Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Kecil

Perkembangan bisnis udang vaname (udang putih, sebutan masyarakat Indonesia) membawa angin segar bagi peternak udang. Pasalnya, belakangan ini semakin banyak peminat udang vaname di pasaran. Bukan hanya laku di pasar Indonesia, melainkan juga di pasar luar negeri. Yang pada akhirnya mampu menggeser popularitas udang windu dan mampu mencetak pebisnis sukses lewat budidaya udang putih ini. Untuk kalian yang tertarik untuk tau cara budidaya udang vaname di kolam terpal kecil pertahatikan artikel di bawah ini.

Peluang usaha perternakan sangat menjanjikan jika di kelola dengan baik. Apalagi didukung oleh pernyataan Dr, Ir Slamet Soebjakto. M.Si, selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, bahwa di era industri 4.0, potensi sumber daya akuakultur di Indonesia sangat besar dan diperkirakan mampu mencapai nilai ekonomi sebesar USD 250 M/ tahun. Menggiurkan, bukan? Untuk itu, berikut cara budidaya udang vaname di kolam terpal kecil dan serba-serbi lainnya yang cocok Anda terapkan jika ingin menjadi pelaku bisnis baru.

Mengenal Udang Vaname

Udang vaname memiliki nama latin Litopenaeus vannamei. Litopenaeus vannamei merupakan spesies udang dari pantai barat Amerika, tepatnya di sekitar Teluk California, Guatemala, Nicaragua, El Salvador, hingga Peru yang ada di Amerikan Selatan.

Bisa diketahui bahwa spesies aslinya hidup di laut, bukan? Uniknya, walaupun habitat aslinya di laut, Anda bisa membudidayakannya secara mandiri loh yaitu di air payau atau air tawar. Mulai dari dataran rendah, hingga dataran sedang. Serta, udang vaname memiliki daya tahan tubuh kuat yaitu ada pada kisaran salinitas luas.

Secara morfologi, udang vaname memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada ukuran tubuh udang biasa. Namun, masih lebih kecil daripada ukuran udang windu. Tubuh vaname berwarna sedikit putih kekuningan, berkulit keras, kaki putih, serta dagingnya tebal.

Masyarakat Indonesia sendiri sudah mengenal udang ini sejak sekitar 1996. Namun, saat itu belum memiliki pasar potensial untuk ladang bisnis. Setelah kebutuhan udang windu menurun untuk memenuhi kebutuhan nasional, udang vaname mulai memiliki pasar potensial. Tepatnya terjadi pada 2001.

Keuntungan Budidaya Udang Vaname

Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapat ketika budidaya udang vaname. Selain karena kandungan protein, kalsium, omega 3 & 6, fosfor, serta potasium, juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Berikut beberapa keuntungannya.

  1. Modal ringan dan keuntungan berlipat. Anda pun bisa balik modal kurang lebih selama 2,2 bulan saja.
  2. Budidaya bisa dilakukan di terpal. Sehingga, Anda tidak merasa khawatir apabila tidak memiliki lahan luas.
  3. Pertumbuhan pesat bisa terjadi, tanpa perlu memberikan pakan dengan asupan protein tinggi. Umumnya, setiap minggunya bobot udang vaname bisa naik sekitar 3 gram. Dengan demikian, bisa lebih cepat untuk dipanen.
  4. Indonesia termasuk negara dengan potensi ekspor udang terbesar di dunia, setelah India.
  5. Permintaan pasar semakin meningkat, mulai untuk keperluan pribadi rumah tangga, maupun untuk usaha kuliner. Karena memang termasuk udang dengan kualitas premium, dagingnya lezat dan tebal.

Apakah Anda tergiur untuk budidaya vaname setelah mengetahui keuntungannya? Omsetnya bisa puluhan juta loh.

Analisis Awal Budidaya Udang Vaname

Setelah mengetahui 5 poin keuntungan di atas, lakukan analisis awal sebelum mulai berbudidaya ya! Berikut beberapa poinnya.

  1. Hitung Modal Awal

Modal awal adalah semua modal yang akan dikeluarkan untuk bisnis budidaya vaname. Besarannya tidak terpengaruh oleh biaya operasional. Contoh modal awal antara lain, biaya lahan, biaya pembuatan kolam, instalasi listrik, pompa dan kincir air.

 

  1. Hitung Modal Kerja

Modal kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai segala operasional selama proses budidaya. Biaya ini bisa naik, bisa juga turun, tergantung kegiatan operasionalnya. Contohnya adalah biaya untuk benih, suplemen atau pupuk, probiotik, transportasi, listrik, biaya panen, dan gaji karyawan. Anda bisa memangkas biaya suplemen berkualitas, guna mengurangi penggunaan pupuk, jadi lebih hemat anggaran.

 

  1. Hitung Perkiraan Pendapatan

Lakukan perhitungan sementara yaitu perkiraan hasil panen berapa, dengan modal awal yang dikeluarkan berapa. Dengan demikian, Anda bisa tahu perkiraan untung yang akan didapat. Biasanya dengan menghitung perkiraan seperti ini akan semakin meningkatkan semangat dalam budidaya.

Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Kecil

Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal Kecil

Setelah melakukan analisis, segera siapkan alat beserta kelengkapan lainnya untuk budidaya udang vaname. Budidaya vaname bisa dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja. Beberapa cara budidaya udang putih ini cocok untuk Anda jadikan acuan.

  1. Persiapkan Lokasi

Pilihlah lokasi terbaik sebagai tempat budidayanya. Misalnya, di belakang rumah atau lahan kosong di sekitaran rumah Anda. Biasanya memang untuk satu hektar lahan bisa diisi 4 kolam terpal. Namun, jika memiliki lahan lebih kecil, Anda bisa membuatnya dengan ukuran 10 x 5 meter.

 

  1. Gunakan Lipasan Terpal

Buatlah kolam terpal sebaik mungkin. Sertakan lapisan terpal yang kuat dan dipasang di luar kolam agar air tidak bocor keluar.  Begitupun, lapisan terpal bisa melindungi udang saat hujan, yaitu terlindungi dari air tanah di luar kolam yang bisa menyebabkan derajat keasamannya berubah.

 

  1. Pemberantasan Hama

Hama sering menyerang udang vaname yang masih kecil. Jadi, perhatikan kondisi benih vaname,  serta lakukan pemberantasan hama dengan segera mungkin.

 

  1. Pengisian Air Kolam dan Pemasangan Kincir Angin di Dalam Kolam

Pengisian air dilakukan secara bertahap dengan volume tidak kurang maupun tidak berlebihan dan diendapkan beberapa hari setelah pengisian agar bau karet pada terpal bisa hilang. Setelah itu, buang air dan dilanjutkan dengan pengisian kembali. Serta, pasang kincir angin untuk mengontrol kotoran udang, sekaligus penyuplai oksigen udang.

 

  1. Fermentasi Kolam

Anda harus melakukan fermentasi buatan sebelum benih dimasukkan ke dalam kolam. Biasanya, proses fermentasi dengan menggunakan probiotik sekaligus garam agar air menjadi payau, sesuai dengan habitat aslinya.

 

  1. Pemilihan Bibit Unggul

Jika ingin hasil unggul, maka Anda harus memilih bibit unggul. Cirinya, biasanya bisa Anda lihat dari ukuran udang yang seragam. Untuk menghindari cacat ataupun luka pada fisik udang, lakukan pembibitan berlawanan dengan arus renangnya.

 

  1. Penebaran Bibit Udang

Penebaran bibit bisa dilakukan kapan saja. Sebaiknya, pehatikan aklimitasasi suhu air di dalam kolam sebelum penebaran Anda lakukan. Caranya, apungkan kantong yang telah diisi bibit udang.

 

  1. Memperhatikan Waktu Penebaran Benur

Benur adalah bibit udang. Bibit masih rawan dengan cuaca. Sebaiknya, Anda menebar bibit pada sore atau saat matahari sudah tidak terlalu menyengat.

 

  1. Memperhatikan Proses Pemeliharaan Udang

Pemeliharaan dilakukan selama penebaran benih dilakukan hingga masa panen. Caranya, dengan memantau sekaligus memelihara suhu dalam kolam tambak yang mengandung PH.

 

  1. Memperhatikan Waktu Pemberian Pakan

Pemberian pakan efektif bisa dilakukan setelah 7 hari pertama. Anda bisa memberikan pakan selama 3-4 kali setiap harinya. Serta, berikan protein tinggi untuk perkembangan yang lebih baik, yaitu banyaknya 30% dari takaran yang ada.

 

  1. Pengurasan Air

Pengurasan sering dilakukan ketika usia udang sudah mencapai 60 hari. Selama itu, Anda cukup mengisi sekitar 10% dari volume kolam air Anda dan meningkatkannya menjadi 15-20%.

 

  1. Proses Panen

Udang bisa dipanen setelah berusia 4-5 bulan. Ciri udang yang sudah bisa dipanen adalah memiliki ukuran ideal.

 

Keuntungan Menggunakan Terpal

Media terbaik adalah yang bisa memberikan keuntungan berlipat. Budidaya udang vaname, bisa berkembang dengan baik manakala menggunakan terpal. Agar lebih jelas, berikut 5 keuntungan budidaya udang vaname menggunakan terpal.

  1. Lebih Hemat

Biaya pembuatan kolam terpal lebih hemat daripada biaya pembuatan kolam beton atau tembok. Karena, Anda bisa membeli terpal yang sudah langsung jadi. Sehingga tidak perlu menyewa jasa pemasangan untuk pembuatannya. Selain itu, air di kolam terpal lebih bersih daripada di kolam beton.

 

  1. Lebih Awet

Media kolam terpal lebih awet daripada kolam beton. Kisaran waktunya bisa awet digunakan selama 10 tahun. Sementara, kolam beton, hanya sekitar 5 tahun. Setelah 5 tahun, Anda harus melakukan perbaikan.

 

  1. Lebih Efisien

Efisien dari segi pembuatannya. Dalam waktu singkat, Anda sudah berhasil memiliki kolam terpal, daripada kolam beton yang masih memerlukan waktu lama untuk membuatnya.

 

  1. Kolam Terpal Meminimalisir Kematian

Pasalnya jika menggunakan kolam beton, rentan terkena racun yang bisa membuat udang lebih mudah mati. Sementara, menggunakan terpal tidaklah demikian.

 

  1. Ukuran Kolam Bisa Disesuaikan

Anda tidak perlu khawatir jika saat membuat kolam, ternyata tidak cocok dengan tempat yang tersedia. Anda bisa menyesuaikan ukuran kolam sesuai dengan lahan kosong yang ada. Bisa dibentuk bulat atau kotak. Bisa dibuat dengan ukuran kecil atau besar. Enaknya lagi bisa mudah diganti-ganti.

Setelah membaca pemaparan cara budidaya udang vaname di kolam terpal kecil dan serba-serbi lainnya di atas, bagaimana tanggapan Anda? Menarik juga ya untuk turut serta menjadi  kontributor peternak udang terbaik dalam meningkatkan perekonomian nasional. Yang tidak kalah penting, siapa pun dan di mana pun Anda, bisa melakukan budidaya udang putih ini. Pembuatan air payaunya tidak susah, perawatannya tidak rumit, bahkan modalnya tidak terlalu besar dan hasil panennya bisa mendapat untung berkali lipat.

Tinggalkan komentar