5 Cara Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank, Aman!

Cara take over kredit mobil dari leasing ke bank sering terjadi jika pemilik mobil terdesak ekonomi, seperti tidak sanggup lagi membayar angsuran yang masih tersisa. Daripada kena denda, akhirnya si pemilik mobil berusaha untuk menjual mobil kepada orang lain untuk diteruskan proses pencicilannya.

Lalu, bagaimana cara take over kredit mobil dari leasing ke bank yang aman agar tidak mudah tertipu? Berikut ulasannya!

Syarat Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank

cara take over kredit mobil dari leasing ke bank

Take over kredit mobil dari leasing ke bank tidak bisa dilakukan oleh dua pihak saja, yaitu antara leasing dan bank. Melainkan, juga harus melibatkan pihak ketiga, yaitu seperti debitur dan notaris agar kelangsungan pembayaran cicilan menjadi transparan.

Nah, sebelum membahas mengenai cara take over kredit mobil dari leasing ke bank, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai syarat take over kredit mobil dari leasing ke bank. Berikut beberapa diantara persyaratan yang harus Anda penuhi dalam proses take over ini:

  1. Mendapat persetujuan dari pihak bank, dimana bank tersebut akan menerima pemindahtanganan pinjaman kredit take over mobil.
  2. Dibutuhkan notaris dalam proses pemindah tanggung jawab ini agar keabsahan data sekaligus hukum benar-benar sesuai.
  3. Semua data yang ada di pihak leasing akan dicek terlebih dahulu oleh pihak bank.
  4. Debitur bersedia untuk menanggung semua pembiayaan yang ada pada saat proses take over.
  5. Semua berkas dokumen yang dibutuhkan dalam proses take over, seperti KTP, KK, rekening listrik, dan lainnya harus dilengkapi terlebih dahulu.

Cara Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank

Cara Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank

Sebenarnya, cara take over kredit mobil dari leasing ke bank jika dilakukan secara mandiri, prosesnya memang sedikit rumit. Anda membutuhkan data, waktu, bahkan biaya yang mungkin saja tidak sedikit. Terlebih jika memang Anda belum paham benar prosesnya.

Akan tetapi, ulasan cara take over kredit mobil dari leasing ke bank yang akan kami sampaikan ini semoga bisa membantu Anda meminimalisir proses-proses yang rumit. Berikut cara take over kredit mobil dari leasing ke bank yang bisa Anda terapkan:

Baca juga:  Cara Mendapatkan Flexi Cash Jenius

1. Lengkapi semua persyaratan

Cara take over kredit mobil dari leasing ke bank yang harus Anda terapkan terlebih dahulu adalah dengan melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan. Anda bisa cek kembali persyaratannya pada poin di atas ya.

2. Datang ke kantor leasing terkait

Setelah semua persyaratan lengkap, Anda bisa langsung datang ke kantor leasing terkait untuk mendapatkan persetujuan sekaligus pengisian formulir aplikasi take over. Jangan lupa untuk menyampaikan tujuan melakukan take over ke petugas leasing.

3. Penilaian ulang bank terkait jaminan

Setelah mendapat persetujuan dari pihak leasing, segera daftarkan diri Anda ke pihak bank terkait guna penyerahan berkas pengantar dari pihak leasing kepada pihak bank untuk melakukan penilaian ulang kesiapan dan kesanggupan finansial debitur.

Pihak bank akan melakukan investigasi dan pengecekan data dan BI Checking dari debitur. Apabila lolos, maka otomatis pemindahan kredit bisa dilakukan. Namun sebaliknya, apabila tidak lolos, maka proses take over tidak bisa dilakukan.

Baca juga: Pinjaman Leasing Tanpa BI Checking

4. Persetujuan kredit ulang

Cara take over kredit mobil dari leasing selanjutnya adalah persetujuan kredit ulang yang dilakukan oleh bank untuk menghitung besaran sisa angsuran dan penjelasan suku bunga terhadap pihak debitur.

Biasanya, pada proses ini terdapat perbedaan antara satu bank dengan bank lainnya, karena perbedaan kebijakan. Namun disatu sisi, Anda juga bisa mengajukan pembuatan tenor baru sekaligus besaran nominal angsuran yang bisa disesuaikan.

5. Pembayaran uang muka

Setelah semua prosesnya dianggap lolos dan mendapat perjanjian di atas materai, maka cara take over kredit mobil dari leasing selanjutnya pembayaran uang muka yang dilakukan oleh debitur sesuai dengan ketentuan dari masing-masing bank.

Jika proses ini telah selesai, maka proses take over pun juga dianggap telah selesai. Debitur akhirnya sudah bisa melakukan pembayaran di setiap bulannya ke bank terkait dan bukan ke leasing lagi.

Simulasi Perhitungan Uang Ganti Over Kredit Mobil

cara take over kredit mobil dari leasing ke bank

Misalnya Anda sebagai pembeli yang akan membeli mobil dari penjual dengan cara over kredit yang pembayarannya diangsur selama 48 bulan. Sementara, angsuran yang sudah berjalan adalah 12 bulan dengan asuransi mobil All Risk Rp 12.000.000.

Baca juga:  Tabel Pinjaman KUR BRI 2022 : Syarat, Plafon, dan Bunga
DetailNominal
Angsuran per bulan:Rp 4.000.0000
Sisa asuransi:36 bulan
Bunga cicilan:10%
Sisa angsuran:36 bulan
Harga mobil saat ini:Rp 150.000.000
Biaya modifikasi dan lainnya: xRp 150.000.000

Rumus Perhitungan

Harga Mobil Saat Ini + (Bunga x Harga Mobil Saat Ini) + (Lama Asuransi x Harga Asuransi) + Biaya Modifikasi – Jumlah Sisa Angsuran

Rp 150.000.000 + (10% x Rp 150.000.000) + (3/4 x Rp 12.000.000) + Rp 2.000.000 – (36 bulan x Rp 4.000.000) = Rp 32.000.000

Jadi, besaran yang harus dibayarkan oleh pembeli kepada penjual sebagai pengganti biaya over kredit adalah sebesar Rp 32.000.000.

Baca juga :Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB di Samsat, Bank, dan Leasing

Keuntungan Beli Mobil dengan Cara Take Over Kredit

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli mobil dengan cara take over kredit, Anda harus mengetahui terlebih dahulu keuntungan dan kekurangannya. Berikut keuntungan yang akan Anda dapatkan jika membeli mobil dengan cara take over kredit:

1. Harga mobil cenderung lebih murah daripada harga di pasaran

Penjualan mobil secara take over biasanya dilakukan oleh penjual yang memang terdesak masalah ekonomi dan tidak mampu melanjutkan pembayaran angsuran. Maka, membeli mobil take over pun biasanya harganya akan lebih murah daripada harga yang dijual di pasaran.

2. Mendapat mobil yang masih tergolong muda atau baru

Usia mobil over kredit yang masih dalam angsuran biasanya menandakan bahwa mobil tersebut masih tergolong muda atau baru. Dengan begitu, Anda pun sudah tidak perlu diragukan lagi dengan performa mesinnya, walaupun second hand.

3. Tenor lebih pendek

Jika Anda membeli mobil dengan cara take over kredit mobil dari leasing ke bank, maka Anda hanya diwajibkan untuk membayar sisa angsuran atau tenor. Misalnya, penjual awalnya mengambil tenor kredit selama 40 bulan dan telah melunasi angsuran selama 24 bulan. Maka, Anda hanya perlu membayar angsuran selama 16 bulan yang tersisa.

4. Garansi mobil masih berlaku

Mengingat mobil yang Anda beli secara take over biasanya usianya masih muda. Maka, garansi mobil yang ada juga masih berlaku. Anda sudah tidak perlu dipusingkan apabila kedepannya mobil tersebut mengalami kerusakan.

Baca juga:  Cara Merubah Jatuh Tempo Akulaku

5. Mendapat premi yang lebih murah

Besaran premi asuransi untuk mobil bekas berbeda dengan premi asuransi untuk mobil baru. Mobil yang usianya lebih dari 5 tahun biasanya dipatok dengan besaran premi yang lebih mahal daripada mobil yang usianya masih baru.

Sementara mobil take over tergolong mobil baru. Itulah mengapa, mobil yang Anda beli dengan cara take over kredit mobil dari leasing ke bank bisa mendapat premi asuransi yang lebih murah.

6. Tidak perlu survei panjang

Mobil take over biasanya masih terawat dengan baik. Jadi, sebagai pembeli Anda sudah tidak perlu survei panjang untuk memastikan apakah mobil tersebut sesuai dengan kriteria atau tidak. Anda cukup memperhatikan beberapa hal saja, seperti kondisi dan cicilan mobil yang akan Anda bayarkan kedepannya.

Kekurangan Beli Mobil dengan Cara Over Kredit

Selain memiliki keuntungan, membeli mobil dengan cara over kredit pun juga memiliki kekurangan. Berikut beberapa kekurangannya:

1. Biaya administrasi dan balik nama yang besar

Beli mobil over kredit ternyata memiliki biaya administrasi dan balik nama yang besar. Terlebih jika Anda membeli mobil dari luar daerah atau domisili Anda. Maka, sebaiknya Anda menyiapkan cukup dana untuk melunasi seluruh biaya yang dibutuhkan.

2. Tidak ada jaminan atas kualitas mesin mobil

Meskipun kualitas mobil over kredit biasanya masih bagus, tetapi hal ini tidak bisa menjadi jaminan ya. Jadi sebaiknya sebelum Anda memutuskan untuk membeli, Anda tetap melakukan pengecekan mengenai kualitas mobil over kredit tersebut. Baik mengecek sendiri maupun meminta bantuan montir atau teman yang lebih paham.

3. Banyak pihak yang terlibat

Akan ada banyak pihak yang terlibat dalam proses take over kredit mobil, seperti pihak pembeli, penjual, maupun leasing. Tujuannya untuk meminimalisir permasalahan atau kekeliruan kedepannya.

Jika Anda tertarik untuk take over kredit mobil, Anda bisa mempertimbangkan cara take over kredit mobil dari leasing ke bank di atas terlebih dahulu. Semoga bermanfaat!

Bagikan:

Tinggalkan komentar