Pengalaman Diet OCD, Dari Diet Jadi Gaya Hidup Sehat!

By | Februari 12, 2020

Diet kerap dilakukan agar mencapai target tertentu pada tubuh. Ada banyak jenis diet yang cukup populer di kalangan masyarakat, salah satunya adalah diet OCD. Pada awal diperkenalkan, diet OCD banyak menuai kontra. Berdasarkan pengalaman diet ocd, saya merasa sangat terbantu menurunkan berat badan. Menjalankan diet OCD tidak ubahnya dengan kegiatan kita berpuasa. Namun puasa yang dijalankan bukanlah dalam konteks religius. Saya pribadi nyaman menerapkan metode diet yang ditemukan oleh Deddy Corbuzier.

Enaknya Diet Tanpa Mengurangi Porsi Makan

Pada dasarnya saya ini tipe yang suka mencicipi aneka kuliner enak. Masalahnya, tubuh saya sangat mudah bertambah berat badan meski hanya mencicipi satu porsi sop buah. Fakta inilah yang membuat saya terus mencoba satu persatu metode diet yang populer. Termasuk metode diet OCD. Enaknya menjalankan diet OCD adalah tidak perlu mengurangi porsi makan normal kita. Pada jendela waktu tertentu, tetap diperbolehkan untuk makan dalam batas normal. Ingat ya, batas normal berarti tidak berlebihan. Kalau saya pribadi, memilih berhenti makan sebelum kenyang.

Baca juga : Pengalaman Minum Susu Appeton Weight Gain, Cara Sehat Tambah Berat Badan

Makan Lebih Teratur Dengan Jendela Makan

Diet OCD memiliki jadwal yang disebut dengan jendela makan. Apa itu jendela makan? Jendela makan adalah pengaturan waktu makan untuk saya dan mereka yang menjalankan program diet OCD. Secara teknis jendela makan dibagi menjadi empat kategori waktu yang berbeda. Biar tidak bingung saya akan coba jelaskan seperti apa cara kerja jendela makan dalam OCD.

Pada jendela makan pertama, waktu puasa adalah selama 16 jam. Berdasarkan pengalaman diet OCD secara pribadi. Saya menerapkan jendela makan pertama hanya di satu minggu awal memulai. Tujuannya untuk pemanasan, supaya tubuh saya tidak kaget. Dalam rentang waktu puasa ada jeda waktu untuk  istirahat yaitu selama 8 jam. Dalam jeda waktu ini saya bebas untuk makan dan minum secara normal.

Uniknya menjalankan diet OCD, saya bebas memilih kapan waktu untuk mengambil jeda 8 jam tersebut. Jam 12 siang adalah waktu yang saya pilih untuk istirahat puasa. Jadi saya bebas makan dan minum hingga jam 8 malam. Menarik bukan? Setelah lewat dari waktu jeda, maka saya harus melanjutkan kegiatan puasa hingga keesokan harinya. Pola ini terus saya lakukan selama satu minggu.

Butuh Komitmen Agar Mencapai Target Diet Yang Diinginkan

Setelah terbiasa dengan pola jendela makan diet OCD. Saya memutuskan untuk langsung mencoba jendela makan yang ketiga. Kenapa saya pilih untuk melewati jendela makan kedua? Karena pada pola tahap yang kedua ini, tidak terlalu berbeda dengan jendela makan pertama. Pada jendela makan kedua, waktu puasa adalah 18 jam. Lebih lama dua jam dari tahap pertama. Sisanya ada waktu 6 jam yang bisa dipakai sebagai jeda waktu untuk makan dan minum.

Baca juga : Pengalaman 6 Cara Cepat Menaikkan Berat Badan, Tips Ampuh 100%

Namun agar tidak terlalu ekstrem dalam berdiet, saya mengkombinasikan jendela makan 3 (80%) + jendela makan 2  (19% ) + jendela makan 4 (1%.)  Jadi berdasarkan pengalaman diet OCD yang saya jalani selama ini. 5 hari saya akan menerapkan metode jendela makan ke tiga. Dimana saya harus berpuasa selama 20 jam dan sisa waktu 4 jam untuk istirahat. Saat menerapkan jendela makan ke 3, jeda waktu makan saya pilih pada jam 3 sore hingga jam 7 malam. Kenapa saya pilih jam 3 sore? Karena kebetulan waktu makan siang saya berbeda dengan kebanyakan orang.

Kemudian pada akhir pekan jendela makan yang kedua akan diterapkan. Karena sudah pasti saya hangout dengan teman-teman sembari icip-icip makanan enak. Sementara penerapan jendela makan yang keempat. Akan saya lakukan satu kali dalam satu bulan, biasanya dihari minggu atau hari dimana saya tidak harus beraktivitas ke luar rumah.

Jendela makan keempat mewajibkan peserta diet OCD untuk berpuasa selama 24 jam. Tetapi bukan berarti total tidak makan dan tidak minum dalam satu hari penuh. Saya tetap bisa makan hanya satu kali. Biasanya saya akan memilih jeda makan pada jam 6 sore.

Baca juga : Pengalaman 5 Cara Ampuh Menurunkan Berat Badan, Buat yang OverWeight!

Hasil dari Diet OCD

Cara diatas terbukti efektif menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang ditentukan. Jika sebelumnya saya memiliki berat badan 58 kg. Setelah menjalankan diet OCD secara perlahan berat badan saya berhenti di angka 50 kg dengan tinggi badan 158 cm. Angka tersebut saya peroleh saat 5 bulan menerapkan diet yang diajarkan oleh mentalis Deddy Corbuzier.

Sekarang OCD sudah menjadi pola hidup yang saya terapkan selama 5 tahun terakhir. Sejauh ini juga tidak ada niatan saya berhenti berdiet OCD. Perlu kalian ingat, bahwa berdiet tidak perlu mendengarkan lontaran pesimis orang. Tetap fokus pada tujuan awal mengapa ingin melakukan diet. Tetap sehat dan semangat ya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *