Contoh Soal Tes DISC dan Jawabannya

Tes psikotes menjadi salah satu instrumen dalam proses rekrutmen. Selain tes MBTI, tes DISC cukup populer digunakan di dunia kerja.

Tes DISC dapat memberikan jawaban mengenai karakteristik seseorang dalam menghadapi lingkungan dan segala macam permasalahannya. Sehingga bisa menjadi acuan perusahaan untuk menentukan sikap yang sesuai dengan kepribadian karyawannya.

Melalui artikel ini, Anda dapat mengetahui apa itu tes DISC lebih rinci serta contoh soal tes DISC dan jawabannya.

Pengertian Tes DISC

Tes DISC adalah salah satu bentuk tes kepribadian yang bisa membantu psikolog memahami bagaimana karakteristik seseorang.

Melalui tes ini dapat diketahui bagaimana karakteristk Anda dalam menghadapi lingkungan, menghadapi dan menyelesaikan masalah, serta bagaimana karakteristik Anda ketika menghadapi tantangan dan aturan.

Nama DISC sendiri adalah singkatan dari beberapa tipe karakter yang akan diperoleh setelah melakukan tes ini. Tipe tersebut adalah Dominance (Dominan), Influence (Pengaruh), Steadiness (Stabil), dan Compliance (Patuh).

Teori yang ada pada tes ini diperkenalkan pertama kali oleh William Moulton Marston lewat bukunya dengan judul Emotions of Normal People yang diterbitkan pada tahun 1928. Akan tetapi, teori ini dikembangkan oleh Walter V. Clarke pada tahun 1956.

Tipe Kepribadian Tes DISC

tes DISC

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai tipe kepribadian yang bisa Anda ketahui melalui tes DISC.

1. Tipe Kepribadian Dominance (Dominan)

Orang dengan kepribadian ini cenderung memiliki karakter yang dominan, kemauan yang keras, banyak akal, dan mandiri dalam mewujudkan tujuan. Mereka menyukai tantangan serta berurusan dengan orang secara langsung dan terus terang. Mereka juga menyukai persaingan yang kompetitif.

Orang dengan tipe kepribadian Dominance ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan menggunakan fakta dan bahasa yang informal.
  • Fokus tujuannya adalah hasil dan harapan yang realistis.
  • Memiliki sikap yang tegas.
  • Mampu membuat keputusan yang bersifat konklusif (simpulan yang pasti).
  • Bisa memotivasi orang lain dengan menciptakan tantangan yang kompetitif.
  • Mampu bekerja di bawah tekanan.
  • Mampu mengarahkan orang lain secara impersonal (tidak bersifat pribadi) secara jelas dan tepat.
  • Sering mengekspresikan diri untuk keinginan mengontrol dan mengelola orang lain.

Selain itu, orang dengan tipe kepribadian Dominance juga memiliki kelemahan, yaitu:

  • Cenderung tidak mau melibatkan orang lain ketika memecahkan masalah karena dianggap dapat menghambat proses pemecahan masalah.
  • Sering mengabaikan hal detail untuk terwujudnya sesuatu dengan waktu yang singkat.
  • Sering terdorong untuk mengkritik orang lain yang memiliki pendapat berbeda.
  • Tidak sabar ketika memberikan instruksi secara terperinci.
  • Memiliki reaksi yang terlalu agresif ketika bertemu dengan orang yang mencoba membatasi wewenangnya.
  • Terlalu kuat mengarahkan orang lain sehingga menutup akses orang lain untuk bertanya dan mendiskusikan masalah.

Jika Anda termasuk orang dengan kepribadian tipe Dominance ini, pekerjaan yang cocok untuk Anda antara lain adalah CEO, founder bisnis, pengacara, polisi, manajer operasional, eksekutif, dan lain sebagainya.

2. Tipe Kepribadian Influence (Pengaruh)

Orang dengan tipe kepribadian Influence memiliki pembawaan yang tampak ceria, antusias, dan supel. Mereka bisa berinteraksi dengan orang baru secara santai. Mereka selalu ingin memperluas jaringan sosial dan menikmati waktu yang mereka habiskan bersama orang baru.

Keunggulan yang dimiliki oleh kepribadian tipe Influence adalah:

  • Memprioritaskan hubungan dan interaksi yang bersifat pribadi.
  • Memberikan fasilitas bertukar pikiran pada orang lain atau kelompok untuk memecahkan suatu masalah.
  • Memberikan dorongan verbal untuk membantu orang lain mengembangkan diri.
  • Dapat berkomunikasi secara spontan dengan tetap ekspresif dan menampakkan emosi.
  • Mampu berimprovisasi dengan cepat.
  • Mampu mengatur waktu dengan pengelolaan yang fleksibel.
  • Memahami cara untuk memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengambil tindakan.
  • Bisa menyalurkan energi positif dan rasa senang pada tim.
Baca juga:  Tes Kraepelin: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengerjakannya

Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh kepribadian tipe Influence adalah:

  • Terlalu optimis terhadap orang lain atau situasi.
  • Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk berinteraksi dengan orang lain daripada melaksanakan tugas.
  • Kesulitan untuk mengikuti rutinitas yang konsisten dan teratur.
  • Lebih percaya pada firasat disaat perencanaan lebih dibutuhkan.
  • Mudah gagal fokus dan terganggu dengan ide baru yang terlalu banyak.
  • Cenderung menghindari keputusan baik yang tidak mendapatkan persetujuan dari banyak orang dan bisa menganggapnya buruk.

Bila Anda memiliki kepribadian tipe Influence, perkerjaan yang cocok dengan Anda antara lain artis, humas, makelar, copywriter, desainer, biro perjalanan, musisi, influencer, dan lain sebagainya.

3. Tipe Kepribadian Steadiness (Stabil)

Orang dengan tipe kepribadian Steadiness bisa dikatakan sebagai pendukung atau pengikut yang baik. Mereka juga cenderung pendiam.

Mereka memiliki ketenangan, kesabaran, peduli terhadap orang lain, dan memiliki kemampuan mendengarkan yang baik. Mereka bisa berkontribusi dengan lingkungan sekitarnya secara tenang dan stabil.

Keunggulan yang ada pada kepribadian Steadiness adalah:

  • Siap membantu orang lain.
  • Memeriksa kembali instruksi secara teratur.
  • Menanggapi pertanyaan orang lain dengan sabar dan pengertian.
  • Suka meminta feedback secara berkala.
  • Memberikan perhatikan pada kebutuhan orang lain degan baik.

Kelemahan yang ada pada tipe kepribadian Steadiness adalah:

  • Tidak bisa berterus terang terhadap hal yang dianggapnya negatif.
  • Bersikap terlalu pasif saat ketegasan lebih dibutuhkan.
  • Tidak memberikan sara pada orang yang membutuhkan karena menghindari konfrontasi.
  • Menunda keputusan yang melibatkan masalah antar pribadi.

Anda yang memilik tipe kepribadian ini, cocok untuk pekerjaan seperti HRD, dokter, konselor, perawat, customer service, dan lain sebagainya.

4. Tipe Kepribadian Compliance (Patuh)

Orang dengan tipe kepribadian Compliance cenderung analitis dan tertarik pada proses, struktur, dan aturan. Mereka memiliki tingkat fokus yang tinggi.

Mereka mampu memberikan keputusan secara objektif dengan skeptis dan menggunakan logika. Mereka juga cenderung mengacu pada fakta ketika menjumpai suatu masalah.

Keunggulan yang dimiliki oleh orang dengan tipe kepribadian Compliance antara lain adalah:

  • Membuat keputusan secara objektif tidak emosional.
  • Memberikan penilaian dengan cara pandang realistis terhadap orang dan keadaan sekitarnya.
  • Memberikan prosedur yang jelas ketika memberi tugas.
  • Menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah.
  • Peka terhadap sikap kurang tulus orang lain ketika melakukan suatu hal.
  • Merasa senang menganalisis informasi dalam jumlah yang besar.

Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh tipe kepribadian Compliance adalah:

  • Mencari solusi yang sempurna, tapi tidak bisa diterapkan.
  • Terlalu banyak mengambil waktu dan menimbang resiko sebelum mengambil keputusan.
  • Mudah terdorong untuk mengkritik orang lain yang tidak memenuhi standar kualitasnya.
  • Menghindari orang yang tidak menggunakan sistematika tertentu saat melakukan pekerjaan.
  • Ketika seseorang membutuhkan lebih banyak otonomi, tipe C akan terlalu sering memeriksa dengan terlalu banyak pertanyaan.

Jika Anda termasuk golongan orang yang memiliki tipe kepribadian C, pekerjaan yang cocok untuk Anda antara lain adalah software engineer, data science, developer software, analis keuangan, insinyur, pekerja administrasi, dan lain sebagainya.

Fungsi Tes DISC

Sebagai salah satu instrumen yang sering dipakai oleh perusahaan ketika akan merekrut karyawan, berikut ini adalah beberapa fungsi dari Tes DISC:

1. Memaparkan Hubungan Kerja yang Baik

Melalui tes DISC perusahaan dapat mengetahui perilaku individu, kemampuan komunikasi, dan karakteristik dari calon karyawan.

Melalui tes DISC perusahaan bisa menentukan bagaimana cara dua individu akan melakukan komunikasi satu sama lain sehingga bisa memberikan pilihan pendekatan untuk mendorong hubungan kerja yang lebih baik.

2. Fasilitas untuk Evaluasi Karyawan

Melalui hasil tes DISC, perusahaan dapat memantau dan menentukan kinerja karyawan dalam pekerjaan mereka. Perusahaan dapat melakukan langkah-langkah untuk membuat karyawan tetap memiliki kinerja yang baik melalui tes DISC.

3. Mengidentifikasi Potensi Individu sesuai Job Role

Tes DISC dapat mengidentifikasi potensi yang ada pada seseorang. Hal ini bisa membantu perusahaan untuk mempelajari potensi yang ada pada orang tersebut dan memberikan pekerjaan yang cocok dengan potensinya.

Baca juga:  Bocoran Soal Tes Magang Bakti BCA 2022

Selain itu, pihak perusahaan juga bisa mengidentifikasi permasalahan potensial serta solusi untuk menanganinya.

4. Membangun Kerja Tim yang Baik

Melalui tes DISC, dapat dipahami dinamika kepribadian sesorang yang berbeda-beda satu sama lain. Ketika ada kesenjangan komunikasi dalam tim, tes DISC bisa membantu mengidentifikasinya.

Profil DISC setiap anggota tim bisa menjadi sumber informasi bagi pemimpin tim. Jadi, pemimpin tim dapat mengetahui karakteristik anggotanya dan bisa menemukan solusi yang sesuai.

Kerja tim yang baik bisa membuat pekerjaan sukses dilakukan. Kerja tim yang baik juga bisa berpengaruh pada peningkatan kinerja individu. Tes DISC biasanya akan muncul pada tes psikotes seperti psikotes Indomaret, psikotes Polri, dan psikotes TNI.

Contoh Soal Tes DISC dan Jawabannya

Contoh Soal Tes DISC dan Jawabannya

Soal tes DISC biasanya berupa pilihan ganda. Dalam satu soal, akan ada empat pilihan jawaban yang berisi sifat-sifat dari komponen D-I-S-C. Berikut contoh soal tes DISC dan jawabannya:

1. Ketika seseorang menawarkan pendapat atau kesimpulan dan saya tidak setuju, kemungkinan besar saya akan …
a. Katakan kepada mereka bahwa saya tidak setuju
b. Katakan sesuatu yang lucu
c. Minta informasi lebih lanjut
d. Mengangguk dan tidak berkata apa-apa

2. Ketika seseorang menawarkan pendapat atau kesimpulan dan saya tidak setuju, saya paling tidak mungkin …
a. Katakan kepada mereka bahwa saya tidak setuju
b. Katakan sesuatu yang lucu
c. Minta informasi lebih lanjut
d. Mengangguk dan tidak berkata apa-apa

Atau model soal yang berisi pilihan sifat/kepribadian antara D-I-S-C dan Anda diminta untuk menjawab sesuai dengan sifat Anda. Contoh soalnya adalah:

1.
a. Memberi semangat (I)
b. Petualang (D)
c. Teliti (C)
d. Mudah menyesuaikan diri (S) 

2.
a. Berpendirian teguh (C)
b. Suka bercerita (I)
c. Senang membujuk (D)
d. Suka berdamai (S) 

3.
a. Perencana (C)
b. Sabar (S)
c. Berpikir Positif (D)
d. Suka memuji (I) 

4.
a. Ramah tamah (S)
b. Jujur (C)
c. Tegar/ kuat hati (D)
d. Suka senda gurau (I) 

5.
a. Rapi (C)
b. Suka berbicara terus terang (D)
c. Optimis (I)
d. Sopan/ hormat (S) 

6.
a. Praktis (D)
b. Ketat pada waktu (C)
c. Pemalu (S)
d. Spontan (I) 

7.
a. Bersemangat (I)
b. Peka/ perasa (C)
c. Cepat puas (S)
d. Percaya diri (D) 

8.
a. Mau mengalah (S)
a. Suka berkorban (C)
c. Pandai bergaul (I)
d. Berkemauan kuat (D) 

9.
a. Periang (I)
b. Dihormati orang lain (C)
c. Cenderung menahan diri (S)
d. Senang menangani masalah (D) 

10.
a. Penuh pertimbangan (C)
b. Senang dibimbing (S)
c. Suka bersaing (D)
d. Suka meyakinkan (I) 

11.
a. Riang/ gembira (I)
b. Konsisten/ tidak mudah berubah (S)
c. Berbudaya/ terpelajar (C)
d. Berani mengambil resiko (D) 

12.
a. Berani/ tidak penakut (D)
b. Menyukai orang lain (I)
c. Diplomatis/ berhati-hati (S)
d. Rinci/ terperinci (C) 

13.
a. Lincah/ suka membuka diri (I)
b. Mampu memutuskan (D)
c. Cinta keluarga (S)
d. Tekun/ ulet (C) 

14.
a. Idealis (I)
b. Mandiri (D)
c. Percaya pada ide teman (C)
d. Suka memberi inspirasi (S) 

15.
a. Senang berpikir (C)
b. Suka ngotot kuat bertahan (D)
c. Senang bicara (I)
d. Bersikap tolol (S) 

16.
a. Perantara/ penengah (S)
b. Gemar musik lembut (C)
c. Cepat bertindak (D)
d. Mudah berbaur/ bergaul (I) 

17.
a. Perfeksionis (C)
b. Suka mengijinkan (S)
c. Produktif/ menghasilkan (D)
d. Terkenal luas/ populer (I) 

18.
a. Mudah menerima saran (S)
b. Suka memimpin (C)
c. Berpikir matematis (D)
d. Lucu/ humoris (I) 

19.
a. Pendiam (S)
b. Gampang tersinggung (C)
c. Suka melawan/ membantah (D)
d. Sering mengulang janji (I) 

Baca juga:  Contoh Soal Psikotes Indomaret 2022 dan Jawabannya

20.
a. Kurang disiplin (I)
b. Tidak simpatik (D)
c. Kurang antusias/ tidak bergairah (cuek) (C)
d. Tidak mudah memaafkan (S) 

21.
a. Bicara ramai/ meriah (I)
b. Bersikap seperti boss (Bossy) (D)
c. Malu-malu/ sungkan (C)
d. Tanpa ekspresi/ datar (S) 

22.
a. Tidak sabaran (D)
b. Tidak merasa aman/ mantap (C)
c. Sering bimbang memutuskan (S)
d. Suka menyela/ memotong bicara orang lain (I) 

23.
a. Rewel/ ngomel melulu (C)
b. Suka takut/ kuatir (S)
c. Pelupa (I)
d. Cenderung blak-blakan (D) 

24.
a. Keras kepala (D)
b. Serampangan/ ceroboh (I)
c. Sulit mengiklaskan/ merelakan (C)
d. Bimbang/ ragu-ragu (S) 

25.
a. Kurang terkenal/ tidak populer (C)
b. Tidak suka melibatkan diri (S)
c. Sulit diramalkan/ sulit diduga (I)
d. Sulit mempercayai orang lain (D)  

Catatan:

Label (D), (I), (S), (C) di atas tidak akan muncul di lembar pertanyaan. Namun, label itu hanya digunakan sebagai contoh penanda bahwa jika Anda memilih berdasarkan kecocokan sifat, maka kepribadian Anda lebih mengarah atau condong ke tipe tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika yang Anda pilih adalah yang paling kurang cocok, maka kepribadian tersebut kurang dominan di diri Anda.

Kunci Jawaban Tes DISC

Tidak seperti Tes Potensi Akademik yang memiliki pola tertentu untuk menjawabnya, tes DISC tidak memiliki hal seperti itu. Anda harus menjawab tes ini benar-benar sesuai dengan keadaan Anda. Jangan memikirkan kemungkinan jawaban terbaik padahal hal itu tidak sesuai dengan kepribadian Anda.

Pihak perusahaan akan menjadikan hasil tes ini sebagai acuan penempatan posisi pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian Anda. Tes DISC juga digunakan pihak perusahaan sebagai acuan untuk mencari solusi ketika Anda dalam kesulitan ataupun masalah di lingkungan pekerjaan.

Misalnya, ketika Anda diterima kerja dengan tipe kepribadian C, sementara posisi staff finance cenderung membutuhkan karyawan dengan tipe kepribadian C, maka bisa jadi posisi Anda akan ditempatkan di bidang finance tersebut.  

Baca juga: Tes Kraepelin

Tips Lolos Tes DISC

Jika Anda baru pertama kali m endaftar kerja dan ada tes DISC, sementara Anda tidak tahu bagaimana cara menjawabnya, mungkin saja Anda akan gagal. Namun, jika Anda tahu cara menjawabnya, peluang untuk lolos akan semakin besar. Berikut tips lolos tes DISC yang bisa Anda terapkan:

  1. Memang usahakan Anda menjawab secara jujur sesuai dengan kepribadian. Namun, bagaimana jika kepribadian Anda bertolak belakang dengan posisi yang Anda lamar? Apakah rela ditempatkan pada posisi yang tidak Anda inginkan, meski sesuai kepribadian?
  2. Jika menginginkan posisi yang berlawanan dengan kepribadian Anda, tidak ada salahnya Anda menjawab tes DISC dengan menempatkan diri Anda sebagai seroang yang memiliki kepribadian di posisi yang Anda inginkan. Dengan catatan harus siap meningkatkan kemampuan, karena dunia kerja yang sesungguhnya pasti lebih berat daripada menghadapi tes.
  3. Anda bisa menjawab tes DISC tidak dengan satu kepribadian yang sama. Misal ada 20 soal, maka usahakan untuk menjawab 15 dengan jawaban kepribadian INFLUENCE dan 5 dengan jawaban kepribadian DOMINAN.
  4. Untuk soal yang pilihannya sifat buruk semua, Anda bisa memilih jawaban yang menurut Anda lebih baik dibanding jawaban lain tanpa harus menyamakan jenis kepribadian yang Anda tentukan (D, I, S, C).

Itulah tes DISC dan jawabannya untuk Anda. Tes DISC adalah serangkaian tes kepribadian untuk mengetahui karakteristik kepribadian seseorang.

Tes ini sering digunakan di perusahaan-perusahaan ketika proses perekrutan karyawan sebagai acuan untuk posisi penempatan. Jawablah tes ini dengan sejujurnya agar posisi pekerjaan yang ditetapkan sesuai dengan kepribadian Anda sehingga Anda bisa merasa nyaman ketika bekerja.

Bagikan:

Tinggalkan komentar