa yang diidamkan oleh banyak orang. Bagaimana cara saya bisa daftar beasiswa Chevening? Yuk simak pengalaman beasiswa Chevening versi saya.

1. Apa itu Beasiswa Chevening?

Pasti dari kalian masih ada yang bingung sama beasiswa satu ini. Itu sebenarnya wajar kok, soalnya dulu saya juga seperti itu. Saya hanya iseng cari-cari pendaftaran beasiswa apa yang masih buka dan ditemukanlah si beasiswa Chevening ini.

Setahu saya, beasiswa Chevening itu merupakan beasiswa yang disediakan oleh pemerintah UK untuk ribuan orang di berbagai dunia. Syarat utamanya yaitu punya keinginan menjadi pemimpin. Indonesia termasuk kedalam penerima beasiswa Chevening ini.

Baca Juga : Tertarik Kuliah di Kedokteran Hewan? Ini yang Harus Kamu Persiapkan

2. Syarat Daftar Beasiswa Chevening

Syarat yang akan saya utarakan disini adalah syarat yang memang masih saya ingat ya. Untuk lengkapnya bisa cek di laman Chevening-nya. Syarat utama yang paling saya hafal yaitu kemampuan berbahasa inggris. Saya memang tidak jago bahasa inggris tapi ya nilai tes TOEFL sama TOEIC saya juga tidak jelek-jelek amat. Jadi, saya mencoba peruntungan di beasiswa ini.

Untuk umur, tidak ada batasan umur untuk mendaftar di beasiswa ini. Jadi, sudah pasti saya masuk kriteria ini. Ketiga, minimal pernah bekerja selama 2 tahun. Oke, yang ini juga terpenuhi. Syarat penting lainnya adalah memastikan negara kita masuk kedalam negara penerima beasiswa Chevening dan sudah saya jelaskan diatas bahwa Indonesia termasuk.

Baca Juga : Tak Mau Merepotkan Orangtua, Begini Rasanya Kuliah Sambil Kerja

3. Seleksi Beasiswa Chevening

a. Tahap 1

Tahap satu dalam seleksi beasiswa Chevening yaitu membuat empat essay menggunakan bahasa inggris. Tema essay nya telah ditentukan yaitu networking skill, leadership, why study in UK, dan study objective. Untuk jumlah katanya saya lupa, yang saya ingat satu essay milik saya hanya satu setengah halaman.

Untuk networkin skill, saya menjelaskan mengenai penggunaan network versi saya. Leadership, saya menceritakan bagaimana sosok pemimpin yang baik versi saya. Tak lupa juga saya menambahkan beberapa program atau strategi yang bisa menunjang kepemimpinan tersebut.

Selanjutnya, why study in UK dan saya jelaskanlah bagaimana keagungan dan permasalahan UK dimata saya. Terakhir, study objective, saya menjelaskan tentang bagaimana study saya ini bisa membantu karir saya juga berguna bagi masyarakat sekitar.

b. Tahap 2

Tahap kedua menurut saya lumayan ribet. Pada tahap ini kita diminta untuk mendapatkan surat rekomendasi dari atasan dan dosen pembimbing. Kebetulan, dosen pembimbing saya sulit untuk dihubungi jadi ini sedikit memakan waktu.

c. Tahap 3

Saya lolos sampai tahap ini yaitu tahap untuk memilih 3 universitas yang diinginkan di UK. Oke, saya bingung pada tahap ini karena universitas disana memang sudah terkenal bagus dan berkualitas. Setelah mendapat saran dari beberapa orang terdekat saya memilih 3 universitas tersebut.

d. Tahap 4

Tahap terakhir yaitu wawancara. Ini merupakan tahap uji nyali menurut saya. Awalnya pertanyaannya tidak terlalu sulit seperti soal yang jawabannya telah saya siapkan. Contohnya perkenalan diri, kenapa ingin kuliah di UK, kualitas pemimpin yang baik itu seperti apa, kontribusi yang akan diberikan kepada Chevening, kenapa memilih 3 universitas tersebut, dan beberapa pertanyaan lain yang jawabannya masih bisa mengarang.

Yang susah itu bagian saya ditanya tentang essay yang telah saya buat. Mereka menanyakan apakah essay yang saya buat bisa saya pertanggungjawabkan. Kemudian ditanyalah secara mendalam tentang essay yang saya buat. Yang jelas jawaban yang diberikan harus selogis mungkin.

Baca Juga : Pengalaman Kerja Sambil Kuliah, Penting Bagi Waktu!

4. Hasil Akhir Beasiswa Chevening

Setelah melalui berbagai rangkaian panjang untuk mendapat beasiswa Chevening, saya menunggu pengumuman. Kemungkinan saya lolos mungkin hanya berapa persen karena pendaftar ribuan dan yang diterima hanya puluhan. Dan dengan berat hati saya menerima bahwa saya tidak lolos dan harus mencoba lagi di kesempatan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *