Pengalaman Kerja di Shopee, Ini Ceritaku Bekerja Di Sana!

Pengalaman kerja di Shopee pasti akan membuat kalian penasaran. Beruntungnya saya pernah bekerja di took belanja online nomor 1 di Indonesia. Mau tau bagaimana pengalaman saya bekerja disana? Yuk simak pengalaman kerja di Shopee versiku.

1. Sumber Informasi Lowongan

Kalian pasti bingung di tempat mana bisa mendapatkan informasi lowongan kerja di Shopee yang paling update. Nah, dulu saya selalu mengunjungi laman Shopee Karir atau bisa kalian akses di careers.shopee.co.id. Saya biasa mengunjungi laman tersebut setiap hari demi mendapat posisi yang cocok di Shopee.

Akhirnya, saya menemukan satu bidang yang cocok yaitu Operation – Debtt Collection, Quality Assurance Lead. Tugas di departemen ini menganalisis serta memantau mulai dari pembeli mencari produk sampai pembeli menerima produk. Departemen ini terdiri dari beberapa tim yaitu Customer Service, pembayaran, listings, warehouse, pengiriman, operasional penjual, dan Fraud.

Baca Juga : Pengalaman Kerja di Tokopedia, Penasaran? Ini Rasanya!

 

2. Daftar

Setelah menemukan departemen yang cocok tentu saja saya tidak bisa langsung mendaftar. Kenapa? Karena pasti Shopee mempunyai kriteria atau syarat khusus untuk calon pendaftar. Saya lihat, syarat di departemen tersebut yaitu lebih menyukai lulusan sarjana, menguasai Microsoft Office, perilaku baik, punya kemampuan komunikasi yang baik serta mampu menganalisis permasalahan yang ada juga menemukan solusinya.

Dilihat dari syarat-syarat tersebut, saya optimis masuk kriteria mereka dan mendaftarlah saya. Mendaftarnya tinggal menekan tombol “kirim lamaran” dibagian bawah. Setelah dialihkan pada halaman selanjutnya, saya diminta mengisi data diri berupa title, nama depan, nama belakang, negara, pendidikan terakhir, email, nomor kontak, komentar, serta mengunggah resume atau cv. Setelah itu kirim.

Baca Juga : Pengalaman Cicilan Tokopedia Solusi Asyik Tanpa Ribet!

3. Interview

Tidak tahu bagaimana prosesnya tetapi tiba-tiba ada kiriman email dari pihak Shopee yang memberitahu saya bisa mulai interview. Saat hari interview, saya selalu mengingat-ngingat agar tidak ada kebutuhan yang tertinggal seperti kartu identitas dan resume saya. Untungnya interview saya berjalan lancer.

Interview Shopee memberlakukan sister gugur. Sesi pertama, calon pekerja termasuk saya diminta untuk mengisi test Shopee dan test matematika dasar. Setelah itu, kami diminta menunggu pengumuman apakah bisa ikut sesi berikutnya atau tidak. Sesi kedua itu interview menggunakan bahasa inggris terkait kelebihan dan kekurangan saya serta apa yang saya ketahui tentang departemen ini. Ya, saya jawab sebisanya.

Sesi ketiga itu test tentang kemampuan Microsoft Excel dan Office. Setelah sesi ini, semua calon pekerja diminta pulang dan menunggu kabar melalui email. Sekitar tiga harian dari test terakhir saya menerima email dari Shopee. Mereka bilang saya lolos. Sangat bersyukurlah saya. Setelah itu penandatanganan kontrak dan saya bisa mulai bekerja.

Baca Juga :Pengalaman Jualan di Lazada, Lumayan Hasilnya!

4. Mulai Kerja

Bersyukur sekali, akhirnya saya bisa bekerja di Shopee. Saya bekerja dibagian customer service. Menurut saya bagian tersebut harus memiliki ekstra kesabaran yang tinggi karena berhubungan langsung dengan pelanggan. Hari pertama saya bekerja tak lupa di ingatkan mengenai hak dan kewajiban setiap pekerja disana.

Saya piker hari pertama saya langsung terjung langsung berkomunikasi dengan pelanggan tapi nyatanya tidak. Pekerja baru diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai organisai di Shopee, event-event yang biasa mereka adakan, dan tak lupa SOP. Saya juga diminta untuk melihat-lihat dulu cara kerja yang rekan-rekan saya kerjakan.

Setelah mulai paham tentang job desk saya akhirnya saya mulai kerja yang sesungguhnya. Berkomunikasi dengan pelanggan. Ternyata jadi customer service itu tidak mudah teman-teman apalagi di perusahaan besar seperti Shopee. Ada saja sesuatu yang bikin saya harus sabar seperti pelanggan yang complain menggunakan bahasa yang kasar dan hampir dikerjain penipu. Selain itu ada juga pelanggan iseng yang hubungi customer service cuma sekadar ngegombal. Lucu memang. Tapi intinya saya senang bekerja di Shopee.

Satu pemikiran pada “Pengalaman Kerja di Shopee, Ini Ceritaku Bekerja Di Sana!”

  1. Hallo kak, mau tanya kalau kerja di shope jadi cs harus shift ya? Shiftnya ada berapa?

    Balas

Tinggalkan komentar