17 Tips Perkenalan Diri Saat Interview Ini Terbukti Berhasil!

Interview adalah salah satu tahapan rekrutmen yang sering menjadi momok bagi pencari kerja. Kurangnya persiapan ketika interview akan berujung pada kegagalan dan Anda tidak mendapatkan pekerjaan impian. Dari satu proses rekrutmen pun bisa terdiri dari beberapa interview sekaligus baik dengan HR, interview user, ataupun dengan manajer HR perusahaan.

Berbagai hal pun bisa menyebabkan interview gagal, salah satunya kesalahan saat Anda mengenalkan diri di awal wawancara. Tahap perkenalan ini bisa dibilang sebagai tahap paling krusial dan menentukan apakah interview bisa berjalan lancar atau tidak.

Tips Perkenalan Diri saat Interview

Lalu bagaimana cara Perkenalan diri yang tepat supaya interview berhasil? Berikut adalah tips Perkenalan diri saat interview yang bisa Anda coba:

1. Awali dengan salam

memberi salam

Kesan pertama bukanlah jaminan jika Anda akan lolos interview, namun tidak ada salahnya jika Anda memberikan yang terbaik bukan? Anda bisa mengawali interview dengan mengucapkan selamat pagi, siang, ataupun sore sesuai dengan waktu interview. Adanya salam ini akan membuat suasana interview lebih positif dan bisa berjalan dengan lebih santai.

2. Menjelaskan isi resume

Setelah mengucapkan salam, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah dengan menjelaskan isi dari resume. Meskipun interviewer bisa membaca sendiri apa yang ada di resume, adanya penjelasan tambahan dari kandidat pun akan membuat mereka lebih tertarik dengan Anda.

Baca Juga : Tutorial Cara Membuat CV Di HP & Menarik, Simple dan Terlengkap!

Oleh sebab itulah Anda perlu membaca ulang apa yang ada di resume sehingga bisa menjelaskan isi resume dengan baik dan runtut. Interview pun akan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang ada di resume dan suasana pun bisa mencair alias jauh dari kata tegang.

3. Menceritakan pengalaman secara runtut

menceritakan pengalaman

Salah satu hal yang dicari dari para kandidat adalah pengalaman kerja. Meskipun hanya pekerjaan sampingan, point ini akan menguntungkan Anda daripada kandidat lainnya yang belum punya pengalaman sama sekali.

Meskipun ada banyak pengalaman yang bisa diceritakan, berusahalah sebaik mungkin untuk menceritakan pengalaman yang memang ada kaitannya dengan pekerjaan. Jangan sampai Anda menceritakan tentang memenangkan pertandingan futsal yang sama sekali tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar.

Selain pengalaman kerja, Anda bisa menceritakan pengalaman organisasi ataupun kepanitiaan sebelumnya di mana Anda memegang peranan penting. Tips perkenalan diri saat interview ini akan membuat interviewer yakin jika Anda memang orang yang mampu memimpin.

Baca Juga : 10 Contoh Surat Pengalaman Kerja yang Baik dan Benar

4.Menyebutkan passion hidup

Satu hal yang sering menjadi pertimbangan perusahaan ketika akan merekrut karyawan baru adalah tentang passion yang dipunya. Tentunya interviewer akan memilih kandidat yang memiliki passion yang besar karena akan berpengaruh terhadap kontribusi yang diberikan untuk perusahaan.

Orang yang memiliki passion juga bisa terlihat dari seberapa semangatnya Anda ketika menjalani interview. Interviewer pun bisa menilai tentang seberapa tertarik Anda pada posisi yang dilamar hanya dari melihat sorotan mata lho!

5. Hindari menceritakan diri sendiri secara berlebihan

Meskipun tahap perkenalan diri ini mengharuskan Anda untuk menceritakan diri sendiri, bukan berarti Anda harus menceritakannya secara berlebihan. Hal ini justru akan membuat Anda terlihat sombong dan interviewer pun akan melihat Anda sebagai orang yang arogan. Selain menunggu pertanyaan dari interviewer tentang pencapaian Anda selama ini, Anda juga bisa bercerita tentang pengalaman yang ada seiring dengan interview yang mengalir.

Misalnya saja ketika interviewer bercerita tentang pengalaman kerjanya, Anda bisa ikut menimpali tentang beberapa pengalaman yang ada. Interviewer pun pasti dengan senang hati karena Anda memberi timbal balik selama interview. Lewat pengalaman Anda juga lah interviewer akan menilai potensi kandidat, seperti seberapa mampukah Anda untuk menghadapi berbagai permasalahan. Pastikan jika ada hubungan antara yang diceritakan oleh interviewer dengan pengalaman Anda ya!

6. Menceritakan latar belakang pendidikan

Siapa bilang kalau interviewer tidak mempertimbangkan latar belakang pendidikan Anda? Meskipun ada interviewer yang tidak mempedulikan hal ini, ketika Anda menceritakan pengalaman belajar sebagai sesuatu yang menarik maka in akan menjadi poin plus tersendiri.

Hindari untuk menceritakan latar belakang pendidikan Anda secara monoton, misalnya saja sejak kapan Anda belajar dan tahun lulus. Ceritakanlah pengalaman organisasi ataupun volunteer selama kuliah dan akan apa saja yang Anda pelajari di bangku kuliah.

7. Menjelaskan pengalaman kerja terakhir secara to the point

Meskipun pengalaman kerja dipertimbangkan ketika melamar kerja, perlu Anda ingat untuk tidak menceritakannya secara berlebihan. Anda hanya perlu menceritakan pengalaman kerja terakhir ataupun yang paling ada kaitannya dengan posisi yang sekarang Anda lamar.

Menceritakan pengalaman kerja terlalu panjang hanya akan membuat interviewer bosan dan waktu interview akan habis di pertanyaan ini. Untuk bisa memberikan jawaban yang maksimal pada tipe pertanyaan ini, tidak ada salahnya jika Anda memperbanyak berlatih tips perkenalan diri berssama teman.

8. Hindari menjawab pertanyaan dengan bertele-tele

Perlu Anda ketahui jika jawaban panjang tidak selalu memberikan hasil yang positif. Jawaban yang terlalu panjang bisa terkesan monoton dan intervewer akan bosan mendengar penjelasan Anda. Sebaiknya Anda memberikan jawaban sesingkat mungkin namun tetap bisa menarik perhatian interviewer.

Lalu bagaimana caranya? Misalnya saja Anda bisa menceritakan pengalaman mengambil studi pendek di luar negeri saat liburan kuliah. Anda bisa memancing interviewer dengan menyebutkan ini dan tidak menceritakan secara detail apabila belum ditanya lebih lanjut. Pastikan jika topik yang Anda bicarakan selalu ada hubungannya dengan pekerjaan ya!

9. Menyebutkan tentang kelebihan diri sendiri

Meskipun dalam suatu interview sering ditanyakan tentang kelebihan diri, tidak ada salahnya untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu jika interview memang sudah mengalir dengan lancar. Memang masih banyak pencari kerja yang ragu untuk membicarakan kelebihan dirinya karena tidak ingin terkesan sombong.

Oleh sebab itulah Anda sebaiknya membicarakan kelebihan diri secara sopan, alias tidak tiba-tiba membicarakan hal ini padahal tidak ada pertanyaan yang mengarah ke situ. Membicarakan tentang kelebihan diri Anda akan dilihat interviewer sebagai bentuk dari percaya diri yang juga meninggalkan kesan positif.

10. Hindari menceritakan silsilah keluarga

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat perkenalan diri adalah menceritakan tentang latar belakang keluarga Anda. Hal ini sangat tidak diperlukan dan justru membuat Anda terlihat membosankan di mata interviewer lho!

Berlatihlah untuk memisahkan mana hal-hal penting yang pantas untuk diceritakan selama interview berlangsung. Jawaban yang berputar-putar hanya akan membuat interviewer ingin segera mengakhiri sesi interview dan beralih ke kandidat lainnya.

11. Menceritakan target hidup dalam beberapa tahun ke depan

Selain menyebutkan latar belakang, Anda juga bisa menceritakan target apa saja yang ingin dicapai dalam kurun waktu pendek ataupun panjang. Tips perkenalan diri saat interview ini terbilang efektif karena interviewer melihat Anda sebagai orang yang visioner.

Ketika Anda bisa menjelaskan secara detail beberapa target, interviewer akan menilai Anda sebagai orang yang optimis tentang masa depan dan akan membawa pengaruh positif di perusahaan. Hindari untuk menceritakan target menikah karena hal ini menimbulkan kesan jika Anda hanya setengah-setengah ketika menjalani pekerjaan.

12. Adanya kemauan untuk belajar

Motivasi untuk selalu belajar adalah hal berikutnya yang dicari oleh interviewer dari para kandidatnya. Tunjukkan jika Anda mampu menerima feedback dengan baik dan akan berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik apabila ada kritik dari atasan. Hindari untuk terlihat keras kepala karena hal ini akan dianggap interviewer sebagai masalah tersendiri apabila merekrut Anda.

Selain itu, interviewer juga bisa bertanya apakah Anda bersedia untuk dipindahkan ke posisi lain sewaktu-waktu. Meskipun terlihat sulit, dari pertanyaan inilah interviewer akan menilai apakah Anda adalah orang yang mau berusaha untuk beradaptasi dan mempelajari hal baru.

Tidak ada salahnya untuk mempelajari hal baru yang tidak pernah Anda duga sebelumnya kan? Berusahalah untuk bersikap seterbuka mungkin sehingga interviewer lebih yakin jika Anda adalah orang yang memang siap untuk belajar dari siapapun.

13. Menceritakan prinsip hidup

Tips perkenalan diri saat interview ini akan menciptakan first impression yang baik dan membuat interviewer bisa lebih mengenal Anda. Apabila Anda terlihat tidak punya pendirian, interviewer pun akan merasa ragu untuk merekrut Anda.

Orang yang tidak punya pendirian akan mudah terombang-ambing dan dianggap tidak bisa mengambil keputusan. Selain membaca tentang profil perusahaan, Anda juga harus mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan ini ya!

14. Hindari bercanda secara berlebihan

Meskipun Anda bisa melontarkan candaan ketika interview berlangsung, bukan berarti Anda bisa bercanda secara berlebihan. Memang benar jika candaan bisa mencairkan suasana, namun ketika Anda terlalu banyak bercanda maka interviewer bisa menilai jika Anda tidak serius dalam menjalani interview.

Selain itu, tidak semua interviewer bisa menangkap maksud dari candaan Anda dan interviewer pun menganggap Anda tidak potensial untuk perusahaan tersebut. Anda hanya perlu bercanda secukupnya dan jangan lupa untuk tersenyum sekali dua kali yang menandakan sikap tenang dalam menjalani interview.

15. Berbicara tentang topik yang dikuasai

Selain menceritakan pengalaman ataupun prinsip hidup yang Anda punya selama ini, ada baiknya jika Anda membuka diri terhadap interviewer alias menceritakan topik apa yang menjadi Anda sukai. Misalnya saja Anda bisa membicarakan tentang hobi melukis dan tokoh-tokoh yang menjadi inspirsi selama menjalani hobi ini. Ketika Anda menyebutkan tokoh-tokoh penting ataupun beberapa aliran lukisan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, interviewer akan menilai Anad sebagai orang yang berwawasan luas.

Membicarakan topik yang Anda kuasai inilah interviewer juga semakin tertarik untuk mencari tahu tentang kepribadian Anda lebih dalam. Hindari untuk bersikap sok tahu ketika membicarakan suatu topik karena bisa jadi interviewer hanya bersikap “pura-pura tidak tahu” untuk menilai apakah Anda berbohong atau tidak selama interview berlangsung.

16. Terbuka tentang kegagalan

Seseorang tidak akan pernah sukses tanpa mengalami kegagalan, sama halnya dengan beberapa hal yang berhasil Anda wujudkan selama ini. Beberapa hal memang perlu diperjuangkan meskipun banyak orang meremehkan jika Anda mampu mewujudkannya. Bahkan tidak jarang Anda harus mengalami beberapa kegagalan terlebih dahulu hingga sadar apa yang sebenarnya penting dalam menjalani karir ini.

Menceritakan kegagalan yang pernah Anda selama ini bukanlah suatu hal yang memalukan, justru interviewer bisa menilai Anda sebagai seseorang yang mau belajar. Meskipun begitu, jangan sampai Anda menggunakan kesempatan ini sebagai sesi curhat yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan ya. interviewer bisa saja menilai Anda sebagai seseorang yang mudah menyerah dalam menghadapi berbagai masalah yang bisa datang kapan saja.

17. Menunjukkan sikap percaya diri

Satu lagi tips perkenalan diri saat interview yang tidak boleh Anda lupakan adalah untuk selalu bersikap percaya diri. Rasa percaya diri ini akan meyakinkan interviewer jika Anda adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan.

Apabila Anda kesulitan ketika menjawab pertanyaan, berikanlah jeda selama beberapa detik daripada salah memberikan jawaban. Jeda inilah yang akan membuat Anda bisa memberi jawaban terbaik dan interview pun akan berjalan sukses.

Penutup

Nah itu tadi adalah tips perkenalan diri saat interview yang bisa Anda coba dan latih dari jauh hari sebelum waktu interview datang. Ingat jika kegagalan interview bisa terjadi kapan saja, namun hal tersebut bukan berarti Anda tidak punya potensi sama sekali.

Sebaliknya, jadikanlah kegagalan tersebut sebagai sarana berlatih hingga Anda mendapatkan pekerjaan impian. Tetap semangat dalam mencari pekerjaan, ya!

Tinggalkan komentar